8 Tipe Move On Karena Gagal Ta’aruf. Mungkin Anda Salah Satunya?

Move on

Namanya nyari jodoh ada berhasil ada gagalnya, ada suka ada dukanya. Terserah mau pake cara apa, sedangkan berpacaran, selalu hasilnya bisa lanjut atau berhenti di tengah jalan. Berbeda dengan ta’aruf.

Celakanya seringkali hati sudah terlampau cinta, dan rindu sudah terlampau berlabuh. Harapan sudah terlampau subur, dan indahnya pelaminan sudah menggelayuti angan-angan. Menghilangkannya tidak bisa direkayasa. Butuh waktu. Butuh energi. Butuh air mata. #ehemehem

Simak ulasan mengenai “Tantangan 7 Minggu Sukses Ta’aruf? Berani Coba?”

Selain yang nangis ampe jungkir balik, ternyata banyak juga loh yang berhasil dalam permove-an ini. Rahasianya yah Cuma yakin aja bahwa ALLAH sudah menyiapkan jodoh yang jauh lebih baik. Bukan begitu? Nah sekarang coba kita lihat, mungkin kamu bisa menjadi salah satu tipe dalam melakukan proses moveon ini.

1.Tipe Pend’oa

Muslim Praying

Move on-ers tipe pendoa akan berdoa begitu mendapat kabar proses taarufnya gagal. Doanya macem-macem. Ada yang takbir sekeras-kerasnya. Ada juga yang sholawatan. Ada yang merapat ke pengajian aki-aki, mohon doa dari orang-orang sholeh, ada berbagai macam cara mereka lakukan untuk mengekspresikan kesedihannya. Tapi ada yang paling keren, yaitu yang langsung berdoa seperti ini :

Ya Allah, hamba bukan mengeluh hanya saja hamba sudah lelah dalam pencarian ini #nahlohdialelah

2. Tipe Maju Terus

Keep Moving On

Move on-ers tipe maju terus gak akan nyerah ketika proses taarufnya gagal. Saat dia dikabari ustadz bahwa si akhwat menolak biodatanya, maka dia secepat kilat mandi kembang, pinjem jas punya tetangga lalu ngacir ke rumah orang tuanya. Dia gak akan nyerah sebelum mendengar sendiri kalimat penolakan itu dari mulut bapaknya. Saat kata-katanya persis sama, baru deh tuh dia jalan mundur. #hiks

3. Tipe Evaluator

Pembelajar

Tipe evaluator adalah tipe yang belajar dari kegagalan. Saat sebuah sms masuk yang mengabarkan taaruf harus berhenti di sini, maka dia segera mengambil biodata yang telah diberikan kepada sang ustadz. Dia teliti biodata tersebut. Dia lihat hingga ke titik komanya. Dia cari kurangnya dimana. Mungkin bahasanya terlalu intelek, atau deskripsinya terlalu singkat. Bisa jadi karena pendahuluannya yang bertele-tele. Atau apapun itu yang menyebabkan dia gagal Mungkin karena yang diperiksa hanya aspek tulisan, dia kadang suka lupa. Jangan-jangan sebab penolakannya adalah sesuatu yang gak bisa dia rubah : wajahnya.. MUNGKIN???

4. Tipe Kreatif

creative man

Move on-ers tipe kreatif bisa melihat peluang dibalik musibah. Dia selalu berfikir positif. Saat ustadz memberitahunya bahwa sang akhwat menolak biodatanya maka dia akan bertanya : “stadz, kalau murobbiyahnya akhwat itu gimana stadz?

Kalau dia ditolak mentah-mentah oleh ayahnya, maka saat pamit dia akan bertanya “Kalau dengan anak bapak yang lain boleh pak?” #cobanawar

Kalau gak boleh juga dengan adik atau kakaknya maka saat keluar rumah si akhwat dia gak langsung pulang. Siapa tahu tetangganya juga wanita sholeh huehehe.. mana tau jodohnya malah si tetangga 😀

5. Tipe Coba Lagi

coba lagi
sebuah usaha yang gagal bukan berarti kita berhenti untuk berusahah twicsy.com

Dalam taaruf gak ada istilah ditolak hari ini berarti ditolak selamanya. Allah maha pembolak-balik hati. Oleh karena itu Tipe Coba Lagi akan berikhtiar lagi tahun depan sambil berharap sang akhwat belum bertemu jodohnya. Tapi jangan beneran di do’ain gitu yah, kasian akhwatnya ga ada yang jagain hatinya kalau ga cepet nikah #eee

6. Tipe PD Abis

Ilustrasi-orang-yang-percaya-diri
www.tipspengembangandiri.com

Ikhwan yang PD abizz paling anti sama yang namanya nangis. Biasanya ini tipe-tipe Umar bin Khaththab gitu deh. Aib kalau ada setetes air mata keluar. Makanya tipe ini biasanya punya banyak jargon : “Taaruf gagal berarti… dia belum beruntung…” , “Taaruf gagal… berarti dia menyia-nyiakan ikhwan limited edition” atau yang satu ini :

“Taaruf gagal…. Tenang jodoh ga bakal ketuker tapi ketikung mungkin”

7. Tipe Ikhlas dan Sabar

humble man

Ini termasuk tipe yang berani menerima kenyataan. Saat tahu bahwa taarufnya gagal maka dia akan seseregep mungkin menahan kekecewaan dan dengan luwes hati tersenyum seraya berkata ;

“semoga kamu segera dipertemukan dengan jodoh yang cocok dan terbaik”

8. Tipe Bangkit dari Kenyataan

bangkit-dari-keterpurukan

Tipe ini banyak bikin orang sekelilingnya salut. Saat kebanyakan orang merasa terpuruk, jatuh, dan hina ketika gagal taaruf maka Tipe Blessing in Disguise bisa mengkonversi momentum negatif ini menjadi sesuatu yang menguntungkan secara bisnis. Ada yang tiba-tiba lihai bikin puisi dan lagu melankolis ala Dwita sari dwita. Ada juga yang langsung bikin novel dan blog spesialis cinta yang gagal di tengah jalan.

Simak ulasan mengenai “5 Hal yang Wajib Dilakukan Ketika Masa Ta’aruf”

Intinya, Yakin Sama Ketentuan yang udah Allah Buat…

Banyaknya alternatif untuk move on berarti kamu masih punya harapan besar untuk bertemu jodohmu. Yakinlah atas ketentuan Allah, sebab jodohmu ada di bawah ridho-Nya. Kalau akhirnya berhasil taaruf dan lancar menuju pelaminan maka kamu patut bersyukur karena kamu masih mau memperjuangkan jodohmu dan tidak memilih untuk terpuruk.

 

 

Artikel Terkait