Berikut Ini Adalah Wanita Yang Haram Untuk Dinikahi

muslimah-cantik-di-taman

Ada beberapa wanita yang haram untuk dinikahi oleh laki-laki. Karena Allah SWT mengharamkan laki-laki menikah dengan sejumlah wanita berikut ini baik yang bersifat selamanya atau sementara.

1. Wanita yang haram dinikahi karena nasab

Muslimah-di-taman
image. via www.kaskus.co.id

Ada tujuh orang wanita yang haram dinikahi karena nasab, sebagaimana firman Allah SWT berikut ini:

“Diharamkan atas kamu mengawini ibu-ibumu, anak- anakmu yang perempuan, saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan, saudara-saudara ibumu yang perempuan, anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki, anak-anak perempuan dari saudara-saudara yang perempuan.” [Q.S. An Nur:23]

Jadi, seorang laki-laki haram hukumnya menikahi wanita dari dalam keluarga yang memiliki ikatan darah.

2. Wanita yang haram dinikahi karena persusuan 

muslimah-di-kursi
image. via acehonline.info

Nabi Muhamrnmad SAW bersabda: “Diharamkan dari persusuan berdasarkan apa yang diharamkan berdasarkan nasab.”

Tetapi persusuan yang diharamkan harus terdapat beberapa syarat, antara lain adalah terdapat lima kali susuan atau lebih. Apabila seorang bayi menyusu pada seorang wanita empat kali susuan, maka wanita tersebut tidak menjadi ibunya. Karena terdapat hadist riwayat Imam Muslim dari Siti Aisyah ia berkata: Adalah apa yang diturunkan Al-Quran sepuluh kali susuan yang mengenyangkan menjadikan mereka saudara satu muhrim, lalu dinasakh hukumnya menjadi lima kali susuan lalu kemudian Rasulullah wafat, dan ia merupakan bacaan Al Qur’an.

Hendaklah persusuan terjadi sebelum bayi berusia dua tahun, maksudnya susuan yang lima semuanya terjadi sebelum dua tahun usia bayi, apabila terjadi setelah dua tahun atau sebagiannya sebelum dua tahun dan sebagian lagi setelah dua tahun, maka wanita tadi tidak menjadi ibu bagi bayi tersebut.

Namun, wajib diketahui bahwa kerabat bayi dari yang disusui selain keturunannya tidak memiliki hubungan persusuan dan tidak terpengaruh persusuan tersebut pada mereka sama sekali. Maka dibolehkan bagi saudara laki-lakinya berdasarkan nasab untuk mengawini ibunya yang sepersusuan atau saudara wanitanya.

Adapun keturunan bayi, mereka menjadi anak-anak bagi ibu yang menyusuinya dan suami dari ibu tersebut merupakan ayah berdasarkan persusuan juga.

3. Wanita yang haram dinikahi berdasarkan hubungan pernikahan 

wanita-muslimah-bertiga
image. via www.vemale.com

Allah SWT berfirman: “Janganlah kalian menikah dengan perempuan – perempuan yang pernah dinikahi oleh bapak kalian. Kekasih anak kalian satu kandung dan ibu mertua kalian.”

Maka apabila seorang laki-laki melakukan akad nikah pada seorang wanita, maka wanita tersebut menjadi mahram bagi anak-anaknya, cucu laki-laki dari anak laki-lakinya, cucu laki-laki dari anak perempuan ke bawah, baik telah dilakukan hubungan seksual kepadanya atau belum. Selain itu apabila seorang laki-laki melakukan akad nikah dengan seorang wanita, maka wanita tersebut menjadi mahram bagi bapaknya, sampai ke atas baik dari arah bapak atau dari arah ibu. Hanya sekedar akad nikah saja terhadapnya tanpa harus diselingi dengan hubungan seksual hal tersebut sudah terjadi.

Jadi, jika seorang laki-laki melakukan pernikahan dengan seorang wanita lalu melakukan hubungan badan kepadanya, maka anak perempuan isteri, anak perempuan dari anak laki- lakinya, anak perempuan dari anak perempuan terus ke bawah, menjadi mahram baginya baik mereka dari anak suami sebelumnya atau setelahnya. Adapun apabila terjadi perceraian antara keduanya sebelumnya tidak ada hubungan seksual, maka rabibah dan keturunannya bukan mahram lagi baginya.

4. Wanita Yang Haram Dinikahi Sementara 

muslimah-cantik-sedih
image. via www.ukhtiindonesia.com

Namun, jika diatas disebutkan wanita yang haram dinikahi selamanya, maka ada juga wanita yang haram untuk dinikahi sementara waktu saja, atau sedang dalam masa tertentu sehingga haram untuk dinikahi, semisalnya adalah wanita yang sedang dalam masa iddah, atau wanita yang sedang menjalankan ibadah ihram haji atau umrah.

Simak juga

Selintasan Pikiran Mitsaqan Ghalizha Dalam Pernikahan

Apakah Ijab Kabul kita Sudah Sah Sesuai Syariat?

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait