5 Pertanyaan Mengenai Ta’aruf Yang Sering Muncul Di Benak Kita

ta'aruf

Ketika kita mendengar istilah kata ta’aruf, maka akan muncul berbagai pertanyaan dalam benak kita. Mulai dari arti, makna, cara, dan lain sebagainya. Pada dasarnya Ta’aruf adalah sebuah proses yang amat dianjurkan dalam ajaran agama Islam, namun Ta’aruf dianggap sangat ribet dan mengerikan. Meskipun pada kenyataanya Ta’aruf tidak seheboh dengan apa yang kita bayangkan. Namun masih banyak masyarakat yang kurang paham mengenai esensi dari Ta’aruf itu sendiri dan mereka beranggapan bahwa ta’aruf itu hanyalah tradisi kuno, terlalu kolot dan sangat tidak mengikuti zaman.

Di dalam ajaran Agama Islam, ta’aruf pada hakikatnya sebuah kegiatan bersilaturahim atau proses pengenalan antara keluarga pria dan wanita yang bertujuan ingin saling mengenal satu sama lain dengan tujuan yang mulia, yaitu menikah tanpa melakukan pacaran. Karena ta’aruf memiliki perbedaan yang sangat mendasar dengan pacaran, baik itu dari segi manfaat dan juga tujuan sangatlah berbeda. Jika menurut pandangan kaum fundamentalis tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat tanpa adanya rasa tanggung jawab dan juga ikatan yang jelas diantara keduanya. Sedangkan ta’aruf memiliki tujuan yang jelas, antara lain adalah mengetahui kriteria calon pasangan tanpa menodai kesucian antara keduanya.

Nah, berikut ada 5 pertanyaan yang seringkali muncul di benak kita mengenai ta’aruf.

1. Apa itu Ta’aruf?

apa-itu-ta'aruf
image. via www.hipwee.com

Di dalam Al-Quran Allah berfirman : “Hai manusia sesungguhnya kami telah menciptakan kalian dari seorang pria dan seorang wanita, lalu menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal (ta’arofu)..” (QS. Al-Hujurot : 13)

Agama Islam sangat menolak segala bentuk maksiat dalam interaksi antara laki-laki dan wanita, semacam tunangan dan pacaran atau istilah-istilah lain yang biasa dipakai di tengah masyarakat. Namun Islam menukar metode-metode maksiat dengan metode ta’at sebelum nikah seperti ta’aruf yang halal agar tujuan pernikahan bisa tercapai dengan baik. Karena pada dasarnya prosesi ta’aruf adalah proses yang dijalani oleh orang memang sudah memantapkan hati dan juga telah siap untuk menikah. Jadi ta’aruf jelas berbeda dengan pacaran. Jadi, sebelum melakukan ta’aruf, kita harus memastikan diri dulu bahwa kita telah siap untuk menikah, baik dari segi mental, dukungan keluarga, maupun ekonomi.

2. Apakah Boleh Bersentuhan Fisik Saat Ta’aruf?

boleh-bersentuhan-fisik-saat-ta'aruf
image. via www.vemale.com

Islam mensyariatkan, pria dan wanita yang bukan muhrim dilarang untuk berinteraksi berlebihan, apalagi saling bersentuhan, karena hal tersebut akan berpotensi mengundang syahwat. Jadi, sebelum keduanya menjadi pasangan suami istri yang sah lebih baik jangan terlalu sering berinteraksi langsung dan tanpa perantara atau saksi, apalagi saling bersentuhan fisik.

Karena Rosul memang membolehkan untuk melihat wanita yang kita ajak untuk ta’aruf hingga memiliki kecenderungan padanya, namun melihat disini hanya sebatas melihat wajahnya, tidak perlu membuka kerudung apalagi jilbabnya. Dan komunikasi melalui media sms, bbm, dll pun dibolehkan hanya sebatas jika ada keperluan dan buka basa-basi.

3. Apa Saja Yang Harus Dipertimbangkan Untuk Berta’aruf?

mempertimbangkan
image. via artikelmuslimah.wordpress.com

Pada kenyataannya memilih calon istri atau calon suami tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Karena Memilih pasangan hidup memang memerlukan pertimbangan yang sangat matang. Oleh karena itu kita harus cermat dan teliti dalam memilih pasangan, pertimbangkan bagaimana akhlaknya, bagaimana pengamalan agamanya, dan bagaimana ia menjaga perintah dan menjauhi larangan Allah.

4. Kalau Sudah Terlanjur Pacaran Bagaimana? Apa Masih Bisa Ta’aruf?

terlanjur-pacaran-bagaimana?
image. via abiummi.com

Tak ada kata terlambat dalam melakukan kebaikan dan perintah Allah. Allah Maha Pengampun, jadi kalau kamu yang sudah terlanjur pacaran, namun ingin berta’aruf, maka itu pun sangat bisa dilakukan.

Maka mulailah mengintrospeksi diri masing-masing, hindari interaksi fisik dan saling memperbaiki diri sendiri agar hubungan yang dijalin lebih diridhoi oleh Allah.

5. Saat Memutuskan Ta’aruf, Apa Harus Segera Menikah?

segera-menikah
image. via seputarkotabdg.blogspot.com

Kalau mengenai hal ini, jelas tergantung pada kesiapan kalian berdua sebagai calon pasangan, apa memang mau dilanjut atau tidak. Jadi, ta’aruf tidak mutlak akan menikah loh ya. Karena setelah proses awal ta’aruf pun masing-masing pihak masih boleh menolak jika memang tidak ada kecocokan, dan semua itu bisa diutarakan dengan cara yang halus dan sopan.

Namun jika memang sudah merasa pas di hati, dan kedua nya merasa cocok, maka menunggu apa lagi? Bahkan bisa hari itu juga di langsungkan pernikahan kalau kedua belah pihak setuju dan siap. Hanya saja, sebaiknya kedua belah pihak beristikharah memohon kepada Allah agar diberi petunjuk, ketetapan dan keteguhan hati untuk menentukan pilihan yang terbaik menurut Allah.

Jadi, sudah jelaskan bahwa proses ta’aruf sangat memudahkan kita dalam menjalankannya, dan yang jelas tidak ada yang dirugikan satu sama lain.

Simak juga —-> “Saat Melakukan Ta’aruf Jangan Lupa Mengajukan 7 Pertanyaan In

Simak juga —-> “3 Tips Berinteraksi Aman Selama Proses Ta’aruf Hingga Hari Pernikahan

Simak juga —-> “Sudah Ta’aruf, Tapi Kok Masih Gagal Nikah

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait