3 Kriteria Yang Bisa Membuat Masa Depanmu Bahagia Bersama Pasangan

keluarga-mandiri

Jodoh itu sudah ditakdirkan oleh Sang Pencipta, bahkan sebelum kita dilahirkan. Meski begitu, masalah tentang jodoh adalah sesuatu yang membuat orang penasaran dan bertanya-tanya, sebelum akhirnya bertemu dengan sosok rahasia Ilahi itu.

Namun tak jarang kita merasa sedih saat jodoh yang diharapkan ternyata hadir tak sesuai dengan keinginan kita. Ya, jodoh itu rahasia Allah, jadi ada baiknya tak membuat kita resah dan galau dengan kemunculannya. Justru resahlah dengan keadaan diri kita sendiri. Apakah kita siap mnerima kelebihan terutama kekurangan yang ada pada dirinya?

Nah, untuk bisa menemukan pasangan yang tepat dalam hidupmu agar masa depanmu bahagia, maka berikut ada beberapa kriteria dan prinsip yang bisa kamu tetapkan dalam usaha menemukan jodohmu.

1. Jodoh Kita Adalah Diri Kita Sendiri

istri-shalehah
image. via allisyacute.blogspot.com

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula, dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula” (QS. An Nuur: 26)

Taukah kita bahwa jodoh adalah cerminan diri kita sendiri, jodoh itu adalah bagaimana keadaan kita. Jodoh itu selalu menyesuaikan dengan kualitas diri kita. Ibarat cermin, kita bisa melihat semua yang ada pada dirinya ternyata ada pada diri kita juga. Pernah dengar komentar orang yang berkata pada pasangan suami istri “Kalian mirip!”

Jelas saja mirip, karena kita kaum wanita tercipta dari tulang rusuk pria. Jadi tak perlu lagi mengeluh dan resah karena jodoh kita tak sesempurna yang kita imajinasikan selama ini. Karena jodoh kita adalah cerminan diri kita. Makanya kalau mau menemukan jodoh yang baik, maka perbaiki diri kita sendiri, benahi diri kita agar sesuai dengan impian kita sesuai dengan sabda Rasul.

“Sesungguhnya Allah SWT tidak melihat pada bentuk-bentuk (lahiriah) dan harta kekayaanmu, tapi Dia melihat pada hati dan amalmu sekalian” (HR. Muslim, Hadits no. 2564 dari Abu Hurairah).

2. Menemukan Pendamping Hidup Menurut Islam

image. via bismacenter.ning.com
image. via bismacenter.ning.com

Sebelum kita menikah, maka kita harus mengetahui tentang tujuan menikah dala Islam, maka Islam juga mengajarkan kepada umatnya untuk berhati-hati dalam memilih pasangan hidup. Karena hidup berrumah tangga tidak hanya untuk satu atau dua hari saja, akan tetapi diniatkan untuk selama-lamanya sampai akhir hayat.

Jadi kaum umat Islam diajarkan dalam memilih calon istri atau suami tidak semudah membalikkan telapak tangan, tetapi membutuhkan waktu dan usaha. Karena kriteria memilih harus sesuai dengan syariat Islam. Semisalnya saat hendak menikah kita harus memilih pendamping hidup dengan cermat, karena seorang umat muslim yang sudah menjatuhkan pilihan kepada pasangannya yang berarti akan menjadi bagian dalam hidup selamanya. Wanita yang akan menjadi istri dan menjadi ibu adalah calon pendidik bagi anak-anaknya demikian pula pria menjadi suami atau pemimpin rumah tangga dan bertanggung jawab dalam menghidupi keluarganya. Jadi, jangan sampai menyesal dengan pasangan hidup pilihan kita setelah berumah tangga kelak.

3. Memilih Calon Istri Yang Tepat

akad-nikah-muslimah
image. via contohbajumuslim.blogspot.com

Beberapa petunjuk yang bisa kalian pegang dalam menemukan calon istri yang tepat menurut Islam antara lain adalah berdasarkan agama. Sebaiknya calon istri yang kalian pilih memiliki agama yang kental dan berakhlak baik karena wanita yang mengerti agama akan mengetahui tanggung jawabnya sebagai istri dan juga ibu. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam :

“Perempuan itu dinikahi karena empat perkara, karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan karena agamanya, lalu pilihlah perempuan yang beragama niscaya kamu bahagia.” (Muttafaqun ‘Alaihi)

Dalam hadits di atas dapat kita lihat, bagaimana beliau menekankan pada sisi agama dalam memilih istri dibanding dengan harta, keturunan, bahkan kecantikan sekalipun. Demikian pula Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :

“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang Mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun ia menarik hatimu.” (QS. Al Baqarah : 221)

Selain itu, seorang pria muslim juga sebaiknya memilih istri yang salihah, seperti firman Allah yang berbunyi:

“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

Petunjuk selanjutnya yaitu hendaklah calon istri itu penyayang dan banyak anak. Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah bersabda : “kawinilah perempuan penyayang dan banyak anak.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

4. Memilih Calon Suami Yang Tepat

Pengantin-pria
image. via udinnews.wordpress.com

Sama seperti memilih calon istri, agama menjadi hal yang utama dalam memilih seorang pria untuk dijadikan suami, karena kelak dia lah yang akan menjadi imam mu. Selanjutnya  adalah berilmu dan baik akhlaknya. Karena masa depan kehidupan berumah tangga sangat erat kaitannya dengan memilih suami, maka Islam memberi anjuran agar memilih akhlak yang baik, shalih, dan juga taat beragama.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda :

“Apabila kamu sekalian didatangi oleh seseorang yang Dien dan akhlaknya kamu ridhai maka kawinkanlah ia. Jika kamu sekalian tidak melaksanakannya maka akan terjadi fitnah di muka bumi ini dan tersebarlah kerusakan.” (HR. At Tirmidzi)

Islam memiliki pertimbangan dan ukuran tersendiri dengan meletakkannya pada dasar takwa dan akhlak serta tidak menjadikan kemiskinan sebagai celaan dan tidak menjadikan kekayaan sebagai pujian. Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (nikah) dan hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. An Nur : 32)

Karena laki-laki yang memilki keistimewaan adalah laki-laki yang mempunyai ketakwaan dan keshalihan akhlak. Dia mengetahui hukum-hukum Allah tentang bagaimana memperlakukan istri, berbuat baik kepadanya, dan menjaga kehormatan dirinya serta agamanya, sehingga dengan demikian ia akan dapat menjalankan kewajibannya secara sempurna di dalam membina keluarga dan menjalankan kewajiban-kewajibannya sebagai suami, mendidik anak-anak, menegakkan kemuliaan, dan menjamin kebutuhan-kebutuhan rumah tangga dengan tenaga dan nafkah.

Simak juga “Kalau Sudah Siap Jangan Menunda

Simak juga “Kalau Cinta Jangan Diam, Ungkapkan Isi Hatimu!

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait