6 Cara Mengembangkan EQ (Kecerdasan Emosi) Si Kecil

ayah-teladan

Sebagai orang tua, harus Anda perlu sadari bahwa jika si anak cukup cerdas emosinya, maka kemungkinan ia bisa hidup bahagia dan sukses akan terus meningkat. Kami ingin berbagi beberapa cara untuk mengembangkan kecerdasan emosi si kecil kesayangan Anda.

1. Beri contoh teladan

kasih-sayang-ibuk
image. via www.smpdt.daaruttauhiid.org

Anak sudah pasti akan meniru apa yang dilakukan orang tuanya. Mereka mencontoh cara Anda menghadapi dan menyelesaikan permasalahan, melihat apakah Anda bisa menyadari apa yang Anda rasakan dan seperti apa reaksi Anda terhadap perasaan orang lain.

2. Jangan ragu berkata TIDAK

menghukum-anak
image. via www.muslimahzone.com

Tidak semua keinginan anak harus dipenuhi. Mengucapkan kata tidak atau menolak apa yang diminya olehnya akan membuat ia belajar ntuk mengatasi kekecewaan dan mengontrol emosinya sendiri. Kebiasaan mendapatkan apa yang diinginkannya dengan mudah tidak akan membuatnya bahagia, malah akan membuatnya lemah dan manja. Tapi ingat, jangan berlebihan dan terlalu pelit untuk bilang IYA.

3. Ajari tanggung jawab

tanggung-jawab-orangtua
image. via sdmtponorogo.com

Ajari si kecil untuk bertanggung jawab sejak dini. Anak yang terbiasa melaksanakan tugas rumah tangga sejak dini akan cenderung lebih bahagia dan sukses saat dewasa. Ini dikarenakan ia telah dibiasakan untuk menyadari keberadaan dan perannya yang sangat pentig dalam keluarga. Si kecil juga perlu mendapatkan penghargaan setimpal dengan apa yang sudah susah payah dilakukannya.

4. Awas pengaruh media

mengajarkan-apa-itu-gajet
imgae. via www.ppgsidoarjo.org

Jangan biarkan buah hati Anda dibesarkan dan diatur oleh media. Biarkan ia bermain dengan bebas, dan jangan biarkan ia menghabiskan lebih banyak waktunya di depan layer televisi atau computer. Justru dengan bermain dengan bebas di luar bersama teman-temannya, ia akan mengembangkan ketrampilannya menyelesaikan masalah dan kreativitasnya dengan baik.

5. Jangan hanya menjadi ‘juri’

memberikan-stimulus
image.via www.klikdokter.com

Belajarlah untuk mengenali perasaan tanpa harus memberikan penilaian. Misalnya, jika anak menangis, tanyakan padanya mengapa merasa sedih. Ini akan lebih efektif dibanding dengan menyuruhnya berhenti menangis. Justru dengan menekan apa yang dirasakannya malah akan membuat perasaan tersebut terpendam dan mengerak.

6. Pandangan positif

wanita-muslimah-pasca-melah
image. via www.metrosiana.com

Apa yang Anda pikirkan adalah apa yang nantinya akan terwujud nyata. Jangan anggap buah hati Anda sebagai masalah. Bila iya, maka keluarga Anda juga akan menemui banyak masalah. Jangan berpikiran negativf bahwa ia adalah sosok yang nakal, karena ia akan menjadi seperti yang ada dalam pikiran Anda nantinya. Kembangkan kecerdasan si kecil dengan menganggapnya dan berpikiran positif bahwa ia adalah sosok yang luar biasa dan mampu mengatasi masalahnya.

Simak juga “4 Kebiasaan Salah Yang Sering Dilakukan Ibu Tanpa Sengaja

Simak juga “Termasuk Tipe Orang Tua Yang Manakah Kita?

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait