5 Pertanyaan Untuk Para Istri Agar Menjadi Istri Idaman Hati Suami



Tiada wanita yang paling bahagia di dunia ini melainkan kalau ia begitu dicintai suami dan dapat membahagiakan suami. Apalagi bagi seorang muslimah pernikahan bukan sekedar pelabuhan cinta tapi jembatan menuju surga Allah SWT.

Pernikahan adalah sebuah ladang amal soleh bagi wanita, segala keuntungannya akan dipetik di dunia dan yang paling utama adalah di akhirat. Maka wanita yang paling bahagia dan paling sukses adalah mereka yang dimuliakan Allah SWT di akhirat kelak.

Kamu nanti yang akan menjadi wanita terbaik dan tercantik di dalam surga Allah Ta’ala mengalahkan kecantikan dan keelokan para bidadari di surga.

Imam Ath-Thabraniy meriwayatkan bahwa Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasulallah, apakah perempuan dunia yang lebih afdhal ataukah bidadari surga?”

Beliau saw. menjawab, “Perempuan dunia lebih afdhal dari bidadari surga seperti keutamaan pakaian luar dari pakaian dalam.” Ummu Salamah bertanya lagi, “Dengan apa itu?”

“Dengan shalat, puasa, dan ibadah mereka kepada Allah SWT. Allah SWT. menghiasi wajah mereka dengan cahaya, pakaian yang paling baik, perhiasan emas, tempat mereka (dihiasi) mutiara, sisir mereka emas. Mereka berdendang dengan suara lantang yang belum pernah didengar oleh mahluk.

Mereka berkata, “ingatlah kami adalah kekal dan kami tidak mati, ingatlah kami mendapat penuh kenikmatan sehingga kami tidak pernah bersedih selamanya, ingatlah kami tidak pernah bersedih selamanya, ingatlah kami orang yang mukim sehingga tidak pernah berpindah selamanya, ingatlah kami senantiasa ridha sehingga kami tidak marah selamanya. Alangkah bahagianya orang yang kami dulu menjadi miliknya (istrinya) dan dia adalah milik (suami) kami.

Cobalah mengukur diri Anda sendiri para istri dengan beberapa pertanyaan berikut, lalu lihat hasilnya apakah Anda sudah menjadi istri idaman hati suami, dan semoga Allah memudahkan perjalanan Anda ke surga. Oleh sebab itu, berikut ini ada beberapa pertanyaan untuk melihat seberapa baik diri kamu sebagai istri.

1. Apakah kamu bisa untuk selalu rendah hati?

muslimah-cantik-di-taman
image. via quartsz.blogspot.com

Di hadapan suami walaupun mungkin level status sosial dan pendidikan juga pekerjaannya berada di bawah kamu, tapi kamu harus tetap rendah hati. Ingatlah Nabi saw. bersabda:

“Seandainya aku memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, niscaya akan aku perintahkan para isteri untuk sujud kepada para suami mereka, karena besarnya hak yang Allah berikan kepada para suami atas mereka”

2. Bisakah kamu untuk selalu berterima kasih kepada suami?

menikah-tanpa-beban
image. via arearanjang.blogspot.com

Atas kebaikan yang suami berikan untuk keluarga meski itu mungkin remeh di hadapan orang lain dan Anda sendiri. Namun, kamu harus tetap berterimakasih. Ingatlah Nabi saw. bersabda:

“Allah tidak memandang kepada perempuan yang tidak berterima kasih kepada suaminya dan dia tidak berupaya mengerjakan sendiri tanpa merepotkan suaminya.”

3. Apakah Anda selalu berusaha untuk membuatnya ridho, senang dan bahagia?

ibu-seutuhnya
image. via www.tantiamelia.com

Meski mungkin terkadang ada ketidak cocokan di antara kamu berdua, tetaplah berusaha untuk mmbuatnya senang, dan bahagia. Sebagaimana Nabi saw. bersabda:

Maukah aku beritahukan tentang perempuan kalian di surga?” Kami berkata, “Benar ya Rasulallah!” Beliau bersabda, “Setiap perempuan yang subur, penyayang, jika ia dibuat marah atau diperlakukan buruk atau suaminya marah, ia berkata, ‘ini kedua tanganku di tanganmu, aku tidak akan bisa memejamkan mata hingga engkau ridho’.”

4. Bisakah kamu mendahulukan hak suami?

keluarga-bahagia
image. via lukihermantofotografix.wordpress.com

Dibandingkan hak kamu sendiri, karir kamu, dakwah Anda bahkan mungkin orang tua kamu, karena memang pernikahan menjadikan seorang suami wajib untuk ditaati oleh para istri. Nabi saw. bersabda.

“Seorang perempuan tidak bisa menunaikan hak-hak Allah SWT. hingga ia menunaikan hak-hak suaminya seluruhnya.”

5. Bisakah kamu menjaga kehormatan diri?

pilih-pilih-jodoh
image. via moeslimonline.com

Ketika sedang tidak bersama suami, kamu harus senatiasa menjaga kehormatan keluarga. Tidak bersenda gurau dengan lelaki lain dan membiarkan diri kamu dirayu orang lain. Ingatlah!

Nabi saw. bersabda tentang ciri perempuan salehah adalah, “…jika engkau (suaminya) tidak bersamanya, maka ia menjaga kehormatan dirimu.”

Mungkin ini sedikit bahan pertanyaan bagi para muslimah, khususnya para istri, demi memperbaiki kualitas rumah tangga Anda dan meningkatkan level ketaatan Anda di hadapan suami dan pastinya Allah SWT. Semoga Allah memberkahi rumah tangga kaum muslimin yang taat kepadaNya.

Simak juga “10 Wasiat untuk Wanita Sholehah Agar Rumah Tangga Semakin Bahagia

Simak juga “5 Manajemen Pertengkaran dengan Pasangan dalam Rumah Tangga

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait