2 Ulasan Ini Harus Di Ketahui Calon Istri Dalam Menjadi Istri Shalehah



Ketika seorang wanita mempunyai keinginan, mulai dari mempunyai baju bagus, perhiasan indah, tampilan menarik, itu sungguh sebuah kewajaran bagi seorang manusia. Secara fitrah, wanita memang bersifat seperti itu. Namun, wanita dengan tabi’atnya sebagai pendamping pria, dan pelengkap hidup dalam menjalani bahtera rumah tangga pastinya setelah menikah, memang suka berdandan, berhias, dan mempercantik diri. Untuk itu, sebagai wanita muslimah yang senantiasa taat pada perintah Allah, harus senantiasa menjaga diri dari keinginan duniawi yang sementara, dan menjalankan kewajiban sebagai istri sebagaimana mestinya. Allah berfirman.

“Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia; dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (Surga).”  [Ali Imran : 14]

Dari ayat di atas, Allah menjelaskan bahwa banyak sekali kesenangan di dunia ini, namun yang pasti di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik yaitu syurga. Jangan terlalu mencintai dunia, karena dunia ini hanya sementara. Oleh sebab itu, selama di dunia ini, kita harus senantiasa bersyukur agar setiap kenikmatan kita selalu di tambah Allah, dan selalu di ridhoi Allah. Berikut ini ada bebera ulasan yang harus di ketahui seorang calon istri sebelum menikah.

1. Menerima semua kekurangan sang suami

menerima-apa-adanya
image. via www.kapanlagi.com

Hal-hal yang berlebihan selalu saja berlawanan dengan fithrah itu sendiri. Sebagian istri tenggelam dalam khayalan. Mereka terlampau berlebih-lebihan dalam menuntut kesempurnaan. Dalam benaknya, pernikahan laksana surga Firdaus. Di dalamnya tak ada kepenatan, beban, ataupun kesusahan. Ia menginginkan pernikahan sesuai dengan gambaran dan fantasinya, tanpa bisa menoleransi adanya sedikit pun kesulitan.

Akhirnya, ketika sang istri berhadapan dengan kenyataan yang sarat tanggung jawab, saat ia dituntut untuk mengambil keputusan, melahirkan anak dan menghadapi berbagai macam kesulitan hidup, banyak di antara mereka yang tak sanggup menghadapinya. Tak jarang yang akhirnya berpikir bahwa ia telah keliru memilih pendamping hidup.

Seorang istri yang bijaksana hendaknya bersikap adil dalam memandang, tidak larut dalam mimpi atau membiarkan jiwanya menerawang ke lembah khayalan dan fantasi buta. Tak usah berlebihan dalam menuntut kesempurnaan. Kehidupan rumah tangga bukanlah sebuah gambaran sesaat. Bukan pula cerita khayalan yang direkayasa.

Ia sesungguhnya realitas yang berbaur penderitaan, angan-angan, kesenangan dan kesedihan, layaknya semua kenyataan hidup lainnya. Semua ini dapat diatasi jika bahtera kehidupan dijalani dengan memperbaiki pola beradaptasi dengannya. Seni menikmati realitas harus dipelajari setahap demi setahap. Belajar menahan derita dan kesusahan adalah seni agar hati tak mudah mati.

2. Bertekat menjadi pendamping suami saat suka dan duka

Selalu-menjadi-pendamping
image. via www.kapanlagi.com

Jika seorang istri yang gagal mendapatkan sebagian fantasi sebelum menikah, haruskan mengatakan, ‘Yang namanya susah, tetap saja susah.’ Lalu membiarkan diri tenggelam dalam kesusahan itu? Tentu tidak demikian! Seorang istri harus belajar untuk menahan diri, menguatkan jiwa dan rohani untuk menghadapinya.

Kekuatan memikul tanggung jawab, beban dan berbagai kesulitan merupakan faktor terbesar bagi terciptanya kebahagiaan pernikahan. Orang yang paling bahagia adalah orang yang paling mampu bersusah payah. Meski dalam realitasnya, belum tentu ia akan mengalami segala kepayahan itu. Sehingga pada akhirnya kamu mampu menjadi pendamping imam dalam mengarungi kehidupan dalam rumah tangga.

Simak ulasan —> “6 Persiapan Perlu Dilakukan Sebelum Menikah Bagi Muslimah

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait