3 Cara Ini Membuat Anak Lebih Terbuka Pada Orang Tua

membuat-anak-lebih-terbuka

Mirisnya saat ini kita mendapati beragam kasus kriminal yang menimpa anak-anak. Baik itu karena pengaruh teknologi, lingkungan, ataupun factor intern dalam keluarga. Namun tetap saja, orang tua yang harus bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada anak-anak mereka.

Karena saat ini banyak orangtua yang egois dalam hal mendidik dan mengasuh anak-anak mereka. Orang tua cenderung melakukan apa yang mereka inginkan tanpa mau mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan anaknya. Ingat, anak-anak juga punya keinginan dan hak untuk didengarkan.

Memang tidak mudah, untuk menjadi orang tua yang diteladani sekaligus kawan bagi anak-anak. Namun setidaknya jangan membuat anak-anak menjadi tertutup pada orang tua, karena orang tua adalah sosok terdekat yang harusnya paling mengetahui apa yang sedang dialami dan dirasakan anak-anaknya.

Nah, berikut hal yang bisa dilakukan para orang tua agar membuat anak-anak kita lebih terbuka dan mau berbagi.

1. Jadilah Orang Tua Yang Mau Mendengarkan Anak

mendengarkan-anak
image. via www.wajibbaca.com

Meski menjadi sosok tertua, orang tua tidak seharusnya menutup telinga mereka. Menjadi orang tua yang mau mendengarkan apa yang dirasakan anak-anaknya adalah salah satu kewajiban yang tak boleh diabaikan. Karena dengan begitu anak-anak bisa menikmati dan merasakan peran orang tua yang menjadi tempatnya berkeluh kesah dan bersandar saat ada kegalauan hati yang dirasakannya.

Dan, dengan mendengarkan anak-anak mereka maka akan banyak memberikan ruang informasi masuk yang dibutuhkan oleh orang tua untuk memberlakukan system mendidik bagi buah hati mereka. Karena setiap anak berbeda, dan cara mendidiknya pun berbeda, ada yang harus dengan cara lembut, atau ada yang harus ditegaskan.

2. Beri Perhatian dan Prioritaskan Anak

beri-perhatian
image. via www.aktual.com

Sudah kewajiban orang tua untuk memberikan perhatian dan memprioritaskan anak, karena anak adalah tanggung jawab orang tua yang harus dijaga dengan sungguh-sungguh. Maka, jangan mengabaikan kepentingan anak hanya demi pekerjaan yang tidak dapat ditunda, atau mungkin demi kepentingan pribadi orang tua yang dianggap lebih penting ketimbang anak.

Cobalah untuk menyempatkan diri mendengarkan anak, bagaimana kegiatannya di sekolah, menemani bermain, atau membuat beberapa kesepakatan bersama di rumah, agar anak memiliki peran yang cukup bisa melatihnya bertanggungjawab.

3. Lancarkan Komunikasi Antara Anak dan Orang Tua

berkomunikasi
image. via abiummi.com

Selain itu semua, kesadaran diri yang tinggi terhadap dari orang tua terhadap tugas dan tanggung jawab dalam mengasuh dan melindungi anak, orang tua wajib membudayakan komunikasi yang lancar antara anak-anak dan orang tua. Jangan sampai gara-gara keegoisan orang tua mengorbankan anak-anak. Hal ini akan membuat anak-anak kita salah memaknai dan salah melangkah dalam menghadapi tantangan kehidupan yang semakin tidak terkendali jika komunikasi dengan orang tua tidak lancar. Kasus-kasus kriminal maupun amoral yang melibatkan anak-anak sudah menjadi bukti akan hilangnya akal budi dan juga komunikasi.

Simak juga —> “Tips Rahasia Suksesnya Pendidikan Anas bin Malik

Simak juga —> “3 Hal Ini Harus Dilakukan Orangtua Dalam Menjadi Teladan Yang Baik Bagi Anak

Simak juga —> “3 Hal Inilah Hak Anak Yang Harus Dipenuhi Oleh Orang Tua

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait