Hati-hatilah, Karena Anak Selalu Mencontoh Orang Tua

menyediakan-waktu-bersama-anak

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, begitulah yang erat kaitannya antara hubungan anak dan orang tua. Makanya tak heran jika seorang anak akan memiliki sifat dan ciri khas yang tak jauh berbeda dengan orang tuanya.

Hal ini cukup logis, karena anak memang satu peniru yang unggul, dan orang tua adalah sosok terdekat yang akan ditiru oleh anak, karena di dalam keluarga itu adalah arena belajar anak yang utama. Jadi kalau kita ingin memiliki anak yang berperilaku baik dan sopan, maka kita juga harus berperilaku baik dan sopan, karena jika tidak dari orang tua maka siapa lagi.

Nah, untuk lebih jelasnya, kita simak cerita berikut ini yang mungkin sudah pernah kit abaca bersama-sama:

Suatu ketika, ada seorang kakek lanjut usia yang tinggal bersama dengan anaknya. Namun karena si anak sudah menikah dan berkeluarga, maka jadilah si kakek tinggal juga bersama menantu dan juga cucunya yang baru berusia 6 tahun.

Mengingat si kakek sudah sangat tua, maka tak heran jika tangannya sudah tak kencang dalam memegang, matanya sudah buram dan ia pun sangat ringkih. Semula keluarga kecil itu selalu makan bersama dengan mengajak kakek di meja makan yang sama, namun lama kelamaan anak dan menantunya merasa terganggu karena kakek selalu mengacaukan suasana makan dengan menumpahkan gelas, menjatuhkan piring, menjatuhkan sendok, dan membuat meja kotor. Hingga akhirnya kesabaran anak dan menantunya pun berakhir, lalu si kakek tidak lagi makan bersama mereka dalam satu meja, melainkan ditempatkan sendiri di sebuah meja kayu di sudut ruang makan.

Di sudut ruangan kakek duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan bersama di meja makan. Karena sering memecahkan piring, anak dan menantunya pun memberikan mangkuk kayu untuk si kakek. Sering saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak tangis sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Meski ia hanya bisa menjalani tanpa memprotes perlakuan anaknya. Tiap kali nasi yang dia suap, selalu ditetesi air mata yang jatuh dari sisi pipinya. Namun, kata yang keluar dari suami istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun itu hanya bisa diam dan memandangi semua dalam diam.

Hingga akhirnya, pada suatu malam, sebelum tidur, sang ayah memperhatikan anaknya yang sedang memainkan mainan kayu. Dengan lembut ditanyalah anak itu.

“Kamu sedang membuat apa?”

Anaknya menjawab, “Aku sedang membuat meja kayu buat ayah dan ibu, untuk makan saat aku besar nanti. Nanti, akan kuletakkan di sudut ruangan, dekat tempat kakek biasa makan.”

Dengan polosnya anak kecil itu tersenyum dan melanjutkan pekerjaannya. Jawaban itu membuat kedua orang tuanya begitu sedih dan terpukul. Mereka tak mampu berkata-kata lagi. Lalu, air mata pun mulai bergulir dari kedua pipi mereka. Walau tak ada kata-kata yang terucap, kedua orang tua muda ini mengerti, ada sesuatu yang harus diperbaiki.

Dan akhirnya esok harinya, mereka makan bersama di meja makan, termasuk juga dengan kakek. Tak ada lagi omelan yang keluar saat ada piring yang jatuh, makanan yang tumpah atau taplak yang ternoda. Kini, mereka bisa makan bersama lagi di meja makan bersama. Dan anak itu, tak lagi meraut kayu untuk membuat meja kayu.

Rasanya memang sepele ya, tetapi anak-anak adalah cerminan dari kita para orang tua. Mereka memang memiliki naluri yang akan selalu mengamati orang tuanya, telinga mereka akan selalu menyimak, dan pikiran mereka akan selalu mencerna setiap hal yang orang tua lakukan. Mereka adalah peniru yang baik dan jika mereka melihat kita memperlakukan orang lain dengan sopan, hal itu pula yang akan dilakukan oleh mereka saat dewasa kelak. Orangtua yang bijak, akan selalu berusaha menyadari hal itu. Jadi, jika menginginkan anak menjadi sosok yang baik kini dan kelak, maka benahi dulu diri kita agar menjadi sosok yang layak untuk ditiru dalam hal kebaikan.

Simak juga “Faktanya, Berbicara Pada Janin Itu Mendatangkan Banyak Manfaat Baik

Simak juga “5 Manfaat Mengenalkan Mainan Edukatif Pada Anak-Anak

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait