Jika Ingin Menikah, Baiknya Pilih Wanita Yang Paham Agama Tapi Orang Tuanya Tidak Atau Sebaliknya?

Pilih Yang taat beragama atau tidak

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr wb

Dalam ta’aruf, apakah Saya pilih anaknya yang baik yang kenal agama? Tapi orang tuanya tidak sepaham dengan kita? Atau Pilih keluarganya yang baik, namun anaknya yg masih awam?

Jawaban :

Wa ‘alaikum salam wa rahmatullahi wabarokaatu,
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

“Dari Abi Hurairah radhiallah ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda: Wanita itu dinikahi karena empat hal: karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka perhatikanlah agamanya maka kamu akan selamat. Muttafaq ‘alaih.” [HR. Bukhari Muslim.]

Dari hadits di atas, jelaslah bahwa Rasulullah saw lebih menekankan pada sisi agama, dibandingkan harta, nasab, dan kecantikan.

Seorang wanita yang memiliki ilmu agama tentulah akan berusaha dengan ilmu tersebut agar menjadi wanita yang shalihah dan taat pada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Wanita yang shalihah akan dipelihara oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagaimana firman-Nya :
“Maka wanita-wanita yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara dirinya, oleh karena itu Allah memelihara mereka.” (QS. An Nisa’ : 34)

Wanita shalihah bagi seorang laki-laki adalah sebaik-baik perhiasan dunia.
“Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim).

Jika kamu memilih wanita yang masih awam, berarti suami masih harus bekerja ekstra keras untuk mendidiknya. Itupun kalau suami punya kemampuan agama yang lebih.Tetapi kalau kemampuannya pas-pasan, maka mau tidak mau suami harus ‘menyekolahkan’ kembali istrinya agar memiliki kemampuan dari sisi agama yang baik.
Ciri wanita yang sholehah adalah:

  • Aqidahnya kuat
  • Ibadahnya rajin.
  • Akhlaqnya mulia
  • Fasih membaca Al-Qur’an Al-Karim
  • Ilmu pengetahuan agamanya mendalam
  • Aktifitas hariannya mencerminkan wanita shalilhah
  • Pakaiannya dan dandanannya memenuhi standar busana muslimah
  • Menjaga kohormatan dirinya dengan tidak bercampur baur dan ikhtilath dengan lawan jenis yang bukan mahram
  • Tidak bepergian tanpa mahram atau pulang larut malam
  • Berbakti kepada orangtuanya serta rukun dengan saudaranya
  • Pandai menjaga lisannya.
  • Pandai mengatur waktunya serta selalu menjaga amanah yang diberikan kepadanya
  • Selalu menjaga diri dari dosa-dosa meskipun kecil
  • Pemahaman syari’ahnya tidak terbata-bata
  • Berhusnuzhan kepada orang lain, ramah, dan simpatik

Dan beruntungnya biasanya wanita yang sholehah tumbuh dalam keluarga yang baik lagi Islami, karena keluarga memiliki peran besar dalam mempengaruhi ilmu, akhlak dan keimanan seseorang.

Jikalau wanita tersebut berasal dari keluarga yang masih awam ilmu agama, kalian berdua, dengan pemahaman agama yang kalian berdua miliki, bisa berbicara dan menyampaikan nasihat yang baik kepada mereka.

Semoga jawabannya bisa membantu
Wallahu a’lam bish-showabi

Artikel Terkait