4 Hal yang Wajib Dilakukan Ketika Masa Ta’aruf

menjaga-taaruf

Dalam Islam memang tidak mengenal istilah pacaran, karena yang dikenal zaman sekarang adalah pacaran yang lebih banyak mengundang pada hal-hal negatif. Sedangkan dampak positifnya sangat minim sekali. Bahkan bisa jadi tidak ada sama sekali. Itu sangat bertentangan dengan apa yang menjadi ajaran Islam.

Selama menjalani masa ta’aruf setiap pasangan berbeda-beda. Ada yang singkat hanya dalam beberapa hari langsung pelaksanaan akad dan ada yang hanya beberapa bulan saja baru akad. Semua bergantung pada mereka yang menjalankan.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi setiap pasangan dalam menjalani masa ta’aruf, yaitu diantaranya:

1. Menjaga Hati

cinta-sejati

Menjaga hati. Artinya, antara satu dengan yang lainnya harus saling menjaga perasaan jangan sampai terlalu dalam dan sulit lepas. Siapkanlah perasaan itu hanya kepada pasangan halal kamu.

2. Senantiasa Meminta Ridho Allah

senantiasa-berdoa

Banyak berdoa memohon ridho Allah SWT, ridho nabi-Nya, sebagai pemimpin kita, serta rido para penghuni langit dan bumi. Dengan begitu perjalanan cintanya akan berjalan lancar seiring dengan ridhoNya dan makhlukNya, tanpa terkecuali. Kemudian berdoa meminta petunjuk untuk cinta. Jika memang si dia adalah orang yang dipilih untuk menjadi teman sepanjang usia sampai bertemu kembali di akhirat, agar dibukakan jalan terbaik untuk itu. Namun, jika mereka bukan jodoh yang telah ditulis di lauhil mahfudz sebaiknya segera dipisahkan tanpa harus ada yang terluka.

3. Tawakkal Kepada Allah

tawakkaltu

Tawakkal atas segala yang sedang terjadi dan yang akan terjadi. Dengan menyerahkan semua kelemahan kepada Allah SWT serta memasrahkan segala hal yang dijalani kepadaNya semata. Apapun yang menjadi konsekuensi nantinya agar bisa diterima dengan penuh kelapangan. Jika masih bisa berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi berarti hanya meningkatkan rasa syukur. Namun, jika harus berhenti di tengah perjalanan, agar bisa lebih bersabar terhadap takdir.

4. Istiqomah dengan Niat Baik

istiqomah

Ini yang terakhir adalah mengistiqamahkan niat baik. Karena niat yang akan menguatkan cinta dan mengutuhkan cinta hingga tepat pada titik waktu akad digelar dan sampai selamanya. Jika niat sudah lemah atau mungkin tidak ada, maka itu sudah alamat cinta tidak akan terwujud menjadi ikatan yang halal. Niat yang kuat mampu mengalahkan kendala cinta, sebesar apapun itu. Tapi harus niat baik, lho.

Alhasil, aktifitas yang dilakukan pada masa-masa ta’aruf merupakan sebuah penentu apakah ta’aruf yang dijalani masih layak untuk dipertahankan pada jenjang yang lebih tinggi atau tidak? Karena Islam sangat menghargai wanita sebagai makhluk-Nya yang lemah, namun dijunjung tinggi harkat dan martabatnya. Islam tidak bermaksud untuk mempersulit, namun ini demi kebaikan dan kebahagiaan bersama.

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait