5 Hal Ini Yang Dilarang Mencurhatkan Suami di Social Media

menceritakan-suami

Sudah menjadi sifat perempuan yang pada umumnya memang senang berbagi, termasuk berbagi isi hati alias curhat. Bahkan, bagi sebagian perempuan curhat bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja. Dan tabiat seperti inilah yang banyak membuat seorang istri kesulitan menyadari bahwa ketika ia mencurhatkan permasalahan keluarganya atau keburukan hubungannya dengan suaminya, yang ditangkap oleh teman curhatnya justru ia sedang membongkar aib keluarganya sendiri,  terutama suaminya. Apalagi jika ia curhat pada orang yang tidak pandai menjaga rahasia dan tidak berjiwa ishlah atau mensolusikan masalah. Alih-alih mendapat jalan keluar, yang terjadi malah aib keluarga menjadi rahasia umum. Padahal awalnya ia hanya berniat berbagi, sekedar ingin didengarkan dan dimengerti atau hanya sekedar mencari pembelaan psikologis untuk menguatkan diri nyalah yang menjadi objek penderita dari aib yang terjadi.

Nah, kebiasaan curhat-mencurhat di mana saja ini menjadi semakin mengkhawatirkan ketika kini tersedia berbagai social media, entah Facebook (FB), Twitter, BBM, Path, dll. Membuat status, twit, dll yang pada akhirnya permasalahan pribadi menjadi konsumsi public. Karena itu, sangat dilarang mencurhatkan konflik keluarga dalam social media:

1. Aib Suami Adalah Aib Istri

suami-sayang-istri
image. via yesmuslim.blogspot.com

Sebagai umat muslim, tentu kita tahu bahwa aib suami sesungguhnya adalah juga aib istri. Atau aib keluarga adalah sebenarnya aib kita juga karena kita adalah bagian dari keluarga kita. Meski jika memang kita yang menjadi korban dari kesalahan yang diperbuat oleh keluarga kita. Tetapi kita dengan suami satu dengan lainnya Allah sebutkan sebagai pakaian. Dan fungsi utama pakaian adalah menutupi aurat yakni hal-hal yang jika terlihat manusia lain pemiliknya akan malu. Meski kita terluka, bukan berarti kewajiban menutupi aurat suami terlepas dari bahu kita. Justru kitalah orang pertama yang harus berbesar hati menutupinya, dan mencari jalan keluar terbaik. Jadi jangan sampai kita mengumbar aib keluarga kita di muka umum.

2. Dapat Menimbulkan Salah Paham

mengingatkan-suami
image. via www.mediaislamia.com

Ingat, bahwa melakukan curhat di social media dapat menimbulkan pertengkaran, karena hal ini rentan salah paham. Faktanya bahasa tulisan lebih banyak memicu salah paham karena masing-masing orang yang membaca akan menafsirkannya dengan komponen-komponen penilaian yang berbeda, mulai dari tanda baca dll yang tentunya tidak menghasilkan persepsi yang sama bagi semua orang. Nah, jika curhatan kita dibaca oleh orang yang bersangkutan dengan cara pandang yang berbeda tentu masalah akan bertambah runyam.

3. Cara Pandang Terlalu Subjektif

suami-menasehati-istri
image. via persisalamin.com

Sepasangan suami istri yang sedang mengalami konflik tentu sangat mudah terbakar amarah. Jadi jika belum bertemu melakukan klarifikasi, belum tentu perspektif istri sama dengan perspektif suami. Karena lelaki dan perempuan berbeda dalam memandang permasalahan. Bisa jadi, sesungguhnya suami kita yang lebih banyak dirugikan atas konflik yang tengah terjadi. Jadi, jangan buat apa yang belum jelas menjadi tambah kabur dengan curhat-curhat yang hanya memuaskan hati sesaat namun berdampak panjang.

4. Lebih Baik Terus Terang Daripada Menyindir

image. via sifaloveshijab.com
image. via sifaloveshijab.com

Orang dewasa lebih senang berterus terang dan blak blakan dalam mengungkapkan permasalahan, jadi jangan gunakan social media sebagai ajang menyindir, karena hal itu hanya akan membuat masalah menjadi semakin kacau. Hal ini lebih menyakitkan karena pihak yang kita sindir merasa tidak dianggap sebagai pribadi yang dewasa.

5. Social Media Hanya Tempat Orang Yang Penasaran Saja, Bukan Tempat Orang Peduli

memberikan-contoh-yang-baik
image. via http://www.arrahman.id/lakukan-5-tips-ini-agar-si-kakak-lebih-menyayangi-adiknya/

Social media adalah tempat berkumpulnya banyak orang yang tidak kita tahu kondisi masing-masing pribadinya, karena mereka hanya melakukan pencitraan yang ingin ditunjukkan pada orang lain. Orang-orang bertanya cenderung karena mereka penasaran saja, tetapi tidak benar-benar peduli dengan permasalahan itu. Perjalanan hidup tidak selamanya mulus, terutama tentang muamalah kita dengan manusia lainnya. Jadi jangan biarkan dirimu dipermalukan karena ulahmu sendiri.

Simak juga “4 Hal Ini Perlu Istri ingatkan, Ketika Suami Terlalu Sibuk di Luar Rumah

Simak juga “Sudah Hamil Apa Belum? Pertanyaan Basa-Basi Yang Ternyata Bisa Melukai Seseorang

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait