Mama, Kok Sibuk Terus, Sih?

Usia-balita

Waktu luang Kamu sangat dibutuhkan anak. Kamu harus sering menelepon anak sesibuk apapun. Pada akhir pekan, harus menetapkan hari libur yang tak boleh lagi diusik dengan pekerjaan. Kemudian, orangtua jangan cekcok di depan anak. Sebab, jiwanya akan tertekan dan ia akan bingung, siapa yang harus dibela dan disalahkan. Ayahnya-kah atau ibunya-kah?

Anak juga mengingkan agar orangtuanya ramah terhadap teman-teman anak yang berkunjung. Lalu, anak menginginkan agar orangtua tak ingkar janji. Sebaiknya, jangan pernah memberikan janji pada anak, bila tak mau dicap anak sebagai orangtua pembohong?

Anak juga menginginkan orangtuanya pintar dan cekatan sehingga mampu menjawab setiap pertanyaan. Sebagai anak, mereka juga menginginkan orangtua tidak saja menjadi tempat berlindung, melainkan juga bisa diajak berbagi alias curhat. Inilah yang terkadang tidak disadari para orangtua terhadap keinginan anak.

Sulit membaur dalam kehidupan anak, membuat jarak, dan tidak mau tahu masalah yang dihadapi anak. Mulai sekarang, cobalah menata kembali hubungan Kamu dan anak agar lebih akrab. Sehingga posisi Kamu tak hanya sebagai orang tua, tetapi juga bisa sebagai teman.

Seringkali, orangtua tidak menyadari sikapnya, dan mengeluh di depan anak. Keluhan Kamu pun bermacam-macam, dari masalah keluarga sampai urusan pekerjaan yang membuat bingung si kecil. Mau tidak mau, ini melibatkan anak untuk turut berpikir dalam persoalan yang Kamu hadapi. Padahal, itu tidak perlu. Kenapa harus berbagi masalah dengan anak? Apa yang dapat Kamu harapkan dari seorang anak yang masih kecil dan pola pikirnya belum luas? Kalaupun anak memberikan pendapat, pasti Kamu tidak puas karena tidak sesuai dengan yang Kamu harapkan. Jadi, bicarakan masalah Kamu dengan pasangan ataupun orang yang lebih tua dan memahami masalah tersebut.

Simak juga “7 Alasan Anak-anak Dilarang Main Smartphone

Simak juga “6 Hal Ini Yang Harus Dimiliki Orangtua Agar Berhasil Mendidik Anak

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait