5 Hal Yang Harus Disiapkan Sebelum Menikah

mempunyai-pemahaman-agama

“Wahai sekalian pemuda, barangsiapa di antara kalian telah bermampu, maka hendaklah ia menikah, karena pernikahan lebih dapat menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan farj. Dan barangsiapa belum mampu, hendaklah ia berpuasa, sungguh puasa itu benteng baginya.” [HR Al Bukhari dan Muslim]

Menikah bukanlah hal remeh yang bisa dilakukan hanya dengan dasar keinginan. Karena menikah adalah satu tahap kehidupan yang akan mengantarkanmu pada berbagai tanggung jawab dan rencana jangka panjang, membangun generasi baru, mendidiknya hingga sukses, dan menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.

Dan, apa saja sih kiat khusus yang wajib kita lakukan sebelum yakin bahwa kita akan menikah dan hidup bersama orang pilihan yang sudah disiapkan oleh Allah SWT? Berikut 5 persiapan yang insyaallah akan membuat pernikahan kita bisa berjalan sesuai dengan ridha Allah.

1. Persiapan Spiritual

wanita-istikharah
image. via keluargacinta.com

Persiapan spiritual ini meliputi kesiapan kita sebagai manusia untuk mengubah sikap mental menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab, mau untuk berbagi, mengurangi dan menghilangkan sifat egois, dan rela untuk berlapang dada. Dan yang pasti adalah kesiapan kita untuk sabar dan selalu bersyukur dengan segala ketentuan Allah yang mengatur hidup kita seutuhnya, terlebih dalam kehidupan rumah tangga.

2. Persiapan Ilmu dan Intelektual

wanita-cantik-taat
image. via image. via www.hipwee.com

Membangun rumah tangga juga sangat membutuhkan dasar dan kesiapan ilmu serta intelektual yang baik. Jadi, bersiaplah menata rumah tangga dengan pengetahuan, ilmu, dan pemahaman. Ada ilmu tentang Ad Diin, ilmu tentang berkomunikasi yang ma’ruf kepada pasangan kita, ilmu untuk menjadi orangtua yang baik dan mampu mendidik anak-anaknya dengan baik, ilmu tentang penataan ekonomi rumah tangga. Dan banyak ilmu yang lain yang akan mendukung sebuah kesuksesan dalam berumah tangga. Jadi, bekalilah dirimu dengan ilmu yang baik dan bermanfaat, agar tidak salah melangkah dalam kehidupan berumah tangga.

3. Persiapan Fisik

meningkatkan-aktivitas
image. via ferinandang.blogspot.com

Saat ini, kesehatan fisik sudah menjadi salah satu syarat yang penting yang harus disiapkan, bahkan sebelum menikah. Semisalnya saja jika memiliki penyakit-penyakit, apalagi berkait dengan kesehatan reproduksi, maka harus segera diusahakan penyembuhannya agar tidak menjadi penghambat dalam proses reproduksi kelak saat berumah tangga.

4. Persiapan Material

nikah-dulu-baru-mapan
image. via wedding.poetrafoto.com

Dalam sebuah konsep awal pernikahan dan hidup berumah tangga, tugas suami adalah menafkahi keluarga, bukan mencari nafkah. Jadi, bekerja itu keutamaan dan juga penegasan kepemimpinan seorang suami. Maka persiapan finansial untuk menikah sama sekali bukan tentang berapa banyak uang, rumah, atau kendaraan yang harus kita punyai. Melainkan persiapan finansial atau material ini adalah menyangkut kemampuan untuk menghasilkan nafkah, wujudnya dan upaya untuk menghasilkan nafkah, dan juga kemampuan mengelola apapun yang ia miliki.

Ingatlah bahwa kemapanan itu tidak akan abadi. Saat belum mapan masing-masing pasangan bisa belajar untuk menghadapi susah senang kehidupan bersama-sama. Bahkan ketidakmapanan yang disikapi positif mampu memperkuat ikatan cinta.

5. Persiapan Sosial

walimah-yang-baik
image. via idepernikahan.com

Persiapan social ini artinya adalah sebuah kesiapan untuk hidup bermasyarakat, faham bagaimana bertetangga, mengerti bagaimana bersosialisasi dengan sesame dan mampu mengambil peran di tengah masyarakat.

Itulah persiapan yang harus dimiliki seseorang sebelum ia meutuskan untuk menikah dan membangun rumah tangga. Persiapan ini menjadi suatu yang kita kerjakan dalam sebuah proses yang tak berhenti. Seberapa banyak dari persiapan di atas yang harus dicapai sebelum menikah? Ukurannya menjadi sangat relatif. Karena, proses persiapan hakikatnya adalah juga proses perbaikan diri yang kita lakukan sepanjang waktu. Setelah menikah pun, kita tetap harus terus mengasah semua yang kita sebut sebagai persiapan menikah itu.

Jadi, seberapa pun persiapan yang telah kamu lakukan dan sesedikit apapun bekal yang kamu miliki, kamu sudah dituntut menikah kalau sudah ba’ah. Maka persiapan utama adalah komitmen. Komitmen untuk menjadikan pernikahan sebagai perbaikan diri terus menerus, karena faktor utama dari barakah adalah mempermudah proses dan tidak mempersulit diri, apalagi mempersulit orang lain.

Simak juga “6 Hal Yang Harus Ada Agar Pernikahan Sesuai Sunnah Rosul

Simak juga “Pernikahan, Tidak Hanya Tentang Kebahagiaan dan Keindahan

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait