8 Pertanyaan Ini Memang Sungkan Ditanyakan Pada Dokter Kandungan

Pertanyaan-pada-dokter

Seorang dokter spesialis kandungan mencatat bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki banyak pertanyaan seputar kehamilannya, terlebih lagi saat semakin mendekati hari persalinan. Namun sayangnya, pertanyaan-pertanyaan ini seringkali tidak ditanyakan oleh para ibu hamil, entah karena sungkan, malu atau apa.

Dan parahnya lagi mereka menanyakannya justru mereka sedang terengah-engah selama melahirkan dan jelas sekali itu bukanlah waktu yang baik untuk bertanya. Jadi, agar kita tidak mengalami kondisi semacam itu, coba pahami pertanyaan yang biasanya muncul di benak kita saat hamil beserta jawabannya berikut ini.

1. Normalkah bila ibu hamil jika mengeluarkan banyak cairan dari vagina selama masa kehamilan?

kewanitaan
image. via riamirandadiary.com

Tahukah bahwa keluarnya cairan dari vagina dapat disebabkan karena kondisi pecah cairan ketuban. Tapi pada kondisi selain itu, seorang dokter kandungan dapat mengatakan bahwa keluarnya cairan dari vagina selama masa kehamilan merupakan hal yang normal. Hal ini terjadi karena ibu hamil mengalami perubahan hormon yang sangat jelas, ditambah dengan meningkatnya aliran darah ke panggul. Kondisi yang perlu dikhawatirkan saat keluarnya cairan bersama rasa nyeri, atau gatal. Maka waspadai juga itu mungkin menunjukkan adanya infeksi di daerah kewanitaan ibu hamil.

2. Normalkah bila ibu hamil mengalami masalah pada pencernaan dan gas kentutnya berbau tidak sedap secara berlebihan?

kehamilan
image. via riamirandadiary.com

Ini adalah salah satu masalah normal bagi ibu hamil, hal itu karena seiring menurunnya sistem pencernaan. Dan lagi-lagi perubahan hormon yang menjadi penyebabnya. Sekitar 85 persen ibu hamil mengalami mual dan muntah, dan juga kembung pada awal kehamilan. Jika dibiarkan tanpa dilakukan penanganan, maka jelas kondisi yang secara bertahap akan menjadi refluks asam lambung ini pada nantinya dapat menjadi gangguan pencernaan. Jadi untuk meringankan konstipasi atau sembelit, pastikan ibu hamil banyak minum air putih, mengonsumsi makanan kaya serat, sayuran dan buah-buahan. Ibu hamil juga dapat menggunakan obat untuk pelunak tinja yang sesuai anjuran dokter bila memang diperlukan.

3. Bagaimana dengan kelebihan berat badan?

berat-badan
image. via riamirandadiary.com

Pertanyaan ini mungkin dirasa sensitif bagi sebagian besar ibu hamil, jadi malu untuk ditanyakan pada dokter. Padahal, topik ini penting untuk didiskusikan karena berat badan merupakan aspek penting untuk kesehatan ibu dan janin. Oleh karena itu, jangan malu untuk berkonsultasi dengan dokter tentang berapa berat idealmu selama hamil.

4. Jika suami merasa takut melakukan hubungan seksual ketika istri hamil, apa yang harus dilakukan?

sayang-istri
image. via lukihermanto.com

Berhubungan seksual merupakan salah satu ketakutan yang nyata bagi suami saat istrinya hamil. Mungkin para suami berpikir bahwa dengan berhubungan seksual bisa menyakiti bayi. Konsultasikanlah kepada dokter kandungan mengenai kapan boleh berhubungan intim dan apakah kandungan ibu hamil memiliki risiko tertentu sehingga perlu untuk berpuasa seks. Bila dokter menyatakan aman untuk melakukan hubungan seks, cobalah meyakinkan suami berkali-kali bahwa seks tidak akan menyakiti ibu dan bayi.

5. Apakah persalinan akan merusak vagina?

wanita-hamil
image. via atyapunyamimpi.blogspot.com

Hal ini memang sangat sungkan untuk ditanyakan. Tapi tenang saja, karena jawabannya adalah tidak. Jadi jangan mengkhawatirkan ukuran vagina karena vagina diciptakan dengan daya lentur yang bisa menyesuaikan ketika melakukan proses persalinan normal, dan vagina kemudian berkontraksi kembali kepada ukuran normalnya. Untuk membantu menguatkan otot-otot vagina, ibu bisa melakukan senam kegel sebanyak 4-5 kali sehari pasca melahirkan.

Senam kegel ini relatif mudah dilakukan, caranya dengan mengontraksikan otot panggul seolah-olah sedang menahan kencing selama beberapa detik, kemudian melemaskannya lagi.

6. Akankah proses persalinan bisa membuat ibu buang air besar?

Kehamilan-wanita
image. via pianphotograph.blogspot.com

Bila ususmu penuh, bisa saja kamu mengeluarkan kotoran saat mengejan untuk mengeluarkan bayi. Ini karena usus besar terletak di bawah rahim dan saat mengejan dapat berefek menekan daerah usus serta anus. Namun, jangan mencemaskan buang air besar, fokuslah pada bayi, dan para profesional medis memiliki kesadaran terhadap privasi dan martabat pasien.

7. Pasca melahirkan, kenapa berhubungan seksual terasa lebih sakit?

Pasca-melahirkan
image. via www.potreto.net

Pasca persalinan, ibu pasti masih memiliki luka trauma yang akan membutuhkan waktu untuk pulih. Ditambah lagi, bila ibu menyusui maka kadar hormon berubah sehingga memicu masalah cairan vagina. Cobalah menggunakan pelumas saat berhubungan seks. Selain itu, berikanlah waktu bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengan seks pasca persalinan. Konsultasikan kepada dokter bila kondisi tidak kunjung membaik setelah beberapa bulan.

8. Benarkah Bunda tidak dapat mengendalikan kandung kemih setelah melahirkan?

efek-kehamilan
image. via the.karimuddin.com

Makin mendekati hari persalinan, kontrol kandung kemih menjadi lebih lemah. Selanjutnya kontrol kandung kemih cenderung menurun setelah melahirkan. Namun, biasanya kondisi ini akan membaik dalam enam minggu hingga tiga bulan pasca persalinan. Selain itu, senam kegel juga dapat membantu melalui kondisi ini. Ibu juga bisa berkonsultasi dengan dokter tentang kondisi ini untuk berjaga-jaga terhadap adanya masalah kesehatan tertentu.

Simak juga —> “Waspadai Hal-hal Yang Bisa Menyebabkan Pendarahan Saat Hamil

Simak juga —> “3 Cara Ini Bisa Membuat Wanita Langsing Kembali Setelah Melahirkan

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait