Ingat, Istri Itu Bukan Pembantu Rumah Tangga Loh!

Istri-shaleha

Syariat Islam sangat unik dalam mengatur tugas dan kewajiban seorang istri. Pada dasarnya saat akad nikah dan menjawikan seorang wanita sebagai istri, istri tidak mengemban kewajiban untuk mencari nafkah dan mengasuh anak. Jadi, bagaimana sebenarnya tugas seorang istri dalam kehidupan rumah tangga?

Karena selama ini kita lihat bahwa banyak para istri yang membantu keuangan keluarga dengan bekerja dan mencari nafkah tambahan, atau banyak juga dari mereka yang menghabiskan waktunya setiap hari dengan mengasuh anak dan mengurus rumah layaknya pembantu rumah tangga.

Namun ada 4 Mazhab yang menegaskan bahwa istri bukanlah pembantu rumah tangga.

1. Mazhab Al-Hanafiyah

Al-Kasani dalam kitab Badai’ush-Shanai’ menyebutkan hal-hal berikut ini :

“Seandainya suami pulang membawa bahan pangan yang masih harus dimasak dan diolah, namun istrinya enggan memasak atau mengolahnya, maka istri itu tidak boleh dipaksa. Suaminya diperintahkan untuk pulang membawa makanan yang siap santap.” [Al-Imam Al-Kasani dalam kitab Al-Badai‘]

Masih dalam mazhab yang sama juga tetapi dalam kitab lainnya yaitu kitab Al-Fatawa Al-Hindiyah fi Fiqhil Hanafiyah juga disebutkan hal yang sama :

Seandainya seorang istri berkata,”Saya tidak mau masak dan membuat roti”, maka istri itu tidak boleh dipaksa untuk melakukannya. Dan suami harus memberinya makanan siap santap, atau menyediakan pembantu untuk memasak makanan.

2. Mazhab Al-Malikiyah

Ad-Dardir dalam kitab Asy-Syarhu Al-Kabir menyebutkan :

“Wajib atas suami melayani istrinya walau istrinya punya kemampuan untuk berkhidmat Bila suami tidak pandai memberikan pelayanan, maka wajib baginya untuk menyediakan pembantu buat istrinya.” [kitab Asy-Syarhul Kabir oleh Ad-Dardir]

3. Mazhab As-Syafi’iyah

Al-Imam Asy-Syairazi dalam kitab Al-Muhadzdzab menuliskan :

“Tidak wajib bagi istri membuat roti, memasak, mencuci dan bentuk khidmat lainnya untuk suaminya Karena yang ditetapkan (dalam pernikahan) adalah kewajiban untuk memberi pelayanan seksual (istimta’), sedangkan pelayanan lainnya tidak termasuk kewajiban.” [kitab Al-Muhadzdzab oleh Asy-Syirozi]

4. Al-Hanabilah

Pendapat mazhab Al-Hanabilah pun sejalan dengan mazhab-mazhab lainnya, yaitu bahwa intinya tugas istri bukanlah tugas para pembantu rumah tangga.

Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa Seorang istri tidak diwajibkan untuk berkhidmat kepada suaminya, baik berupa mengadoni bahan makanan, membuat roti, memasak, dan yang sejenisnya, termasuk menyapu rumah, menimba air di sumur. Karena aqadnya hanya kewajiban pelayanan seksual. Dan pelayanan dalam bentuk lain tidak wajib dilakukan oleh istri, seperti memberi minum kuda atau memanen tanamannya.

Namun semua mazhab itu seolah disangkal oleh para istri itu sendiri, khususnya mereka wanita Indonesia yang tumbuh di Indonesia. Dan nyaris semua tulisan para ulama ini ditolak mentah-mentah justru oleh para wanita itu sendiri. Padahal di Timur Tengah dan di Arab sana semua terbukti. Kita jarang menemukan para wanita bekerja di dapur sebagaimana lazimnya pembantu. Bahkan yang pergi ke pasar untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga pun bukan ibu-ibu seperti di Indonesia. Jadi bagaimana jika banyak wanita karir yang lebih bahagia bekerja ketimbang mengurus anak di rumah, apakah ia aka tetap dicemooh karena tidak tahu kewajibannya yang sebenarnya juga bukan kewajibannya.

Lingkaran adat, budaya, dan lingkungan dalam hal ini sangat kuat membentuk pola pikir wanita. Mereka berpikir bahwa tempat mereka adalah dapur, dan setinggi-tingginya karir dan pendidikan mereka, maka dapurlah tempat mereka kembali. Inilah yang terjadi, namun bukan berarti semua hal yang terjadi adalah keliru, karena jika wanita itu melakukannya dengan senang hati, mengurus anak dengan senang hati, melayani suami dengan tulus ikhlas, maka semua hal yang bukan kewajibannya itu pun menjadi sebuah ibadah yang akan mendapatkan berkah dari Allah SWT.

Jadi, menjadi pembantu rumah tangga di rumah sendiri tidak salah bagi para istri, walaupun pada dasarnya ajaran Islam tidak mewajibkannya.

Simak juga ulasan —> “10 Hal Ini Paling Diharapkan Istri. Sang Suami Harus Tahu!

Simak juga ulasan —> “7 Kewajiban Suami Kepada Istri Ini Jangan Sampai Terlupakan

Simak juga ulasan —> “7 Nasihat Untuk Para Istri Agar Keharmonisan Rumah Tangga Terjaga

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait