Faktanya, Berbicara Pada Janin Itu Mendatangkan Banyak Manfaat Baik

merebahkan-diri

Dunia kedokteran saat ini mulai menyadari bahwa manusia mulai belajar tentang dunia sekitarnya sejak bayi, bahkan saat manusia masih menjadi janin di dalam kandungan, kira-kira mulai pada trimester ketiga. Meskipun saat masih menjadi janin, proses belajar ini masih belum sempurna, karena indera yang dimiliki manusia saat masih janin itu belum sempurna.

Padahal anggapan kita masyarakat awam atau bahkan mungkin para dokter berpikir dahulu bahwa bayi lahir ke dunia tanpa pengetahuan apapun.

Nah, jadi Bunda bisa mendidik si kecil sejak dini, bahkan sejak ia masih ada dalam satu tubuh dengan  Bunda ya. Karena setelah berusia 23 minggu, janin yang ada dalam kandungan bunda ini akan dapat mendengar suara Bunda dan suara-suara lain di sekitarnya, bahkan mungkin menanggapi apa pun yang dia dengar dengan bergerak lebih aktif. Dan, apa saja sih suara-suara  yang didengar Si Kecil dari dalam kandungan Bunda? Hmm, bisa berupa suara detak jantung, pernapasan, pencernaan Bunda, bahkan suara-suara samar dari luar tubuh Bunda jika memang indera pendengarannya sudah semakin kuat. Jadi jangan ragu untuk mengajak berbicara buah hati kita ya Bund, meski masih di dalam kandungan. Dan berikut ini beberapa manfaat baik yang bisa Bunda dapatkan dengan berbicara pada janin.

1. Memberikan Pengetahuan dan Belajar Sejak Dini

wanita-hamil
image. via www.suararakyatindonesia.org

Mungkin manfaat utama yang bisa didapatkan Bunda adalah memberikan pengetahuan sejak dini pada buah hati kita, dan ini dini sekali. Semisalnya saja, Bunda membiasakan untuk membacakan cerita, memperdengarkan musik, atau melantunkan ayat-ayat suci. Hal ini cukup sederhana, dan para ahli berpendapat bahwa setelah dilahirkan, bayi kemungkinan mampu mengingat dan mengenali suara-suara tertentu sewaktu masih di dalam kandungan. Mendengarkan musik bisa menjadi cara yang indah bagi Bunda dan bayi untuk lebih bersantai. Terlebih letika janin mendengar musik, denyut jantungnya akan meningkat dan dia cenderung bergerak lebih banyak. Tidak lama setelah lahir, terdapat kemungkinan bahwa bayi akan menanggapi potongan musik yang sama dengan yang sering didengarnya ketika di dalam kandungan. Dan siapa tahu dia kelak menjadi seorang seniman, pendongeng, atau pembaca ayat suci yang baik.

2. Memperkenalkan Suara Bunda Yang Akan Membuat Bayi Tenang

kebaikan-pada-janin
image. via azaleav.wordpress.com

Bunda tahu kan bahwa bayi mungil di dalam kandungan Bunda terus berkembang, dia berusaha mendapatkan semua informasi yang dibutuhkan hanya dengan mendengarkan pembicaraan ibu dengan orang lain. Tak hanya itu, dia juga dapat mengenali pola dan ritme dari buku yang Bunda bacakan dengan suara keras untuknya. Karena sebuah penelitian menunjukkan bahwa bayi sudah mulai mengenali bahasa sejak masih berumur 10 minggu di dalam kandungan. Dan detak jantung janin akan melambat sedikit tiap kali Bunda berbicara, ketika kandungan sudah berusia sekitar 7 sampai 8 bulan. Hal ini menunjukkan suara Bunda memiliki efek menenangkan untuknya. Jadi tak heran jia bayi baru lahir, dia pun dapat mengenali suara ibunya.

Jadi Bunda, mulailah menjadi sosok yang dewasa, sopan, dan lembut melalui suara, karena hal itu pun akan berpengaruh pada si kecil yang menyadari bahwa Bunda nya adalah sosok yang menenangkan.

3. Membangun Kedekatan Dan Chemistry Kuat

menjaga-janin
image. via atyapunyamimpi.blogspot.com

Tak salah jika ibu dan anak memang memiliki ikatan batin yang kuat, karena bayi sudah mulai mendengar suara Bunda saat dia masih dalam kandungan, dan inilah yang membantu bayi merasa terikat kepada Bunda dengan cepat, bahkan selepas dia dilahirkan. Satu teori menunjukkan bahwa alasan pendengaran bayi begitu berkembang dengan baik di dalam rahim adalah untuk membantu dia memulai ikatan dengan Bunda bahkan sebelum dia lahir. Setelah lahir, bayi mungkin senang mendengar suara Bunda dibandingkan suara-suara lain.

Jadi, Bunda harus tahu bahwa selama masa mengandung bisa sangat bermanfaat dalam membantu perkembangan kognitif alami bayi. Semakin sering Bunda berinteraksi dengannya, termasuk bernyanyi dan juga berbicara, maka bayi akan menjadi lebih cepat untuk beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya nanti saat sudah lahir. Dan, jangan lupa untuk melibatkan peran ayah ya Bund, agar Ayah bisa juga merasakan gerakan-gerakan janin dan beri tahu bahwa janin juga bisa mendengar suara Ayah.

Simak juga “6 Cara Mengembangkan EQ (Kecerdasan Emosi) Si Kecil

Simak juga “10 Tips Stimulasi Bayi

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait