Bagaimana Menghadapi Si Dia Yang Memutuskan Untuk Mengakhiri Ta’aruf Karena Orang Tuanya Belum Mengizinkan Dia Menikah?

Dia membatalkan ta'aruf, apa yang saya harus lakukan.jpg

Pertanyaan

Bismillah..assalamualaikum arrahman.id
Saya sempat menjalani taaruf melalui teman,..namun tidak berlanjut saat ikhwan bilang untuk saat ini beliau belum diperbolehkan nikah dalam waktu dekat oleh ibunya,.saya diminta untuk melakukan taaruf dengan orang lain karena beliau bilang tidak mau menggantung Seseorang, apa yang harus saya lakukan?… terimakasih

Jawaban

Wa alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Pada dasarnya ta’aruf itu adalah proses kenalan menuju pernikahan, dimana dalam prosesnya keduanya harus tetap menjaga hati agar tidak terjebak dalam asmara ya dalam.
Ketika melakukan ta’aruf jelas langkah-langkahnya yaitu
  1. Diawali dengan mantapkan tujuan untuk bahwa ini dilakukan karena Allah dan akan selalu melibatkan Allah.
  2. Lalu mulai menunjuk perantara komunikasi sehingga pada proses ta’aruf tidak ada komunikasi langsung.
  3. Kemudian saling bertukar biodata diri. Jika dirasa biodatanya menarik untuk dilanjutkan, maka masuk ke tahap selanjutnya adalah melakukan tanya-jawab.
    Simak ulasan 7 Hal Penting Tentang Biodata Untuk Kamu Yang Akan Melakukan Ta’aruf
  4. Jika dirasa proses tanya jawab selesai, dan keduanya mantap berlanjut ke tahap selanjutnya, maka masuk ke proses selanjutnya yaitu pertemuan langsung dimana si akwat harus melibatkan mahromnya.
  5. Ketika proses pertemuan selesai, keduanya kembali melakukan istikharah untuk memantapkan pilihan iya atau tidak.
  6. Jika dirasa tidak, maka ta’aruf berakhir di situ, jika iya maka ta’aruf berlanjut. Si pria datang ke rumah orang tua wanita untuk berkenalan dan mengajukan khitbah. Jika pada saat ini jawaban orangtua iya, maka ta’aruf bisa berlanjut ke proses selanjutnya yaitu pertemuan keluarga dan dilakukan perencanaan pernikahan. Jika orangtua tidak setuju, maka keduanya harus ikhlas untuk menerimanya dan ta’aruf berakhir (Kecuali jika keduanya menambah waktu untuk meyakinkan orangtua, tapi tetap harus ada tanggal tepat kapan harus berakhir). Di ta’aruf tidak istilah “Mengambang”, semuanya harus ada datelinenya. Jika muncul keraguan, maka harus diputuskan ta’aruf berakhir, karena ini dapat menyebabkan ketidakjelasan status. Takutnya kesabaran dari keduanya untuk menjaga hati agar tidak bermain perasaan tak mampu lagi dilakukan, akhirnya akan sulit untuk lepas. Padahal ta’aruf itu jelas prosesnya.
Karena itu, menanggapi pertanyaan kamu, jika memang keputusan dia seperti itu, sudah jelas bahwa ta’aruf harus berakhir, dan dia sudah melakukan dengan benar untuk tidak menggantung karena ta’aruf tidak mengenal istilah status mengambang, Ini juga menghindari kalian berdua untuk bermain perasaan yang akhirnya tidak bisa lepas dan beralih ke status pacaran. Juga dengan usaha dia tidak mau menggantung dirimu, itu juga jelas bahwa dia membebaskan kamu untuk ta’aruf dengan pria lain. Karena bagi siapapun yang sedang melakukan proses ta’aruf, dia tidak boleh melakukan ta’aruf dengan pria/wanita lain sebelum ta’aruf yang sedang dijalankan berakhir.
Yang harus Kamu lakukan sekarang adalah menerima keputusan dengan Ikhlas, dan berpikir positif bahwa ternyata dia bukanlah jodoh terbaik. Mantapkan hati bahwa proses ta’aruf yang sedang dilakukan adalah karena Allah, cinta Allah. Semua keputusan Allah dalam proses ta’aruf itu adalah yang terbaik. Apapun yang diputuskan oleh si pria pada dasarnya adalah keputusan Allah. Karena itu berpikir positif saja dengan Allah. In shaa Allah, kamu akan segera dipertemukan dengan Jodoh yang terbaik di mata Allah.
Pesan terakhir, Allah itu selalu memperlancar Jodoh bagi siapapun. Jika pada prosesnya, si dia ternyata muncul keraguan ataupun banyak sekali masalah dalam proses ta’aruf, maka dia bukanlah jodoh kamu. Kalau namanya jodoh, pasti diperlancar oleh Allah. Si dia pun pasti akan sangat welcome menjalani ta’aruf.
Kedepannya, jika ingin melakukan ta’aruf, keduanya harus mengkondisikan orangtua masing-masing bahwa mereka mau melakukan ta’aruf dan ingin segera menikah. Hal ini dilakukan agar orangtua dapat memahami anaknya dan masalah belum diizinkan menikah dapat diketahui dari awal. 
Ta’aruf bukanlah proses cinta-cintaan seperti orang pacaran, ta’aruf adalah proses saling mengenal dan memiliki tujuan sama menuju pernikahan melalui proses yang jelas dan tidak mengambang. Karena itu, jagalah hati dalam menjalaninnya, jangan bermain perasaan. Siapkanlah itu hanya kepada suami kamu nanti.
Terima kasih. Jika ada pertanyaan lagi, silahkan diajukan.

Semoga kita semua dalam lindungan Allah Aza Wajallah

Artikel Terkait