7 Karakter Ini Membuktikan Bahwa Menjadi Orang Tua Itu Bukan Hal Mudah

wanita-muslimah-pasca-melah

Menjadi sosok orang tua adalah menjadi seorang pendidik utama bagi anak-anak mereka, jadi orang tua juga harus memiliki sifat-sifat yang utama, agar kita saat menjadi orang tua berhasil dalam pendidikan anak-anak kita.

Meskipun mungkin hal tersebut sulit, namun kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk memiliki sifat dan karakter tersebut, sebab kita akan menjadi fokus teladan pendidikan bagi generasi baru kita di masa depan. Ingatlah bahwa anak-anak itu akan selalu menyorot orang tua selaku seorang pendidik dan pembimbing dalam hidupnya, karena orang tua adalah contoh nyata yang mereka saksikan dalam kehidupan mereka.

1. Tulus dan Ikhlas

peran-ayah-asi
image. via ibudanmama.com

Karakter yang harus ditanamkan dalam diri kita sebagai orang tua adalah mendidik anak dengan penuh ketulusan dan niat ikhlas semata-mata mengharap keridhaan Allah. Tanamkanlah niat semata-mata untuk Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik itu berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan, maupun hukuman bagi anak.

Karena sebuah niat yang ikhlas selain dapat mendatangkan keridhaan dan pahala Allah, juga dapat meneguhkan hati kita di saat ujian datang. Dan hati kita akan tetap lapang, bagaimanapun hasil yang kita raih setelah usaha dan doa yang sudah kita lakukan.

2. Bertakwa Pada Allah

mengajak-anak-shalat
image. via www.fotografer.net

Inilah sifat terpenting yang harus dimiliki seorang pendidik. Yaitu takwa yang didefinisikan dengan sikap mengerjakan segala yang dia perintahkan dan menjauhi segala yang Allah larang. Karena menghiasi diri dengan takwa itu sangat penting, sebab pendidik adalah contoh dan panutan sekaligus penanggung jawab pertama dalam pendidikan anak berdasarkan iman.

Dan ingatlah janji Allah bahwa Dia akan memudahkan urusan orang yang bertakwa pada-Nya, serta akan memberi jalan keluar baginya, dan memberi rizki dari arah yang tidak ia sangka. Karena anak yang shalih adalah rizki. Jadi berharaplah karena ketakwaan kita, Allah berkenan memberikan jalan keluar bagi setiap urusan kita dan memberikan rizki yang baik kepada kita.

3. Berilmu dan Beralak Budi

orangtua-yang-shaleh
image. via www.ummi-online.com

Pendidik harus berbekal ilmu yang memadai dan memiliki akal budi yang sehat. Ia harus memiliki pengetahuan tentang konsep-konsep dasar pendidikan dalam Islam. Mengetahui halal haramnya suatu hal, serta memegang teguh prinsip-prinsip etika islam serta memahami secara global peraturan-peraturan dan kaidah-kaidah syariat Islam.

Karena dengan mengetahui semua itu pendidik akan menjadi seorang alim yang bijak, meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, mampu bersikap proporsional dalam memberi materi pendidikan, mendidik anak dengan pokok-pokok persyaratannya. Mendidik dan memperbaiki dengan berpijak pada dasar-dasar yang kokoh. Medidik dan mengarahkan anak didik dengan ajaran-ajaran Al-Qur’an dan As-Sunnah. Memberikan contoh yang baik kepada mereka dengan keteladanan yang agung dari nabi dan para sahabat beliau. Sebaliknya, jika pendidik tidak mengetahui semua itu, lebih-lebih tentang konsep dasar pendidikan anak, maka akan dilanda kemelut spiritual, moral, mental dan sosial. Anak akan menjadi manusia yang tidak berharga dan diragukan eksistensinya dalam semua aspek kehidupan.

4. Bertanggung Jawab

kasih-sayang-ibuk
image. via www.smpdt.daaruttauhiid.org

Sebagai orang tua, wajib kita memiliki rasa tanggung jawab yang besar dalam pendidikan anak, baik itu dalam aspek keimanan maupun tingkah laku kesehariannya, jasmani maupun rohaninya, mental dan sosialnya. Rasa tanggung jawab ini akan senantiasa mendorong upaya menyeluruh dalam mengawasi anak dan memperhatikannya, mengarahkan dan mengikutinya, membiasakan dan melatih anak-anaknya. Ingat untuk selalu bertanggungjawab, karena setiap dari kita adalah pemimpin dan anak adalah amanat serta ujian dari Allah

5. Sabar dan tabah

berbakti-pada-orangtua
image. via www.gbi-bethel.org

Dua sifat ini mutlak dibutuhkan oleh setiap pendidik sekaligus orang tua. Karena dalam proses pendidikan tentu sangat banyak tantangan dan ujian. Baik tantangan dari diri kita sendiri, anak yang kita didik, maupun tantangan dari luar lingkungan. Kita harus bisa melaksanakan sebaik-baiknya kewajiban mendidik anak diantara tugas dan tanggung jawab kita yang lainnya. Dan bersiaplah saat kita harus dihadapkan kepada berbagai macam karakter anak. Ulah dan tingkah mereka yang sangat menuntut kesabaran dalam menghadapinya. Ditambah lagi dengan faktor luar, baik lingkungan sekitar, kawan bergaul, berbagai macam media, dan lain sebagainya.

Menghadapi semua tantangan dan ujian ini, kita tidak boleh menanggalkan sifat tabah dan sabar meski hanya sekejap. Jika tidak niscaya ancaman kegagalan terpampang di depan mata. Jadi hendaklah kita senantiasa bersabar dengan mengharap rahmat Allah dan mewasapadai sikap putus asa, karena sesungguhnya orang yang berputus asa dari rahmat Allah adalah orang kafir.

6. Lemah lembut dan tidak kasar

sayang-si-kaka
image. via www.merdeka.com

Selalu lemah lembut dan tidak kasar, inilah salah satu sifat yang dicintai Allah dan juga disukai oleh manusia. Dan pada hakekatnya setiap manusia menyukai kelembutan. Terlebih anak-anak yang masih polos dan lugu. Jadi tak heran jika setiap anak sangat merindukan sosok pendidik yang ramah dan juga lemah lembut. Karena tentunya seorang anak akan takut dengan karakter pendidik yang kasar dan kejam.

Rasulullah adalah sosok pendidik yang penuh kelembutan. Sifat lemah lembut dalam mendidik anak akan mendatangkan banyak kebaikan. Sebaliknya sikap kasar akan membawa keburukan. Disamping itu, sikap kasar dapat meninggalkan trauma dan memori buruk dalam jiwa dan ingatan si anak bahkan hingga ia dewasa. Berbeda dengan sifat lemah lembut ini akan membuat anak nyaman dan lebih mudah dalam menerima pengajaran. Dan secara tidak langsung sifat lemah lembut ini alan mewarnai karakter anak dan insya Allah sifat ini dengan sendirinya akan menurun kepadanya.

7. Penyayang

image. via tamiahdasyahida.blogspot.com
image. via tamiahdasyahida.blogspot.com

Seorang yang penyayang tentu akan menjadi penghangat suasana dan menjadikan proses pengajaran menjadi nyaman dan sangat menyenangkan. Kasih sayang merupakan salah satu pondasi perkembangan seorang anak serta merupakan pilar pertumbuhan kejiwaan dan sosialnya secara kuat dan normal. Apabila anak kehilangan cinta kasih, ia akan tumbuh secara menyimpang di tengah masyarakat, tidak mampu bekerjasama dengan individu-individu di masyarakat dan membaur di tengahnya.

Simak juga “7 Alasan Anak-anak Dilarang Main Smartphone

Simak juga “6 Hal Ini Yang Harus Dimiliki Orangtua Agar Berhasil Mendidik Anak

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait