5 Alasan Kenapa dan Kapan Suami Boleh Memukul Istri?

suami-sayang-istri

“Perempuan-perempuan yang kamu khawatirkan akan nusyuz, hendaklah kamu beri nasihat kepada mereka, pisahkanlah tempat tidur mereka, dan pukullah mereka.” [Surat An-Nisa ayat 34]

Suami boleh memukul istri? Wah rasanya sangat mengerikan hal itu bagi seorang istri. Karena selain urusan poligami, memukul istri memang bagian dari hak yang diberikan Allah SAW pada suami. Hak ini pula yang seringkali dijadikan alasan bagi kaum feminis untuk memojokkan ajaran Islam. Padahal, dalam Al-Quran, jelas sekali diterangkan syarat-syarat bagi suami hingga diperbolehkan memukul istrinya, jadi tidak asal pukul loh ya!

Nah, berikut ini syarat-syarat yang membuat suami boleh memukul istri:

1. Mengetahui Penyebab Pukulan Dan Tujuan Pukulan

disayang-suami
image. via tipselok.blogspot.com

Seseorang suami boleh memukul istri, jika istri telah benar-benar melanggar aturan agama, menodai rumah tangga yang dibina, dan mengancam kehormatan suami juga. Bukan karena hawa nafsu suami, marah yang tak terkendali, dan bukan karena senang melihat istrinya menderita dan terhina. Para suami, hendaklah takut pada Allah SAW dan bertaqwa pada-Nya dalam membina hubungan dengan istrinya.

2. Membatasi Waktu Pemukulan

suami-menasehati-istri
image. via persisalamin.com

Ingat, para suami baru boleh memukul istri jika istri memang sudah tak bisa dinasehati lagi dan tak kunjung mengintrospeksi diri setelah dipisah ranjang.

3. Membatasi alat pemukul

menyayangi-istri
image. via www.dakwatuna.com

Seorang suami tidak boleh memukul istrinya dengan menggunakan cemeti atau tongkat, tetapi cukup dengan tangan, kayu siwak,  atau dengan sapu tangan yang digulung. Artinya, pukulan itu tidak boleh mengakibatkan cedera, menyiksa, dan membabi-buta karena memperturutkan kemarahan. Cukuplah sekadar memberi pelajaran dan bukan untuk menyakiti. Ingatlah bahwa para suami harus berhati-hati menjaga ketaqwaannya dalam membina rumah tangga.

4. Lebih Bagus, Tidak Memukul

lebih-baik-tidak-memukul
image. via glepor.blogspot.com

Ingat bahwa memukul adalah alternatif terakhir, jadi jangan pernah itu dijadikan jalan keluar terakhir selagi kita masih memiliki alternative lain. Karena, selain resikonya yang terbilang besar, ada istri yang justru semakin parah kelakuannya jika dipukul. Pukulan sebaiknya digunakan bila memang si suami yakin benar bahwa pukulan akan memperbaiki sikap istrinya. Apabila si istri telah terlihat memperbaiki diri dengan nasihat yang baik atau teguran, maka sebaiknya suami tidak melanjutkan hingga memukul, karena itu hanya akan meyakiti istri

5. Hikmah Dan Wewenang Suami

rahasia-rumah-tangga-bahagia
image. via sifaloveshijab.com

Wewenang yang dimiliki suami untuk memukul memang amatlah rumit, terlebih bila setiap permasalahan rumah tangga yang bisa terjadi berkali-kali harus selalu dibawa ke pengadilan. Disamping itu, Islam juga sangat menjaga keharmonisan keluarga, terutama yang menyangkut rahasia dan aib suami dan istri. Inilah hikmah, mengapa seorang suami diberi wewenang untuk memberi hukuman dalam keluarga.

Simak juga “3 Hal Ini Yang Harus Kamu Lakukan Ketika Kepercayaan kepada Suami Mulai Hilang

Simak juga “7 Rahasia Ini Keluarga Bahagia Sakinah, Mawadah, dan Warahmah

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait