Berikut 3 Kaidah Walimah Pernikahan Yang Baik dan Benar, Namun Sering Diabaikan



Dalam sebuah prosesi pernikahan sudah pastilah ada acara walimah pernikahan atau dalam fikih nikah dikenal dengan istilah walimatul urs.

Secara harafiah walimah adalah istilah yang dapat diartikan sebagai santapan atau hidangan yang disediakan dalam pernikahan. Di dalam kamus juga disebutkan tentang pengertian atau makna dari walimah adalah makanan pernikahan atau semua makanan atau hidangan yang disiapkan untuk disantap oleh para tamu udangan.

“Menyelenggarakan acara walimatul urs adalah sunnah muakkadah atau sunnah yang dianjurkan. Hal ini sebagaimana dalil hadits sabda Nabi saw Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah saw. Bersabda: Baarakallahu laka, Lakukanlah walimah meskipun hanya dengan seekor kambing.” [HR. Muttafaqun-alaih]

Namun sayangnya, dijaman yang semakin modern seperti saat ini, banyak orang mengabaikan bagaimana kaidah walimah yang baik dan benar. Nah, buat kita yang belum terlanjur keliru, ada baiknya kita simak bersama bagaimana kaidah walimah yang baik dan benar sesuai ajaran Rosullullah SAW.

1. Tidak berlebihan

walimah-yang-oke
image. via pelajarislam.wordpress.com

Penting untuk diingat, dalam mengadakan acara walimatul urs hendaknya kita selalu memperhatikan kaidah-kaidah dan rambu-rambu yang diajarkan oleh syariat Islam. Sehingga dalam penyelenggaraan walimah tidak melewati batas kewajaran yang tidak sesuai dengan syariat Islam.

Meskipun esensi dari walimah adalah makan-makan, namun tentunya tidak berarti kita dibenarkan untuk berlebih-lebihan dalam menghambur-hamburkan uang. Karena orang-orang yang menghambur-hamburkan harta adalah termasuk saudaranya syaitan.

“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” [QS. Al- Isra` : 27]

2. Walimah tidak untuk status sosial dan gengsi semata

walimah-yang-baik
image. via idepernikahan.com

Ingat walimah adalah sebuah acara pernikahan yang mempunyai makna yang sangat penting yaitu mengumumkan terjadinya pernikahan dan juga membedakannya dari perzinaan. Apabila penyelenggaraan walimatul urs ini mempunyai tujuan untuk gengsi dan ingin dianggap sebagai orang yang berada dan mampu dengan menggelar pesta besar padahal kesemuanya adalah berhutang, maka hal ini sangat tidak dibenarkan.

Karena dalam penyelenggaraan walimah pernikahan hendaknya semampunya dan sesanggupnya saja, jangan mengada-ada hal yang tidak ada, tidak perlu mengejar gengsi untuk menunjukkan status social jika akhirnya menyusahkan diri sendiri, jangan takut pula dibilang pelit. Karena yang terpenting adalah acara walimah dapat berjalan dengan baik dan juga benar, mengingat acara walimah adalah anjuran dan ajaran dari Nabi Saw. Lihat bagaimana nabi menyarankan meski hanya seekor kambing, itu artinya Beliau mengajarkan kesederhanaan.

Lebih parahnya lagi jika kita hanya mengharapkan amplop dari para tamu, tentu ini sangat tidak tepat dengan esensi dan ajaran Islam. Ingat, kita harus menjadi orang yang ikhlas jika memang mengharap Ridho dari Allah SWT.

3. Acara walimah sebaiknya mengundang fakir miskin

walimah-keluarga
image. via idepernikahan.com

Dalil hadits Nabi Muhammad saw. :

“Dari Abi Hurairah rahiallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: Makanan yang paling jahat adalah makanan walimah. Orang yang butuh makan (si miskin) tidak diundang dan yang diundang malah orang yang tidak butuh (orang kaya).” [HR. Muslim]

Sudah sangat jelas, berdasarkan hadits Nabi di atas, menerangkan agar hendaknya dalam acara walimah menundang orang-orang yang membutuhkan atau orang-orang yang miskin. Janganlah acara walimah yang diselenggarakan tersebut menjadi sebuah santapan makan yang terburuk karena hanya mengundang orang-orang kaya dan melupakan orang-orang yang membutuhkan. Sehingga walimah pernikahan yang demikian adalah hidangan yang paling jahat

Sampai pada inti kesimpulan, mari kita dalam mengadakan dan menyelenggarakan acara walimah pernikahan atau walimatul ursy hendaknya membiasakan membuat acara walimah secara sederhana saja, tidak berlebih-lebihan, tidak untuk gengsi dan status social semata, tidak mengharapkan amplop dari para udangan, dan mengundang orang-orang yang membutuhkan.

Simak juga

6 Alasan Banyak Orang Salah Pilih Pasangan Hidup

Syarat Sah Pernikahan Berdasarkan Al-Quran dan Hadits

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait