6 Cara Sederhana Mengatur Keuangan Untuk Pengantin Baru

Untuk-Pengantin-Baru

Banyak hal baru yang harus kamu lakukan setelah menikah, mengatur rumah tanggamu sendiri tanpa campur tangan kedua orang tua, karena ini adalah rumah tanggamu, bukan rumah tangga orang tuamu, jadi sebisa mungkin atasi segala sesuatu yang ada dalam rumah tanggamu sendiri. Pasalnya menikah adalah tahap kemandirian, saat kamu memutuskan untuk membangun keluarga sendiri, tanpa bergantung lagi pada orang tua.

Hal ini akan terasa sangat jelas dalam kehidupan finansial. Kamu harus mengatur masalah keuanganmu hanya dengan pasanganmu, tidak lagi merengek minta uang bulanan pada orang tua, atau menjadi benalu bagi keluarga orang tuamu. Mungkin semua akan baik-baik saja jika selagi lajang kamu sudah terbiasa mengatur keuanganmu sendiri dan memiliki penghasilan sendiri. Tetapi akan berbeda jika sebelum menikah kamu masih menjadi “beban” orang tuamu. Hanya saja jika kamu sudah terbiasa mengatur keuanganmu selagi lajang, maka permasalahan yang timbul saat ini setelah kamu menikah adalah bagaimana mengatur keuanganmu bersama pasangan hidupmu. Karena tak mungkin kalian hidup masing-masing.

Kehidupan pernikahan berbeda denang kehidupanmu saat lajang. Karena ada dua pribadi yang berbeda yang memiliki pemikiran berbeda, cara pandang berbeda, gaya hidup yang berbeda serta juga kebutuhan hidup yang berbeda pula. Maka, berikut ada 6 cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatur masalah keuangan sebagai pengantin baru.

Ya, ini penting untuk kamu baca di masa – masa awal pernikahanmu, sebelum kamu expert menjadi manajer keuangan di keluargamu kelak.

1. Terbukalah Dengan Kondisi Keuangan Masing-Masing

Rumah-tangga-harmonis
image. via www.aktual.com

Meskipun hal ini mungkin sudah dibicarakan saat masa-masa sebelum menikah. Tapi taka ada salahnya jika hal ini kembali dibicarakan, karena dengan status saat ini yang sudah jelas. Maka kalian satu sama lain harus saling terbuka dengan kondisi keuangan masing-masing. Berapa jumlah gaji yang diterima setiap bulan, berapa jumlah lemburan yang akan diterimanya, berapa jumlah hutang yang dimiliki, berapa tanggungan masing-masing kepada keluarganya (mungkin untuk adik atau orang tua). Jangan pernah ada yang disembunyikan dalam hal keuangan ini, karena ini adalah salah satu hal yang sanagt riskan memunculkan konflik dalam rumah tangga.

Simak ulasan —> “Mau Pernikahan Yang Barokah, Hilangkan 4 Sifat Ini!

2. Buatlah Data Kebutuhan Dan Pengeluaran Rutin Tiap Bulan

daftar-shoping
image. via mukegile.net

Setelah kita mengetahui dan saling buka-bukaan mengenai keuangan kita sebagai pasangan suami istri. Maka buatlah data kebutuhan dan pengeluaran rutin yang akan dilakukan tiap bulan. Misalnya perawatan rumah, cicilan kendaraan, belanja bulanan, dan cicilan rumah. Karena tak dipungkiri setelah kita menikah maka kebutuhan akan meningkat. Jika pengeluaran rutin sudah teragendakan dengan baik, maka lihatlah nominalnya, jika masih mencukupi sisa pemasukan, maka kita bisa membuat agenda tabungan yang bisa digunakan untuk jangka panjang. Karena kita tahu memiliki tabungan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan.

3. Membagi Peran Keuangan Antara Gaji Suami dan Istri

membagi-gaji
image. via abiummi.com

Membagi peran antara gaji istri dan suami ini sangat penting untuk dilakukan. Semisalnya saja gaji suami digunakan untuk mencicil kebutuhan pokok seperti rumah, kebutuhan pokok bulanan. Sedangkan gaji istri digunakan untuk menabung, hal ini jika istri memiliki penghasilan sendiri.

Dan, jikalau ada bonus lemburan, bisa dimasukan ke dalam tabungan emergency, tabungan ini bisa digunakan untuk mengatasi kebutuhan dadakan yang tak terduga, atau mungkin juga bisa digunakan untuk piknik.

4. Prioritaskan Kebutuhan Ketimbang Keinginan

memenuhi-kebutuhan
image. via bahasa.aquila-style.com

Saat seseorang memutuskan untuk menikah, maka hal yang harus sudah dipahami betul dalam hidup mereka adalah mengenai prioritas, dan dapat membedakan mana keinginan dan kebutuhan. Karena salah satu tantangan pasangan baru adalah  muncul keinginan-keinginan yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan, tetapi kita inginka, seperti pergi bulan madu, membeli perabotan-perabotan rumah tangga baru, dan hal lainyang masuk kategori keinginan. Wajar sih jika ingin merasakan dan menikmati kebahagiaan di masa-masa awal pernikahan, asalkan tidak berlebihan. Hanya yang terpenting adalah jangan sampai setelah pergi bersenang-senang kesana-kemari uang pun habis, bahkan parahnya lagi sampai berhutang untuk memuaskan kenikmatan sesaat. Ingatlah bahwa kehidupan pernikahan itu bukan sehari dua hari saja, tapi akan diarungi dalam jangka waktu yang lama.

5. Selalu Konsisten Untuk Mengatur Keuangan Pada Pos-nya Masing-Masing

mengatur-uang
image. via bukanbocahbiasa.com

Mengatur keuangan memang perlu sebuah konsistensi, karena hal inilah yang akan menjadi penentu sebuah kondisi keuangan yang sehat. Rencanakan setiap pengeluaran, anggaran untuk pengeluaran harus jelas, agar kita tidak senang di awal dan susah kemudian saat akhir bulan. Dan konsistenlah untuk tidak berfoya-foya jika dana pas-pasan dan sesuai budget, jangan sampai kita memotong budget lain hanya untuk kesenangan sesaat.

6. Selalu Menabung Meski Hanya Sedikit

menabung
image. via habadagang.com

Tadi sudah disinggung sedikit mengenai menabung. Tanamkanlah budaya menabung sejak awal rumah tangga, karena hal ini sangat penting untuk masa depan keluarga baru kalian. Bahkan pepatah lama mengatakan “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit” , jadi konsistenlah untuk menabung meski hanya sedikit. Sangat dianjurkan setiap keluarga memiliki tabungan pribadi dirumah baik itu berupa celengan. Hal ini akan terasa besar manfaatnya saat-saat keluarga membutuhkan.

Sekian 6 cara mengatur keuangan di masa-masa awal pernikahan, penting sekali hal ini dipahami oleh setiap pasangan baru karena saat ini masalah ekonomi atau keungan menjadi salah satu penyebab utama perceraian. Jadi, jangan sampai kita melakukan kesalahan yang sebenarnya solusinya sudah jelas.

Simak juga ulasan —> “6 Manfaat Baik Menikah di Usia Muda Daripada Kamu Pacaran Gak Jelas

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait