Apa Boleh Menikah Dengan Pria Yang Jauh Lebih Muda Dan Belum Mapan?

Menikahi pria yang lebih muda

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb

Apakah boleh seorang wanita menikah dengan pria yang lebih muda darinya? bedanya sekitaran 3 tahun atau 2 tahun lebih muda? tetapi belum mapan seorang prianya?

Jawaban:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Tidak masalah seorang wanita menikah dengan laki-laki yang lebih muda darinya. Nabi Muhammad SAW saja menikah dengan Khadijah r.a yang berumur 40 tahun. Saat itu usia Nabi 25 tahun. Rasulullah sangat mencintai Khadijah dan hanya kepada Khadijah-lah cinta sejati Rasulullah. 

Umumnya seorang wanita menginginkan laki-laki yang dewasa karena seorang istri maunya dibimbing oleh suaminya. Tapi umur ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan ukuran kedewasaan. Seseorang yang lebih muda belum tentu ia tidak dewasa. Maka dari itu, yang harus dipentingkan dari seorang laki-laki adalah akhlak dan agamanya, walaupun ia masih muda ketika akhlaknya baik tentunya ia tidak akan menyepelekan bertanggung jawabnya terhadap istrinya. Begitu juga dengan laki-laki, yang dipentingkan bagi wanita yang hendak dijadikan calon istri adalah ia sholehah dan taat beragama. Usianya yang lebih tua tidak menjadi masalah selama wanita itu masih produktif. Selama laki-laki dan wanita sholeh dan sholehah in sya Allah keberkahan dan kebahagiaan rumah tangga tersebut akan tercipta. 

Perihal laki-laki yang belum mapan, sebuah janji Allah tentang jaminan rezeki bagi yang menikah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ

“Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya…” [An-Nuur/24: 32].

Asalkan niat kita lurus untuk menikah, melaksanakan ibadah dan untuk menjaga diri dari kemungkaran yang mungkin dilakukan, asalkan kita terus berusaha untuk menjemput rezeki Allah yang ada dimana-mana (tidak lantas hanya menjadi pengangguran) dan terus berdoa dan tawakkal pada Allah, in sya Allah Allah yang akan mencukupkan rezeki setelah menikah.

Semoga jawabannya bisa membantu.


Artikel Terkait