Bagaimana Meyakinkan Orang Tua Untuk Menerima Pria Yang Sudah Saya Pilih?

Meyakinkan orang tua terhadap pria yang sudah saya pilih

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb

Saya ingin menanyakan bagaimana cara meyakinkan orangtua untuk menerima lamaran seorang ikhwan yang saya sudah yakin namun orangtua belum menyetujui karena faktor ekonomi. Bagaimana meyakinkan orangtua jika menikah sederhana dan berusaha bersama setelah menikah itu juga baik. Terimakasih

Jawaban:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, orang tua ingin anaknya bahagia. Terlebih ketika si anak memutuskan untuk menikah, orang tua ingin mendapatkan menantu yang bisa menjaga, melindungi, dan mengayomi anaknya selayaknya dia, karena sejak akad itu diucapkan berpindahlah tanggung jawabnya terhadap anak tersebut kepada laki-laki yang menikahi.

Oleh karena itulah, orang tua ingin anaknya mendapat laki-laki yang terbaik menurutnya. Tapi terkadang persepsi “terbaiknya” orang tua disini berbeda dengan persepsi kita. 

Orang tuamu ingin kamu mendapatkan laki-laki yang sudah mapan dari segi ekonomi, biasanya mereka mengukurnya dari segi pekerjaan dan penghasilan. Sementara dirimu melihat laki-laki itu baik dari segi yang lain, misalkan cukup dengan dia yang memiliki akhlak yang baik walaupun dia belum mapan, tentunya kamu yakin dia akan berusaha sebaik mungkin untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai suami dan tidak akan menelantarkanmu.

Oleh karena itu, solusinya adalah komunikasi. Bicara dengan lembut pada mereka, jangan keras, dan memaksa. Ingat seperti dikatakan di awal tadi orang tua hanya menginginkan yang terbaik untuk anaknya, perbedaan persepsi tentang kebaikan antara orang tua dan kitalah yang perlu kita samakan. Berikan alasan yang tepat tentang kemantapanmu ingin menikah dengan ikhwan tersebut, misalkan seperti yang saya sebutkan tadi karena akhlaknya yang baik yang tidak membuatmu ragu untuk membina rumah tangga bersamanya dan masalah rezeki kamu yakin akan janji Allah bahwa menikah akan menambah rezeki, mungkin dia yang saat ini masih kerja serabutan, setelah menikah mendapatkan kepercayaan untuk bekerja di perusahaan tertentu. 

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang patut (menikah) dari hamba- hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.”(QS. An Nuur [24]:32)

Sampaikan pula soal pernikahan sederhana yang lebih barokah. Pernikahan adalah ibadah, tidak baik bila ditunda terlalu lama. Pernikahan yang sesuai dengan syari’at Islam itu murah, mudah, dan tidak membebankan. Perihal mahar dan resepsi pernikahan sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan ikhwan. 

Simak ulasan 

Mau Nikah Tapi Belum Ada Uang, Bagaimana Solusinya?

Tunda Pernikahan Sampai Biaya Cukup, Sebaiknya Bagaimana Ya?

Tapi mungkin tidak cukup dengan sekali bicara saja, tapi perlu kesabaran dan berulang kali untuk menyampaikannya. 

Selain itu, tunjukkan kepada orang tuamu kalau kamu sudah siap dan mampu untuk menikah. Karena ada juga orang tua yang hanya mencari-cari alasan karena ia belum yakin pada anaknya sendiri. Tunjukkan pada orang tua kemandirianmu dan calonmu dalam masalah keuangan dengan tidak lagi bergantung kepada orang tua, tunjukkan kedewasaan dalam bersikap. Insya Allah orang tua pun akan memberi restu untuk menikah. Ingat restu orang tua penting. Restu Allah bergantung pada restu orang tua. Jangan sampai hal ini menjadikan kita anak yang durhaka dan tidak taat pada orang tua.

Semoga jawabannya bisa membantu.

Artikel Terkait