5 Penyebab Kembung Pada Bayi Yang Tidak Bunda Sadari



Untuk beberapa masalah mengenai kembung pada bayi, memang dianggap hal yang wajar dan biasa saja, bahkan hal itu cenderung dianggap normal dan tidak berbahaya. Namun, ada juga beberapa kasus kembung yang harus diwaspadai dan bisa menjadi gejala terhadap suatu penyakit yang tak bisa dianggap remeh.

Jadi, Bunda diharapkan harus selalu waspada dan mengenali dengan baik gejala-gejala yang membedakan tingkat keparahan kembung pada bayi. Karena biasanya bayi usia di bawah satu tahun sering mengalami kembung, karena itulah usia bagi si kecil untuk menyempurnakan proses pencernaannya, apalagi bagi bayi yang sudah mengkonsumsi makanan padat pertamanya.

Jadi, berikut ini yang harus Bunda ketahui menyangkut hal-hal yang menjadi penyebab kembung yang sering tak disadari.

1. Si Kecil Banyak Diajak Bergerak Saat Makan

makan-sendiri
image. via www.utakatikotak.com

Bunda mungkin sering mengajak si kecil jalan-jalan saat makan, agar makannya banyak. Tapi tahukah Bunda bahwa banyak bergerak saat makan itu membuat banyak udara terperangkap ke saluran pencernaan si kecil, dan akhirnya menyebabkan kembung. Jadi perlakukanlah si kecil layaknya orang dewasa yang tak perlu banyak bergerak saat makan.

2. Konsumsi Makanan Pendamping ASI Berlebih

memberikan-susu-perah
image. via gizitinggi.org

Saat si kecil sudah memasuki usia 6 bulan dan sudah boleh memakan makanan lain selain ASI, mungkin Bunda terlalu bersemangat memberikan asupan makanan. Tapi perlu diingat ya Bund, bahwa asupan MPASI harus tetap dibatasi, terutama jangan terlalu banyak konsumsi brokol, kacang, dan juga kol, karena sayuran yang sehat itu ternyata bisa menyebabkan kembung. Ada juga bayi yang cukup sensitif saat mengonsumsi makanan kaya serat seperti sereal dan makanan berlemak.

2. Kurang Minum Air

bayi-nangis
image. via nyolong-news.blogspot.com

Jangankan bayi, orang dewasa pun pasti akan mengalami masalah jika kurang minum air. Jadi Bunda harus ingat, jangan sampai si kecil kurang minum air, karena bisa menyebabkan masalah konstipasi dan juga gas yang berlebih, hal ini tentu membuat perut si kecil tidak nyaman.

3. Membiarkan Bayi Menangis Terlalu Lama

peran-orangtua-malam-hari
image. via www.merdeka.com

Nah, ini dia yang kadang tak disadari oleh Bunda, membiarkan si kecil menangis terlalu lama. Hal ini sangat tidak baik, selain membuat si kecil merasa diabaikan, hal itu juga bisa membuatnya kembung. Karena menangis terlalu lama dapat membuat udara masuk ke mulut sehingga mengakibatkan perut bayi menjadi kembung.

4. Tidak Cocok Dengan Jenis Susu Yang Dikonsumsi

menyusui-yang-baik
image. via id.theasianparent.com

Susu terbaik untuk bayi jelas adalah ASI. Namun bagaimana lagi jika bayi tidak bisa mengkonsumsi ASI karena beberapa alasan. Nah, jadilah alternative lain yang dilakukan Bunda adalah menggunakan susu formula, namun perlu diingat bahwa konsumsi susu formula ini juga harus sesuai dengan bayi. Karena banyak juga bayi yang kembung karena diakibatkan intoleransi protein dalam minuman ataupun makanan yang dikonsumsinya loh Bund. Semisalnya saja jika bayi kembung akibat intoleransi protein dari susu formula yang diberikan Bunda, maka dokter bisa jadi akan menyarankan susu hipoalergenik agar tidak kembung. Jadi jangan asal ya Bund memberikan susu pada si kecil.

Meskipun biasanya tidak berbahaya, tetapi tak ada salahnya jika Bunda segera periksakan si kecil kepada dokter jika kembung tak kunjung reda hingga maksimal tiga hari, terlebih jika disertai gejala-gejala lain, seperti demam, diare, dan juga muntah.

Simak juga “Mual Menjadi Satu Tanda Kehamilan Yang Sehat Melalui 3 Hal Ini

Simak juga “4 Bahaya Ada Di Dekat Suami Yang Merokok Bagi Ibu Hamil

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait