4 Cara Jitu Untuk Membangun Motivasi Anak Sejak Dini

mainan-anak-edukatif

Di dunia ini ada dua bentuk motivasi yang kita kenal, yaitu motivasi eksternal dan motivasi internal. Motivasi eksternal ini adalah bentuk motivasi yang datang dari luar diri seseorang, dalam hal ini adalah orang lain. Misalnya saja mengenai keberadaan orangtua atau guru yang memaksa anak atau siswanya untuk mengerjakan PR. Sedangkan saat orangtua atau guru mereka tidak ada di sana, maka si anak cenderung bermalas-malasan atau mengerjakan hal yang lain yang dia suka. Jadi motivasi eksternal ini sangat tergantung pada situasi dan mood.

Sangat berbeda dengan motivasi internal, motivasi internal adalah motivasi yang muncul dari dalam diri orang itu sendiri. Jadi, sebagai orang tua, jika kita ingin anak kita melakukan hal baik tanpa disuruh dan tanpa diawasi, maka orang tua harus bisa menanamkan motivasi internal pada anak. Nah, biasanya motivasi internal ini ditanamkan dalam diri seseorang sejak dini, dengan membangun kepercayaan anak terhadap orangtua, hingga pemahaman akan manfaat.

1. Tanamkan Keinginan Untuk Belajar Pada Anak

cara-mendidik-anak-ala-rasulullah-saw
image. via www.aktual.com

Salah satu hal yang menjadi dasar motivasi pada anak adalah sebuah keinginan untuk mau belajar. Jadi, sebagai orang tua kita harus bisa menanamkan rasa dan keinginan untuk belajar pada anak. Karena pada dasarnya potensi yang dimiliki anak itu sudah ada sejak ia kecil, hal itu ada dalam bentuk keinginan anak yang terus merambat meski ia belum bisa berjalan, bahkan mereka kadang tak peduli sudah jatuh berapa kali. Namun sayangnya justru orang tua sendiri yang mematikan semangat belajar anak, misalnya saja dengan cara banyak melarang, menakut-nakuti, menghukum berlebihan, atau memberi respons sangat minimal terhadap aktivitas keseharian mereka.

2. Jalin Kedekatan Dengan Orang Tua

memecahkan-masalah-saat-bermain
image. via www.webzubra.com

Menjalin sebuah kedekatan antara orang tua dan anak adalah faktor terpenting untuk membangun motivasi internal anak menjadi semakin baik. Karena kedekatan anak dengan orang tua akan meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Anak menjadi tahu bahwa orangtuanya bisa diandalkanoleh mereka. Dan anak juga tahu kepada siapa mereka akan mengadu dan kepada siapa mereka akan bertanya. Sedangkan yang terpenting adalah menimbulkan rasa aman pada diri anak. Sehingga anak-anak yang dibesarkan dengan rasa aman akan memiliki harga diri yang baik kelak, dan dimasa remaja mereka akan tahu cara mengukur diri mereka dengan tepat, tidak minder dan tidak bergantung pada penilaian orang lain. Karena mereka memiliki identitas diri yang jelas.

3. Menanamkan Rasa Sayang Pada Orang Tua dan Sesama

tanggung-jawab-orangtua
image. via sdmtponorogo.com

Kasih sayang adalah salah satu hal yang tak kalah penting dari apapun. Karena kasih sayang dapat membuat seseorang memiliki motivasi tinggi, bahkan terhadap hal yang mustahil sekalipun. Jadi, jika orang tua sudah berhasil menanamkan rasa kasih sayang kepada anak-anaknya sejak dini, maka ada kemungkinan mereka lebih bisa memiliki motivasi yang tulus saat melakukan suatu hal. Karena walaupun ada kecenderungan egois pada diri seorang anak, namun mereka akan mengingat ajaran dan teladan orangtua mereka. Misalnya saja, mungkin anak kita tidak bisa bernyanyi, tapi kalian sebagai orang tua memintanya untuk ikut dalam tim paduan suara, maka si anak pun akan mengikutinya. Karena alasan kasih sayang, kasih sayang anak kepada orang tuanya yang tulus membuatnya mau melakuan hal itu demi orang tua, karena mereka juga yakin bahwa apa yang diminta orang tuanya adalah hal yang baik.

4. Tanamkan Kebiasaan Baik Sejak Kecil

Kebahagiaan-mengenai-anak-y
image. via aufalatifah.blogspot.com

Kebiasaan baik yang sudah dibangun di rumah sejak anak kecil pasti tidak akan mudah dilupakan. Misalnya saja kalau anak-anak belajar teratur sejak kecil, maka saat ia sudah mengerti akan pentingnya belajar, maka mereka tidak perlu disuruh lagi, mereka akan melakukannya sendiri. Jadi alangkah baiknya orang tua bisa menciptakan lingkungan positif untuk menghasilkan hal yang positif.

Simak juga “Perkaya Bahasa Si Kecil Dengan 7 Stimulasi Ini

Simak juga “Antara Belajar atau Bermain? Ini Yang Harus Dilakukan Saat Anak Memasuki Pra Sekolah

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait