4 Pesan dan Nasihat Untuk Wanita Yang Akan Menikah

pengantin-wanita

Semua wanita yang belum menikah pasti selalu berharap kelak akan merasakan bagaimana menjadi seorang istri. Oleh karena itu, wanita sangat perlu membekali diri mereka dengan hal-hal bermanfaat baik di masa depannya kelak saat menjadi seorang istri dan juga ibu. Bekal seorang wanita bisa didapatkannya dari lingkungan sekitar, menambah kapasitas diri, dan juga dari orang tua dalam bentuk nasihat.

Berikut ini adalah beberapa nasehat yang disampaikan para orang tua dan generasi yang lebih berpengalaman kepada wanita yang akan menikah:

1. Seorang Istri Kelak Harus Taat Kepada Suami

istri-shalehah
image. via www.ukhtiindonesia.com

Anas mengatakan bahwa para sahabat Nabi Muhammad SAW saat menikahkan anak perempuannya dengan calon suaminya, maka mereka berpesan kepada anaknya untuk berkhidmat pada suami serta senantiasa menjaga hak seorang suami, karena taat kepada seorang suami adalah salah satu ibadah yang akan mengantarkan para wanita ke surge nan indah.

2. Pesan Seorang Ayah Kepada Anak Perempuannya Saat Pernikahan

wali-pengantin
image. via loveinglass.wordpress.com

Pada saat pernikahan anaknya, Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib memberikan wasiat kepada anak perempuannya yang akan menikah.

Jauhilah olehmu perasaan cemburu, karena rasa cemburu merupakan penyebab jatuhnya thalak. Juga jauhkanlah dirimu dari sifat banyak mengeluh, karena keluh kesah merupakan sebab timbulnya kemarahan, dan hendaklah kamu memakai celak mata, perhiasan yang paling indah serta wawangian yang paling harum ketika berada di dekat suami”.

3. Pesan Seorang Ibu Kepada Anak Perempuannya

Restu-orangtua
image. via evan.reisha.net

Diriwayatkan bahwasanya Asma binti Kharijah Al-Farzari memberikan pesan pada anak perempuannya ketika menikah,

Sesungguhnya engkau telah keluar dari sarang yang engkau tempati menuju hamparan luas yang tidak engkau ketahui, juga menuju teman yang engkau belum merasa rukun dengannya. Oleh sebab itu, jadilah engkau bumi baginya, maka ia akan menjadi langit bagimu. Jadilah engkau hamparan baginya, niscaya dia akan menjadi tiang untukmu. Jadilah hamba sahaya baginya, niscaya dia akan menjadi hamba untukmu. Dan janganlah engkau meremehkannya, karena dia akan membencimu dan janganlah engkau menjauh darinya karena dia akan melupakanmu. Bila dia dekat denganmu maka dekatkanlah dirimu, bila dia menjauhimu maka menjauhlah darinya. Jagalah hidungnya, pendengarannya dan matanya. Janganlah dia mencium sesuatu darimu kecuali wawangian dan janganlah dia melihatmu kecuali engkau dalam keadaan cantik.”

4. Pesan Amamah Binti Harits Kepada Anak Perempuannya

istri-shaleha
image. via www.loveislam.id

Amamah binti Harits berpesan kepada anak perempuannya saat pernikahan, tepatnya ketika membawanya kepada calon suaminya, Amamah binti Harist berpesan kepada anaknya,

“Wahai anak perempuanku! Bahwa jika wasiat ditinggalkan karena keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Tetapi wasiat merupakan sebuah pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal. Jika seorang perempuan merasa cukup pada suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku merupakan orang yang paling merasa cukup dari semua itu. Tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-laki diciptakan untuk perempuan.”

Karena kemuliaan yang seorang perempuan berikan dan persembahkan untuk suami, dan kedamaian yang paling besar baginya adalah perlakuan dari seorang istri yang paling baik. Ketahuilah, bahwasanya seorang perempuan yang sudah menjadi istri tidak merasakan hal tersebut, sehingga kita mempengaruhi keinginannya terhadap keinginan kita sebagai perempuan dan keridhaannya terhadap keridhaan kita. Dan berusahalah untuk tidak menampakkan kebahagiaan di hadapannya jika ia sedang risau, atau menampakkan kesedihan tatkala ia sedang gembira.

Simak juga “5 Hal Yang Harus Disiapkan Sebelum Menikah

Simak juga “6 Hal Yang Harus Ada Agar Pernikahan Sesuai Sunnah Rosul

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait