9 Tahapan Perkembangan Pada Bayi Yang Penting Bunda Ketahui

bayi-mengangkat-kepala

Sebagai seorang Bunda, maka kita harus tahu dan mengenali dengan baik apa saja tahapan perkembangan pada bayi kita. Karena biasanya gerakan bayi baru didominasi oleh gerak reflex saja, tetapi seiring dengan berkembangnya sistem saraf, maka di usia 2 bulan gerakan refleksnya akan berkurang, dan kemampuan kognitif serta sosial bayi akan berkembang semakin pesat. Dan, berikut ini 10 tahap perkembangan penting pada bayi  yang harus Bunda ketahui:

1. Tengkurap

merawat-pantat-bayi
image. via obatsakit2011.blogspot.com

Proses perkembangan bayi tengkurap terjadi ketika bayi berusia sekitar 3 sampai 4 bulan. Hal itu dapat dilihat saat bayi mulai berhasil bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut untuk beberapa saat. Bayi yang tengkurap ini diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan juga ke kiri, lalu ia mulai berguling di usia 1,5 sampai 2 bulan. Bayi belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, kemudian baru di sisi lain, kemudian berbalik lagi ke posisi semula. Dan saat mencapai usia 3 sampai 4 bulan, maka otot lehernya semakin kuat dan ia dapat berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Selain itu lengan dan kakinya pun lebih bebas bergerak bersamaan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya. Ia juga mulai berlatih berguling dan mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Dan di usia 5 bulan baru si kecil bisa tengkurap sendiri.

2. Mengangkat Kepala Sendiri

bayi-mengangkat-kepala
image. via family.fimela.com

Saat usia 2 bulan bayi kita biasanya mampu mengontrol gerakan leher dan kepalanya sendiri, sedangkan memasuki usia 4 bulan ia sudah bisa mengangkat kepalanya. Selain itu si kecil juga dapat mengangkat kepala membentuk sudut 45 derajat dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat usiannya 3 bulan. Di usia 4 bulan, bayi bisa mengangkat kepalanya dengan sudut lebih besar yaitu 90º dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih ketajaman penglihatannya. Ia pun mulai menengadahkan kepalanya untuk mencari Anda bila mendengar suara Anda.

3. Mengekspresikan Kegembiraan

bayi-memekik-gembira
image. via pondokibu.com

Memasuki usia 5 bulan, bunda akan melihat si kecil mulai bisa mengekspresikan kegembiraannya. Semisalnya saja saat bayi senang karena bisa menggapai sesuatu, dia akan memekik gembira. Karena di awal hidupnya, suara-suara yang dikeluarkannya merupakan respons tubuh si kecil terhadap emosi saat itu, sedangkan di usia ini bayi mengeluarkan suara dengan tujuan lebih jelas. Ia akan berteriak dengan gembira bila berhasil mencapai suatu keinginannya. Suara yang dikeluarkannya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya. DI usia ini ia mulai bisa berceloteh, dan bunda bisa mengajaknya seolah-olah ngobrol.

4. Memegang Dengan Kedua Tangan

memegang-kedua-benda
image. via family.fimela.com

Fase perkembangan si kecil akan semakin membuat bunda bahagia, terlebih saat memasuki usia 7 sampai 8 bulan, karena di usia ini mereka mulai bisa memegang dua benda dengan menggunakan kedua tangannya. Karena di usia ini si kecil akan semakin terampil dan kemampuan jemarinya akan semakin baik.

5. Bayi Bisa Duduk

bayi-berbicara
image. via koreaselatan.club

Fase perkembangan yang mengagumkan dari seorang bayi adalah saat ia mulai bisa duduk sendiri. Hal ini terjadi biasanya di usia 8 bulan ke atas, karena otot-otot punggung dan leher bayi kita sudah cukup kuat untuk menopang tubuhnya, ia akan mulai belajar duduk. Setelah belajar mengangkat kepalanya saat ia tengkurap, fase selanjutnya si kecil akan belajar bagaimana menyangga tubuhnya dengan menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya semacam mini push-up, lalu dia akan mulai belajar untuk duduk sendiri, dalam masa ini bunda harus selalu menjaganya, dan menghindarkan benda-benda berpotensi bahaya dari si kecil.

6. Merangkak

bayi-merangkak
image. via www.sigambar.com

Setelah melewati masa si kecil bisa duduk, maka yang selanjutnya adalah merangkak. Merangkak ini adalah cara pertama bayi untuk berjalan dengan menggunakan lulut, dengan begitu ia dapat mengeksplorasi sekeliling ruang untuk mempelajari hal-hal baru yang menarik perhatiannya. Merangkak akan mengajarkan si kecil untuk melatih keseimbangannya dan menguatkan otot-otot yang akan membantunya belajar berjalan.

7. Mulai Bisa Makan Sendiri

makan-sendiri
image. via www.utakatikotak.com

Hal yang tak kalah menyenangkan adalah saat si kecil mulai bisa makan sendiri. Hal ini terjadi karena keterampilan tangan dan jarinya sudah mulai baik, selain itu ada juga koordinasi mata yang akan mendukung kemampuan si kecil untuk makan sendiri. Jadi, bunda bisa mulai melatihnya untuk mandiri, bunda cukup mengawasi dan membersihkan si kecil setelahnya, karena dipastikan proses ini akan membuat si kecil belepotan makanan. Iringi proses belajar si kecil dengan bimbingan yang baik, jangan sampai bunda melarangnya hanya karena takut kotor ya.

8. Berjalan 

bayi-berjalan
image. via alaric.bangsaid.com

Berjalan adalah salah satu langkah awal si kecil menjadi sosok yang mandiri.  Dan pada umumnya bayi akan mulai bisa berjalan di usia satu tahun. Setidaknya di usia 11 bulan, ia sudah mampu berdiri sendiri dalam waktu sekitar 2 detik tanpa bantuan karena ia memang sudah pandai menjaga keseimbangan tubuh. Lalu anak mulai mencoba melangkah sendiri 2 sampai 3 langkah.

9. Berbicara

bayi-duduk
image. via sg.theasianparent.com

Anak-anak biasanya akan mulai lancar bicara di usia 2 tahun. Sebelum kata-kata pertama keluar dari mulutnya, dia belajar peraturan berbahasa dan melihat bagaimana orang dewasa berkomunikasi. Ia mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara Lambat laun kata-kata. Sejak itu, setiap saat anak akan mencoba mengutip kata-kata yang didengarnya baik dari ibu atau orang yang ada di sekitarnya. Dan saat memasuki usia 18 sampai 20 bulan, ia akan mempelajari 10 kata per hari. Dengan begitu ia mulai belajar membentuk kalimat. Di usia 2 tahun, ia dapat membentuk 2 sampai 3 kata menjadi satu rangkaian kalimat. Ia dapat menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dirasa, dipikirkan dan diinginkannya dalam satu rangkaian kalimat.

Simak juga “9 Langkah Sukses Jadi Ayah Asi

Simak juga “Hidup Itu Tak Harus Selalu Menjadi Sempurna

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait