3 Hadits Ini Untuk Memantapkan Proses Ta’aruf Kamu

ta'aruf-mantap

Dalam menjalankan ta’aruf, yang harus di junjung tinggi adalah tetap pada syari’at islam demi menjaga kehormatan masing-masing dan tidak tertipu daya oleh setan sehingga tidak terjerumus pada jurang api neraka. Sebab orang sedang shalatpun setan masih menggoda dan mengganggu kekhusyu’an shalat, apalagi seorang yang menjalankan proses ta’aruf.

Na, untuk itu kita harus berpegang teguh pada ketentuan Al-qur’an dan hadits sehingga menguatkan iman dan taqwa. Itu juga akan berpangaruh pada semua aspek kehidupan, termasuk pada proses ta’aruf yang kamu jalani. Untuk memantapkan proses ta’aruf  berikut ini hadits nabi Muhammad SAW tentang peringatan dan larangan melakukan hal keji. Di bawah ini ulasanya.

1. Menjauhkan diri dari perbuatan yang di larang agama.

menjauhkan-diri
image. via abufahmiabdullah.wordpress.com

“Sungguh ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan [menganggap halal] perzinahan, sutera, minuman keras, dan musik-musik.” [HR. Bukhari]

Seorang yang lemah iman-nya akan mudah terkena tipu daya dan rayuan setan, sehingga manusia lupa akan hal yang di larang agama sampai menganggapnya halal. Sebagai mana dalam hadits nabi Muhammad SAW di atas. Sungguh merugi bagi mereka, karena hanya mementingkan kenikmatan sesaat, dan hanya akan mengantarkan kepada jurang penderitaan yang abadi di api neraka. Nauzubillah…

Kuatkan iman, dan taqwa agar selalu dalam lindungi Allah SWT dalam menjalankan proses ta’aruf. Agar kamu terjaga dan terjauh untuk melakukan hal yang dilarang agama.

2. Terjauh dari perbuatan keji.

terjauh-dari-perbuatan-keji
image. via www.cintaislami.com

“Dan ingatlah manusia-manusia yang buruk yang seenaknya saja melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka pada zaman mereka inilah kiamat akan datang.” [HR. Muslim]

Berdasarkan hadits di atas, bahwasanya manusia yang melakukan persetubuhan seperti keledai. Maka itu termasuk ciri-ciri kiamat akan datang, sungguh mengerikan. Sesungguhnya sebaik-baik jalan untuk menjalin hubungan adalah ta’aruf yang di perantarai oleh orang yang dipercaya dan sudah menikah. Sebab dengan begitu akan ada orang yang mengontrol baik perasaan maupun semua urusan untuk kecocokan dalam mencari pasangan hidup, dalam rangka memantapkan proses ta’aruf dan selalu dalam ridho Allah. Amin…

3. Terjauh dari hal yang membinasakan.

terjauh-dari-hal-yang-membinasakan
image. via webmuslimah.com

Demi Allah yang diriku di tangan-Nya, tidaklah akan binasa umat ini sehingga orang-orang lelaki menerkam wanita di tengah jalan (ingin bercumbu dan berzina) dan di antara mereka yang terbaik pada waktu itu berkata, “alangkah baiknya kalau saya sembunyikan wanita ini di balik dinding ini.” [HR. Abu Ya’la no. 12746, Al-Haitsami berkata, “perawi-perawinya shahih.” , lihat Majmu’ Zawaid 7/331, Maktabah Al-Qudsi, Koiro, 1414 H, Asy-Syamilah]

Nabi Muhammad melalui haditsnya di atas telah bersumpah, diantara lelaki keji masih ada lelaki yang terbaik, berusaha melindungi kaum perempuan. Semoga saja lelaki terbaik itu adalah calon imam kamu. Dan jalan untuk melindungi perempuan adalah ta’aruf, karena ta’aruf selain untuk mengenal dan mencari kecocokan dalam mencari pasangan hidup, namun juga untuk melindungi kehormatan perempuan.

Demikianlah ulasan beberapa hadits nabi Muhammad SAW untuk memantapkan proses ta’aruf. Tentunya hadits di atas mengandung peringatan dan larangan untuk dijadikan sebagai rambu-rambu yang harus di taati dan tak boleh di langgar oleh kita, baik yang sedang menjalankan ta’aruf maupun yang sedang mempersiapkan untuk berta’aruf.

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait