5 Tantangan Di Awal Memasuki Kehidupan Pernikahan

disayang-suami

Saat memasuki kehidupan di awal pernikahan ini biasanya banyak tantangan yang harus kita hadapi. Sepasang suami istri yang baru saja melalui ritual pernikahan ini dan sekelumit acara keluarga seperti jamuan makan pasca nikah, salam, doa dan pelukan selalu mendekatkan meraka pada kerabat dekat.

Dalam tahap awal ini pasangan yang baru hidup bersama ini sekarang masih orang asing karena mereka baru mulai memasuki kehidupan rumah tangga yang sangat jauh berbeda dengan masa perkenalan dulu. Jika pasangan tidak melangkah dengan hati-hati, penuh kasih sayang, kesabaran dan kebijaksanaan, maka perselisihan alami mereka di tahun-tahun awal pernikahan bisa berhembus keluar dan menjadi masalah besar yang sangat sulit untuk dipecahkan.

Sehingga, sangat penting bagi setiap pasangan yang baru menikah untuk mengingat beberapa tips penting saat mereka memulai fase baru dalam hidup mereka:

1. Masa Untuk Mengenal Keluarga Baru

walimah-yang-baik
image. via idepernikahan.com

Masa awal pernikahan adalah masa untuk mengenal keluarga baru, hal ini meliputi keluarga besar dan teman atau kenalan dari kedua belah pihak. Terlebih saat pernikahan, akan banyak kerabat yang datang bersama-sama untuk merayakan ikatan perkawinan, mulai dari yang kita kenal sampai pada orang yang belum pernah kita lihat. Oleh karena itu, dalam beberapa hari pertama, pernikahan melibatkan bertemu banyak orang baru, mengingat banyak nama dan wajah-wajah baru, menerima jabat tangan dan pelukan dari banyak orang, dan berbagi kegembiraan dengan orang asing yang tidak dikenal sama sekali.

2. Mampu Mengontrol Lidah Saat Berbicara

saling-mendengarkan
image. via lukihermanto.com

Kita tahu ada istilah mengontrol lidah akan meminimalisir masalah, oleh karena itu semakin sedikit pasangan baru mengatakan satu sama lain di depan keluarga mereka dalam beberapa minggu pertama pernikahan, maka hal itu akan semakin baik. Karena pengantin baru itu menjadi pusat perhatian dan hampir selalu di bawah pengawasan dekat oleh orang-orang di sekitar mereka, dan mengatakan sesuatu pada waktu yang salah, atau bahkan dengan nada yang salah, akhirnya dapat menyebabkan kesalahpahaman, salah-persepsi dan memberikan peluang terjadinya keributan.

“Jadi, sebaiknya pasangan baru harus bisa mengontrol lidahnya saat berbicara.”

3. Jangan Sampai Meributkan Hal Sepele

keluarga-bahagia
image. via lukihermantofotografix.wordpress.com

Hal-hal sepele bisa meledak di luar dugaan jika pasangan langsung mengambil kesimpulan sendiri dan terlalu reaksionir pada awal pernikahan. Misalnya, seorang istri mungkin saja jatuh sakit tepat setelah pernikahannya dan akibatnya, meninggalkan pekerjaan rumah tangga karena dia kurang pengalaman. Dan, pada titik tersebut, istri membutuhkan suaminya untuk mendukung dan peduli, jika suami malah berpikir sebaliknya dan mulai memaksa istri untuk melakukan semua tugas-tugas, bahkan ketika dia sakit, karena kekhawatiran bahwa jika suami melakukan pekerjaan sendiri akan mendorong istri menjadi malas, ini akan menyebabkan banyak kerusakan pada hubungan mereka. Istri akan melihat dia sebagai orang yang keras, menindas dan tidak sensitif.

Cobalah untuk mengabaikan ego pribadi dalam beberapa bulan pertama dan sampaikan ke pasangan kita bahwa kita akan selalu ada disisinya. Dan ini adalah salah satu pesan yang paling menghibur bahwa mereka dapat mengasihi satu sama lain dalam pernikahan baru mereka.

4. Selalu Mencoba Untuk Sabar Selama Kehamilan Pertama

kebaikan-pada-janin
image. via azaleav.wordpress.com

Saat memasuki masa awal pernikahan, hingga akhirnya pasangan baru dikaruniai kehamilan, maka kedatangan seorang anak akan mengajarkan sepasang suami istri untuk lebih bisa menghadapi seluruh dunia baru dengan hal yang baik, dalam emosi, perasaan, dan pengalaman hidup. Anak menambahkan nilai dalam keluarga dan mempengaruhi semua hubungan yang ada. Ini adalah fakta bahwa kedatangan bayi pertama, yang dalam banyak kasus, adalah berkah yang sangat ditunggu dari Allah, menyebabkan penyesuaian yang baik, hubungan suami dan istri yang nyaman untuk melalui masa transisi besar yang pertama.

Dan, hal yang terpenting bagi sepasangan suami istri yang dapat membantu mereka melewati kehamilan dan kelahiran pertama adalah sebagai pasangan yang penuh kasih, saling mendukung dan memiliki ikatan emosional yang dekat, semua itu adalah untuk melatih kesabaran, kasih sayang dan empati satu sama lain.

5. Waktu Yang Akan Menyembuhkan Setiap Luka

muslimah-cantik-di-taman
image. via quartsz.blogspot.com

Ada jatuh bangun dalam sebuah kehidupan pernikahan, baik itu di awal bahkan hingga usia pernikahan yang semakin menua. Tapi, semua masalah dan dinamika yang terjadi dalam kehidupan pernikahan pasti akan membuat sepasang suami istri semakin kuat dalam menjalaninya.

Jika di tahun-tahun awal Allah menguji pasangan yang baru menikah agar bertahan dalam menghadapi masalah yang akhirnya menjadi batu loncatan menuju tingkat yang lebih tinggi dari kekuatan dan saling mendekatkan. Pada kenyataannya, tantangan ini dikirim dalam jalan hidup mereka untuk alasan yang sangat baik yaitu untuk membuat suami dan istri saling dekat. Semakin banyak masalah yang mereka atasi, semakin suami dan istri menjadi lebih kuat sebagai sebuah tim.

Simak juga “4 Pesan dan Nasihat Untuk Wanita Yang Akan Menikah

Simak juga “5 Hal Yang Harus Disiapkan Sebelum Menikah

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait