Jaga Hati Sampai Halal Mu Menghampiri Dengan 4 Cara Ini



Cinta adalah fitrah semua manusia, jika fitrah ini tak terjaga, ia kan berubah menjadi fitnah. Memiliki rasa cinta pada lawan jenis sesungguhnya merupakan hal yang patut disyukuri, karena itu tanda bahwa kita normal. Tanda bahwa hormon seks dalam tubuh kita menyala. Tanda bahwa otak kita mampu secara normal menerima feromon yang terpancar secara tak sadar dari tubuh lawan jenis di sekitar kita, dan sesungguhnya ini keadaan yang normal secara fisiologis.

Di sisi lain, banyak orang yang lebih suka mengumbar-umbar cinta sebelum waktunya. Alhasil, mereka menyumbang angka kehamilan di luar nikah, dan menyumbang pula angka aborsi di Indonesia. Tentu saja, hal ini pun sangat tidak baik. Nah, untuk itu kamu perlu mengetahui beberapa hal ini agar mampu menjaga hati sampai halal menghampiri.

1. Sadari bahwa rasa cinta itu normal

wanita-muslimah
image. via www.maxmanroe.com

Cinta adalah hal yang gaib, tak terlihat namun bisa dirasakan. Jangan sampai cinta kamu ternoda oleh hal yang tak terpuji.

2. Sadari bahwa selalu terjadi pertempuran bisikan dalam hati

keadaan-muslimah
image. via sehatdancantikalami78.blogspot.jp

Ingat selalu prinsip bahwa, Persamaan haq dan bathil : sama-sama saling benci satu sama lain. Perbedaan haq dan bathil adalah bathil tak segan-segan mengakui haq, sedang yang haq tak sudi melakukan itu.

Maka, selalu tanyakan pada diri sendiri ‘Siapa yg membisikkan rasa ini? Siapa yg membisikkan dorongan untuk merespon ini?’ Milikilah keberanian untuk membunuh bisikan-bisikn yang tidak menentu.

3. Mintalah selalu perlindungan Allah

wanita-muslimah-berdoa
image. via plus.google.com

Terutama dari godaan setan jika bisikan itu sangat kuat dan terasa sangat indah. Kita perlu menyadari bahwa seringkali kita lemah, melawan bisikan setan kadang tidak mampu. Maka, jika godaan begitu kuat, dan kita menyadari hal itu, segeralah ucapkan penuh makna ‘Laa haula walaa Quwwata Illa Billah, Tiada Daya dan Upaya Selain dari Allah’. Maknai dalam-dalam kata itu, sebagai hamba yang lemah, tidak kan pernah mampu melawan bisikan setan kecuali karena kekuatan dariNya.

4. Nilailah diri sendiri

nilai-diri-sendiri
image. via www.caricalon.com

Jika diri sendiri belum siap menikah, maka relakan dirinya pergi. Terkadang, orang-orang baik hadir ke hadapan manusia bukan untuk menjadi jodohnya. Namun seringkali untuk menguji kesabaran kita.

Jika sudah siap, jemputlah dirinya dalam ketegasan. Jangan mau dipermainkan dan dibiarkan tanpa kepastian. Tegas dan serius memperjuangkan dirinya yang serius memperjuangkan. Bisa dengan cara meniru bunda Fatimah yang menanti dalam taat. Bisa juga meniru dan meneladani bunda Khadijah, yang mengajukan diri untuk dilamar Rasulullah, dengan menyadari konsekuensi akan penolakan dan tetap berani melangkah.

Simak juga

Dalam Islam, Cinta Itu Harus Dibatasi Dengan 4 Alasan

Mau Punya Istri Idaman? Berikut Rumus Matematika dari Muhammad Al Khawarizmi!

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait