Apakah Ijab Kabul kita Sudah Sah Sesuai Syariat?

ijab-qabul-yang-baik

Dalam rukun-rukun nikah, ada beberapa hal wajib yang harus dipenuhi umat yang menjalankannya, salah satunya adalah ijab kabul. Dalam ajaran Islam, ijab kabul yang sah dan sesuai dengan syariat Islam harus memenuhi 4 syarat sebagai berikut:

1. Berada Di Dalam Satu Majelis Yang Sama

pernikahan
image. via www.infoyunik.com

Sebuah pelaksanaan akad nikah, wajib melakukan satu ijab Kabul yang dilakukan dalam sebuah majelis, pertemuan, musyawarah atau di dalam sebuah tempat yang sama. Dimana keduanya sama-sama hadir di satu tempat itu.

Dalam Madzhab Sayfi’I, menyatakan bahwa di antara ijab dan kabul itu wajib diucapkan bersambung dan tidak ada jeda waktu sedikitpun. Namun berbeda lagi dengan yang tertulis dalam kitab AL-Muhgni, menyatakan bahwa ijab dan kabul tidak diharuskan langsung bersambung, boleh terdapat jeda waktu, namun jeda waktu tersebut tidak terdapat perkataan lain, tetapi dibolehkan untuk mengambil nafas dan hal ini tidak menjadikan berbeda maksud dan makna ijab kabul, maka ijab kabul tetap sah.

Namun sebuah kemantapan nampaknya akan ditunjukkan jika ijab Kabul dilakukan tanpa jeda dan tanpa helaan nafas atau hanya dalam sekali nafas.

2. Saling Mendengar dan Mengerti Maksud Ijab Kabul

saling-mengerti
image. via zahraoffset.wordpress.com

Sebagai syarat sah nya sebuah ijab Kabul adalah di antara suami dengan wali sama-sama saling mendengar dan mengerti perkataan ijab Kabul. Jadi jika kedua belah pihak tidak mengerti apa yang diucapkan oleh kedua belah pihak sebagai lawan bicara, maka akad nikah tersebut tidak sah secara syariat Islam.

Jadi bacaan ijab dan Kabul tidak diwajibkan menggunakan bahasa arab. Tetapi diperbolehkan menggunakan bahasa apapun dengan syarat kedua belah pihak yaitu wali dan suami mengerti maksud dari yang diucapkan oleh keduanya. Jadi, akan sangat percuma jika menggunakan Bahasa Arab nan merdu namun ada pihak yang tidak mengerti maksudnya.

3. Tidak Bertentangan Antara Ijab Dengan Kabul

proses-ijab-qabul
image. via 6yes.net

Syarat sah Ijab dan Kabul yang ketiga adalah tidak bertentangan antara ijab dengan Kabul. Misalnya adalah saat lafadz ijab yang diucapkan oleh wali atau yang mewakili wali adalah: Aku nikahkan kamu dengan anakku dengan mahar 2 juta. Kemudian lafadz Kabul yang diucapkan oleh suami adalah saya terima nikahnya dengan mahar 1 juta. Maka, antara keduanya tidak sinkron, maka ijab Kabul seperti ini adalah tidak sah.

Namun, apabila jumlah mahar yang disebutkan oleh suami dalam lafadz Kabul nilainya lebih tinggi dari yang dilafadzkan oleh wali dalam lafadz ijab, maka hal yang demikian hukumnya adalah  sah.

4. Kedua Pihak Sudah Tamyiz

ijab-qabul-di-masjid
image. via osprojogja.wordpress.com

Sedangkan syarat sah nya sebuah ijab Kabul selanjutnya adalah Tamyiz atau mumayiz. Mumayiz adalah suatu keadaan dimana seseorang telah mengetahui dan mengerti serta dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Oleh karena itu, kedua belah pihak baik wali maupun suami harus memenuhi syarat sudah tamyiz atau mumayiz. Jadi, jika salah satu dari wali atau suami belum tamyiz maka ijab Kabul tersebut tidak sah. Terlebih apabila kedua belah pihak baik wali maupun suami belum tamyiz, maka lebih tidak sah lagi ijab kabulnya.

Simak juga

4 Pandangan Mengenai Nikah Muda Dalam Kacamata Islam

Syarat Sah Pernikahan Berdasarkan Al-Quran dan Hadits

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait