Ini Alasan Kenapa Banyak Orang Menunda-nunda Pernikahan, Padahal Itu Tidak Dianjurkan Loh



Pernikahan adalah hak seluruh umat manusia. Dan tentunya pernikahan adalah hal yang diinginkan oleh semua orang. Meski mungkin ada orang yang berkata bahwa ia tak ingin menikah, tapi tunggu saja, karena akan ada saatnya juga dia berpikir bahwa ia ingin menikah. Semua hanya soal waktu, jika di usia 23 kamu belum ingin bahkan belum berpikir untuk menikah karena masih fokus dengan penyelesaian skripsi, maka saat usiamu 27 dan kamu sudah bekerja, mungkin sekali kamu akan berubah pikiran dan berpikir bahwa menikah memang perlu dan kamu ingin melakukannya bersama orang yang kamu cintai.

Namun, ada beberapa alasan orang juga menunda-nunda pernikahan, meski pada kenyataannya ajaran agama Islam mengajarkan kita untuk tidak menunda-nuda pernikahan, terlebih jika kamu memang sudah siap lahir dan batin. Berikut ini alasan kenapa banyak orang menunda-nunda pernikahan.

1. Menunggu Hingga Hidup Mapan

laki-laki-mapan

Banyak orang menunda pernikahan dengan alasan, karena ingin hidup mapan dahulu baru menikah. Alasan ini memang benar, karena kemapanan adalah hal yang penting dalam sebuah hidup berumah tangga. Tapi sampai kapan?

Jika kamu ingin mapan dulu sebelum menikah, kamu sebaiknya pandai-pandai dalam berhitung. Pekerjaan apa yang kamu miliki, berapa penghasilanmu setiap bulan, dan kemapanan dalam hal apa yang ingin kamu capai? Jika rumah misalnya, berapa harga rumah yang akan kamu miliki agar dikata mapan? Dan berapa lama kamu mampu memiliki rumah itu dengan penghasilanmu saat ini? Semua itu harus kamu perhitungkan dengan baik, jangan sampai kamu mempersulit dirimu sendiri dengan hal itu ya guys. Ingat berapa usiamu dan berapa lama waktu yang kamu butuhkan untuk mapan dan siap menikah.

“Jangan pernah lupa bahwa kebahagiaan sejati terletak pada hati yang lapang dan niat yang tulus ikhlas.”

2. Takut Tidak Bisa Menggauli Istri dan Tidak Bisa Melayani Suami

takut-beristri

Ada lagi alasan kenapa orang menunda-nunda pernikahan meski mereka ingin menikah. Bagaimana jika ingin menikah, tapi takut tak bisa mempergauli istrinya dengan baik atau tidak bisa melayani suami dengan baik. Sementara jika terus melajang merupakan siksaan yang nyaris tak dapat ditahan.

Ingat, menikah adalah salah satu sarana belajar, tidak semua berjalan dengan lancar. Jika yang kamu miliki hanya ketakutan dan rasa pesimis, maka hal itu akan merugikan dirimu sendiri. Karena bagaimana mungkin kita bisa berenang jika kita tak mau terjun ke dalam air.

3. Mengejar Karir Atau Study Lebih Dulu

pria-karir

Karir memang penting, dan study apalagi. Kedua hal itu memang sangat penting saat ini. Tapi apa jadinya jika kamu mengabaikan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT. Saat seseorang serius ingin meminangmu, kamu justru lebih memilih karir yang sedang berjalan menuju puncak, atau kamu memilih mengambil study S2-mu karena berpikir bahwa beasiswa pendidikan tak akan datang dua kali. Dan kini saat karirmu sudah di puncak dan pendidikanmu sudah usai, kamu berpikir untuk menikah, namun apa jadinya jika mereka yang dahulu pernah serius padamu, kini justru sudah sibuk serius mengurus anak-anak dan keluarga mereka sendiri.

Ingat, Allah pernah memberimu kesempatan, dan kamu telah membuat keputusan untuk memilih apa yang terbaik bagimu menurutmu.

4. Belum Cukup Dana Untuk Resepsi

Mikirn dana buat nikah

Nabi Muhammad SAW bahkan menyarankan kita untuk menggelar resepsi pernikahan sesederhana mungkin. Jadi untuk apa kita mengeluarkan dana berlebihan untuk menggelar resepsi pernikahan. Ingat, pernikahan itu sacral dan inti utama dari pernikahan bukanlah mengenai resepsi, melainkan pengucapan ijab qobul yang sah menurut agama dan hukum yang berlaku di Negara. Bahkan pemerintah saja memberikan kemudahan untuk masyarakatnya melangsungkan pernikahan, dengan meminimkan biaya pernikahan pada saat ini, lantas kenapa kita mempersulitnya dengan alasan resepsi.

Semoga bermanfaat…

 

Artikel Terkait