10 Wasiat untuk Wanita Sholehah Agar Rumah Tangga Semakin Bahagia

wanita-dijodohkan03

Ketika seorang wanita sudah menikah sah secara agama dan hukum negara, itu artinya karcis untuk menempuh mahligai rumah tangga yang bahagia sudah harus dilaksanakan, dan seorang istri harus bisa menjadi yang terbaik bagi suaminya. Untuk itu berikut ini ada beberapa wasiat untuk wanita shalehah yang sudah berumah tangga agar semakin bahagia.

1. Takwa kepada Allah dan menjauhi maksiat

Bertaqwa-kepada-Allah
image. via www.republika.co.id

Jagalah Alloh maka Dia akan menjagamu beserta keluarga dan rumahmu. Sesungguhnya ketaatan akan mengumpulkan hati dan mempersatukannya, sedangkan kemaksiatan akan mengoyak hati dan menceraiberaikan keutuhannya. Karena itulah, salah seorang wanita shalihah jika mendapatkan sikap keras dan berpaling dari suaminya, ia berkata:

“Aku mohon ampun kepada Alloh! itu terjadi karena perbuatan tanganku (kesalahanku) Maka hati-hatilah wahai saudariku muslimah dari berbuat maksiat.”

2. Berupaya mengenal dan memahami suami

kelembutan-pada-janin
image. via ninaberkarya.wordpress.com

Hendaknya engkau berupaya memahami suamimu. Apa–apa yang ia sukai, berusahalah memenuhinya dan apa-apa yang ia benci, berupayalah untuk menjauhinya dengan catatan selama tidak dalam perkara maksiat kepada Alloh karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah SWT.

3. Ketaatan yang nyata kepada suami dan bergaul dengan baik

kebaikan-pada-janin
image. via azaleav.wordpress.com

Sesungguhnya hak suami atas istrinya itu besar. Rasulullah bersabda :

“Seandainya aku boleh memerintahkanku seseorang sujud kepada orang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.” [HR. Imam Ahmad dan Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Albany]

4. Bersikap qanaah (merasa cukup)

muslimah-sedih
image. via plus.google.com

Seorang suami menginginkan wanita muslimah ridha dengan apa yang diberikan untuknya baik itu sedikit ataupun banyak. Maka janganlah ia menuntut di luar kesanggupan suaminya atau meminta sesuatu yang tidak perlu.

5. Baik dalam mengatur urusan rumah tangga

image. via media.ihram.asia
image. via media.ihram.asia

Seperti mendidik anak-anak dan tidak menyerahkannya pada pembantu, menjaga kebersihan rumah dan menatanya dengan baik dan menyiapkan makan pada waktunya. Termasuk pengaturan yang baik adalah istri membelanjakan harta suaminya pada, maka ia tidak berlebih-lebihan dalam perhiasan dan alat-alat kecantikan.

6. Baik dalam bergaul dengan keluarga suami dan kerabat-kerabatnya

walimah-yang-baik
image. via idepernikahan.com

Khususnya dengan ibu suami sebagai orang yang paling dekat dengannya. Wajib bagimu untuk menampakkan kecintaan kepadanya, bersikap lembut, menunjukkan rasa hormat, bersabar atas kekeliruannya dan engkau melaksanakan semua perintahnya selama tidak bermaksiat kepada Alloh semampumu.

7. Menyertai suami dalam perasaannya dan turut merasakan duka cita dan kesedihannya

pernikahan-yang-indah
image. via beautifulnara.com

Jika engkau ingin hidup dalam hati suamimu, maka sertailah ia dalam duka cita dan kesedihannya. Renungkanlah, kedudukan Ummul Mukminin, Khadijah radhiAllohu’anha, selalu dalam hati Rasulullah walaupun ia telah meninggal dunia. Kecintaan beliau kepada Khadijah tetap bersemi sepanjang hidup beliau, kenangan bersama Khadijah tidak terkikis sepanjang masa.

8. Bersyukur (berterima kasih) kepada suami atas kebaikannya dan tidak melupakan keutamaannya

wanita-shalehah
image. via media.ihram.asia

Wahai istri yang mulia! Rasa terima kasih pada suami dapat kau tunjukkan dengan senyuman manis di wajahmu yang menimbulkan kesan di hatinya, hingga terasa ringan baginya kesulitan yang dijumpai dalam pekerjaannya. Atau engkau ungkapkan dengan kata-kata cinta yang memikat yang dapat menyegarkan kembali cintamu di hatinya. Atau memaafkan kesalahan dan kekurangannya dalam menunaikan hak-hakmu dengan membandingkan lautan keutamaan dan kebaikannya kepadamu.

9. Menyimpan rahasia suami dan menutupi kekurangannya (aibnya)

memendam-masalah
image. via bahasa.aquila-style.com

Istri adalah tempat rahasia suami dan orang yang paling dekat dengannya serta paling tahu kekhususannya. Bila menyebarkan rahasia merupakan sifat yang tercela untuk dilakukan oleh siapapun, maka dari sisi istri lebih besar dan lebih jelek lagi.

Simpanlah rahasia-rahasia suamimu, tutuplah aibnya dan jangan engkau tampakkan kecuali karena maslahat yang syar’i seperti mengadukan perbuatan dzalim kepada Hakim atau Mufti atau orang yang engkau harapkan nasehatnya.

10. Berhati-hati dari kesalahan

saling-mendengarkan
image. via lukihermanto.com

Seorang istri menceritakan dan menggambarkan kecantikan sebagian wanita yang dikenalnya kepada suaminya. Padahal Rasulullah telah melarang hal itu dalam sabdanya: Janganlah seorang wanita bergaul dengan wanita lain lalu mensifatkan wanita itu kepada suaminya sehingga seakan-akan suaminya melihatnya. [HR. Bukhary dalam An-Nikah]

Simak juga “5 Manajemen Pertengkaran dengan Pasangan dalam Rumah Tangga

Simak juga “Lakukan 5 Hal Ini Supaya Bisa Menjaga Hubungan Baik dengan Keluarga Besar Suami!

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait