Ini 3 Alasan Kenapa Makanan Pendamping ASI Baru Boleh Diberikan Setelah Bayi Berusia 6 Bulan



Untuk mendampingi asupan makanan pada bayi, kita mengenal MP ASI atau Makanan Pendamping ASI. MP ASI ini tak lain makanan yang diberikan kepada bayi sejak usia bayi memasuki 6 bulan sampai 2 tahun. MP ASI ini sangat penting diberikan kepada bayi karena kebutuhan gizi sudah semakin banyak dan tentunya tidak bisa tercukupi secara penuh oleh pemberian ASI saja. Karena sifatnya pendamping, maka tetap saja makanan utama yang diberikan kepada anak sampai usia 2 tahun tetaplah ASI.

Nah, kenapa sih harus saat berusia 6 bulan baru boleh diberikan makanan pendamping ASI? Berikut kita simak bersama alasan yang logis dan tepat mengenai pemberian makanan pendamping ASI pada bayi.

1. Sistem pencernaan pada bayi baru sempurna saat bayi berusia 6 bulan

bayi-manis
image. via www.sigambar.com

Sistem pencernaan, adalah satu hal penting harus kita perhatikan saat mengkonsumsi makanan. Jangankan bayi, orang tua pun kadang kalau salah mengkonsumsi makanan akan terganggu bukan system pencernaannya. Maka ibu harus tahu bahwa system pencernaan pada bayi baru bisa sempurna saat memasuki usia 6 bulan. Jadi sebisa mungkin ibu jangan tergoda untuk memberikan makanan selain ASI sebelum ia berusia 6 bulan ya, meskipun bayi kita doyan, tapi ingat system pencernaannya belum sempurna. Jadi saat usia bayi belum mencapai 6 bulan, usus masih terbuka dan belum mampu secara optimal menahan protein berbahaya yang mungkin masuk lewat makanan. Pada 6 bulan pertama kehidupan, usus memang dirancang hanya bisa menyaring nutrisi terkandung dalam ASI saja. Sedangkan saat bayi memasuki usia 6 bulan, lubang-lubang yang ada dalam usus secara perlahan menutup dan usus pun lebih siap dalam menerima makanan dari luar.

2. Risiko alergi makanan

bayi-lucu
image. via ahmadalkadri.com

Tahukah ibu bahwa bayi berusia 4 sampai 6 bulan, organ pencernaan pada bayi dilapisi oleh antibodi yang didapatkannya dari ASI. Maka antibodi inilah yang kemudian berfungsi melindungi usus sekaligus mengurangi resiko terjadinya penyakit dan infeksi. Jadi apabila bayi diberikan makanan sebelum ususnya matang dengan sempurna, maka kemungkinan bayi akan alergi makanan cukup besar.

3. Masih Lemahnya Kontrol Pada Lidah dan Tenggorokan

bayi-bobok
image. via id.theasianparent.com

Lidah dan tenggorokan menjadi pintu pertama dalam aktifitas makan sebelum akhirnya masuk ke organ pencernaan. Dan, pada saat bayi masih berusia dibawah 6 bulan, mereka memiliki control yang masih lemah terhadap otot lidah dan tenggorokannya. Hal ini tentu akan berpotensi menimbulkan bahaya, seperti tersedak dan susah menelan.

Karena kita tahu bahwa perkembangan organ tubuh manusia berjalan secara bertahap, begitu juga dengan organ pencernaannya. Maka, penting ya bagi ibu untuk memperhatikan jenis makanan apa yang diberikan kepada bayi terutama saat awal-awal pemberian makanan pendamping ASI. Pemberian makanan harus disesuaikan dengan tahapan perkembangan organ pencernaan dan juga keterampilan makan bayi, tak perlu memaksa bayi untuk makan, karena ini juga akan menimbulkan trauma pada bayi. Jadi, semoga ibu bisa bersabar ya menunggu bayi berusia 6 bulan dulu baru diberikan makanan pendamping, tak perlu buru-buru, karena semua hal butuh proses.

Simak juga

Apakah Boleh Ibu Hamil Melakukan Perawatan Tubuh?

Pertimbangkan Hal Ini Saat Memilih Popok Kain Atau Popok Sekali Pakai Untuk Si Kecil

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait