Ketahuilah Bahwa Pasanganmu Adalah Pakaianmu

pasanganmu-pakaianmu

Allah berfirman dalam Al Quran surat QS. Al Baqarah ayat 187:

“Istri kalian adalah pakaian kalian dan kalian adalah pakaian bagi istri kalian.”

Dalam ayat tersebut, Allah mengumpamakan pasangan suami istri sebagai pakaian yang saling melengkapi. Dan Allah selalu tepat memilih kata, pakaian dalam ayat ini merujuk pada apapun yang dipakai manusia secara umum. Termasuk topi, alas kaki, kerudung, busana, dan lainnya.

Maka secara mendasar jika kita mengira-ira maknanya adalah fungsi dari pakaian itu sendiri yang tak lain untuk menutup aurat, melindungi diri dari aib, dan juga menjadi kebutuhan utama manusia pada saat ini. Maka jelas bahwa pasangan yang baik akan  menutupi kekurangan pasangannya, memberikan perlindungan, dan jugasaling  memenuhi kebutuhannya masing-masing.

Jadi, berikut adalah hal-hal yang menegaskan dan menjadi alasan bahwa pasanganmu adalah pakaianmu:

1. Pasangan Yang Baik Mampu Menutupi Aib Pasangannya

menutup-aib
image. via preweddingoutdoor.blogspot.com

Berikut sabda Rosullulloh yang diriwayatkan oleh HR.Ibnu Majah:

“Barang siapa yang membuka aib orang lain, Allah akan membuka aibnya aibnya meski dari dalam kamarnya.”

Jadi, apabila kamu selama ini adalah orang yang selalu menceritakan keburukan dan aib pasanganmu kepada orang lain, maka jelas kamu tidak lulus memenuhi fungsimu. Sebab, jangankan terhadap pasangan, terhadap semua orang bahkan yang tdak kita kenal sekalipun,  kita selalu diperintahkan menutup rapat-rapat aib mereka dan jangan sampai membuka-bukanya dengan sengaja ataupun tidak.

Hak pasangan begitu besar sebab kita dan dia disatukan dengan ikatan dari Allah. Bagaimana mungkin kita membuka-buka aibnya kepada orang lain? Terlebih kini semakin marak budaya media sosial yang dengan mudah diakses saat ini, banyak orang yang kehilangan kontrol diri terhadap hal semacam ini. Banyak bertebaran update di media social yang sudah menjadi sarana pembukaan aib pribadi. Hal ini tentu sangat menyedihkan sekali. Jadi, alangkah baiknya kita saling menutupi aib dari pasangan kita. Sebab pasangan adalah pakaian. Bukankah jika pakaianmu robek, kamu juga yang akan malu.

2. Pasangan Itu Harus Mampu Menutupi Kekurangan

menutupi-kekurangan
image. via nadiahendri.blogspot.com

Sama halnya dengan fungsi pakaian yang lain, pasangan itu harus mampu menutupi pasangannya yang lain. Jadi semisalnya kita menggunakan pakaian dengan memadupadankan pakaian itu agar tidak terlihat gemuk, atau mungkin pendek, maka kita bisa mengenakan motif garis yang memanjang. Maka seperti itulah peran dari seorang pasangan untuk yang lainnya.

Pasangan yang baik akan menjadi pelengkap bagi pasangannya. Jadi bersyukurlah jika kamu yang pendiam diberikan jodoh yang cerewet, karena Allah lebih tau apa yang terbaik dan cocok melengkapimu.

3. Pasangan Itu Harus Bisa Membuat Nyaman

membuat-nyaman
image. via www.potreto.net

Kenyamanan adalah salah satu dari sekian hal yang ahrus diberikan kepada pasangan. Jadi, seberapapun lamanya hubungan kalian, jika tidak ada kenyamanan dalam sebuah rumah tangga,  maka keharmonisan pun tak akan ada.

Dan saat kita menghubungkan dengan fungsi pasangan sebagai pakaian, maka bisa diibaratkan pakaian berbahan wool di musim dingin akan mampu menghangatkan tubuh kita, dan pakaian berbahan katun atau sutra nyaman dipakai di musim panas. Daster adem atau kaos tipis nyaman dipakai untuk tidur. Begitulah, fungsi ‘pakaian’ yang baik akan membuat nyaman pasangannya.

Kenyamanan inilah yang Allah sebut dalam Al Quran sebagai fungsi pernikahan:

“Agar kalian merasa nyaman dengannya.”  [QS. Ar Rum: 21]

Hubungan rumah tangga yang di dalamnya tak lagi ditemui kenyamanan ibarat neraka, suami yang tak lagi bisa bercerita apa-apa kepada istrinya, karena tahu bahwa istrinya sudah tak dapat memberikan solusi bahkan tak mau sekedar menjadi pendengar yang baik. Istri yang sudah tak lagi nyaman saat bersama suaminya karena menganggap suaminya tidak memahami dirinya. Jadi, pahamilah pasanganmu dan ketahuilah apa yang membuatnya nyaman. Laki-laki memerlukan pujian sementara perempuan pada umumnya menyukai perhatian.

4. Pasangan Itu Harus Mampu Memuliakan

memuliakan-pasangan
image. via www.kabarmakkah.com

Memuliakan adalah salah satu fungsi dari pakaian, maka semisalnya saja seorang ulama identik dengan surban, tenntara tampak lebih mulia dengan pakaian beserta atributnya. Maka pada tingkat inilah pakaian memenuhi fungsinya untuk bisa memuliakan seseorang.

Begituhalnya dengan pasangan kita, jika telah mampu menjadikan pasangannya lebih mulia, berarti telah melaksanakan fungsinya dengan sempurna. Dan memuliakan yang dimaksud di sini adalah dalam hal dunia dan akhirat. Semisalnya saja memiliki istri yang suaranya kasar dan selalu mengumpat akan membuat suami malu di hadapan kawan-kawannya. Begitupun sebaliknya, seorang suami yang menghardik istrinya di depan anak-anaknya tentu akan membuat wibawa ibu tersebut jatuh di hadapan mereka.

Simak juga —> “Ingat, Istri Itu Bukan Pembantu Rumah Tangga Loh!

Simak juga —> “7 Nasihat Untuk Para Istri Agar Keharmonisan Rumah Tangga Terjaga

Simak juga —> “10 Hal Ini Paling Diharapkan Istri. Sang Suami Harus Tahu!

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait