3 Alternatif Pengganti Photo Prewedding yang Halal dan Jauh dari Maksiat



Beberapa tahun belakangan ini foto prewedding, adalah salah satu sesi foto yang sering dilakukan oleh banyak pasangan sebelum mereka melangsungkan pernikahan. Sebuah budaya modern dari barat yang kini juga sudah menjadi suatu budaya timur yang kekinian.

Biasanya para pasangan calon pengantin sudah melakukan sesi pemotretan ini jauh-jauh hari, dan sebelum mereka mengesahkan hubungan dalam pernikahan. Banyak pose yang biasanya diambil oleh pasangan calon pengantin ini, mulai dari berpelukan, bergandengan tangan, saling pandang, dan bahkan berciuman. Nah, ini nih yang tidak diperbolehkan dalam Islam, karena walaupun sudah ada kepastian tanggal menikah mereka tetap saja pasangan yang belum halal, karena mereka belum melewati akad nikah.

Jadi, gimana ya jika kita ingin tetap mengabadikan momen-momen indah selama proses pernikahan ataupun ingin memasang foto berdua di acara resepsi agar pernikahan menjadi lebih berkesan. Nah, tidak usah bingung, yuk simak 3 alternatif pengganti foto prewedding yang halal dan jauh dari maksiat.

1. Manfaatkan Software Edit Foto Yang Semakin Canggih

foto prewedding halal 1
Image via potreto.net

Untuk apa bingung membuat foto prewedding yang halal jika kini software editing sudah semakin canggih. Kamu dan calon pasanganmu juga tidak harus berfoto mesra karena keromantisan dan keindahan foto tidak melulu diwujudkan dengan pose-pose yang vulgar dan berimbas pada maksiat.

Buatlah kreativitas dengan menggunakan photo editing, kamu bisa mengambil foto di dua tempat yang berbeda lalu menggabungkan beberapa fotomu dan pasanganmu, lalu menggabungkannya dalam layout dan slide yang menarik. Tapi ingat, jangan coba menggabungkan foto untuk dibuat seolah-olah kalian berdekatan ya, karena bisa menimbulkan fitnah bagi orang yang melihatnya, hal ini tentunya tidak baik. Jadi, biarkan fotonya natural dan seolah berjauhan.

2. Berfotolah Setelah Akad

foto setelah menikah
Image via penulispro.com

Ini adalah keuntungan yang bisa diambil oleh kalian yang memutuskan melaksanakan akad nikah dan resepsi pernikahan di hari yang berbeda jika kalian tetap ingin membuat foto yang romantis dengan saling berpelukan, bergandengan, saling pandang dan ingin memajangnya pada acara resepsi kalian. Kalian bisa abadikan momen-momen akad tersebut dan tentunya sesi foto-foto setelah akad lebih puas dan lebih berkah karena kalian sudah halal dan sah menjadi pasangan suami istri.

3. Foto postwedding

Foto post wedding
Image via http://nelyafifi.com/

Tidak berbeda dengan foto prewedding yang melakukan sesi pemotretan dengan konsep dan tema tertentu, dimana menyesuaikan pakaian, aksesoris, dan tempat dengan konsep yang digunakan, foto post wedding juga melakukan hal yang sama.

Sesi pemotretan biasanya menunjukkan keromantisan dan kemesraan antara pasangan laki-laki dan perempuan. Nah disinilah bedanya, karena foto prewedding dilakukan sebelum nikah maka foto berduaan dengan lawan jenis yang belum halal menjadi tidak boleh, sementara foto postwedding dimana kamu sudah halal menjadi pasangan suami istri hal-hal tersebut menjadi halal dan jauh dari maksiat.

Waktu honeymoon juga bisa kamu manfaatkan untuk sesi foto-foto, momen-momen honeymoon di tempat-tempat yang indah bisa kalian abadikan. Hanya saja tetap ingat untuk tidak mempublikasikan foto pribadi yang tidak layak untuk dikonsumsi publik meski kalian sudah menikah. Bukan apa-apa, karena saat ini jamannya social media upload sana upload sini, dan seringkali pengguna sosial media terjangkit keinginan untuk pamer berlebihan dan melupakan hal-hal yang sebenarnya bukan untuk dikonsumsi oleh publik.

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait