Mari Mencoba Memahami Perspektif Dari Sudut Pandang Bayi

gelombang-otak

Bayi memang sosok manusia mungil yang polos, jujur dan sangat menyenangkan. Bahkan, mana ada manusia normal yang bisa marah pada bayi. Dan mari kita bersama-sama melihat dan memahami perspektif dari sudut pandang bayi.

Memasuki usia 6 bulan bayi biasanya sudah mulai mengembangkan kemampuan dan gaya persepsi, yang tak lain merupakan waktu dan perhatian yang diberikan untuk membaca situasi sebelum membuat keputusan dan bertindak. Dan secara umum, gaya persepsi seseorang masuk ke dalam salah satu dari dua tipe yaitu reflektif atau impulsif. Nah, untuk bayi yang reflektif, maka ia akan cenderung melihat sesuatu dengan daya konsentrasi kuat dan mampu berdiam diri. Sedangkan bayi yang impulsif punya kecenderungan untuk mudah terpancing, namun juga mudah bosan dalam waktu yang singkat.

Tapi, tenang saja karena tak jadi masalah termasuk yang mana gaya persepsi bayi kita, karena setiap bayi akan mengembangkan kemampuan mental mereka yang luar biasa, terutama melalui kegiatan bermain yang dilakukannya.

Berikut ini perspektif bayi yang menarik untuk kita pelajari sebagai orang tua:

1. Bayi usia 7 bulan

image. via www.johnsonsbaby.co.id
image. via www.johnsonsbaby.co.id

Saat berusia 7 bulan, bayi akan mulai memaknai kata-kata yang didengarnya. Ia mulai bisa mengerti saat kita mengatakan “tidak”. Bayi juga mulai menunjukkan ketertarikan pada benda serta mainan dan juga mulai mampu mengamati apa yang ada di sekitarnya. Menariknya saat mainannya terjatuh ia akan berusaha untuk mencari, hal ini menandakan bahwa memori si kecil sudah mulai berkembang. Nah, peran orang tua dalam hal ini adalah mengawasinya dengan aman dan tidak boleh langsung membantu mengambilkan apa yang dia inginkan atau cari, biarkan dulu dia berusaha dan melakukannya sendiri.

2. Bayi usia 8 bulan

bedak-bayi
image. via medan.tribunnews.com

Pada saat bayi berusi 8 bulan, maka ia akan menunjukkan perkembangan daya ingat yang luar biasa. Ia mulai bisa bereaksi pada nyanyian dan permainan yang sering didengarnya, ia juga akan menoleh saat namanya dipanggil. Usia 8 bulan ini si kecil akan mulai mengembangkan kemampuan mengatasi tindakan yang ada dihadapannya, seperti menyodorkan kedua tangan saat kita mencuci tangannya. Jadi, kita bisa mulai merangsangnya dengan memfasilitasi kegiatan yang akan menjadi media si kecil menunjukkan perasaannya.

3. Bayi usia 9 bulan

bayi-baru-lahir
image. via ibuhamilku.blogspot.com

Si kecil mulai bisa melakukan rutinitas pada saat ia berusia 9 bulan. Misalnya saja, ia akan melambaikan tangan saat berpisah atau mulai menjulurkan kaki saat akan dipakaikan kaus kaki. Ia juga akan mulai mengingat letak benda-benda, nama, serta fungsinya. Misalnya saja sisir untuk merapikan rambut, botol untuk tempat air dan minum. Selain itu, di usia ini ia akan mulai senang melihat kejadian yang berulang-ulang, misalnya saja saat si kecil menjatuhkan sendok, lalu ibu akan mengambilkannya, dan si kecil akan kembali menjatuhkannya. Bagi si kecil ini adalah kejadian yang menarik, jadi jangan sampai kesal saat menghadapinya ya.

4. Bayi usia 10 bulan

gelombang-otak
image. via www.solusisehatku.com

Saat usia bayi sudah memasuki 10 bulan, maka bersiaplah terkejut saat ia mulai bisa menunjuk gambar benda yang dikenalnya di buku, meskipun ia belum dapat berkonsentrasi dalam waktu yang lama. Tetapi, ia mulai bisa mengucapkan satu dua patah kata yang bermakna. Dan ingatlah bahwa bayi usia ini juga sudah memahami kata-kata serta konsep sederhana seperti “di sini” dan “di sana”, “keluar” dan “masuk”, serta “atas” dan “bawah”.

5. Bayi usia 11 bulan

suasana-sana-bayi-makan
image. via health.liputan6.com

Di usia bayi yang sudah mencapai 11 bulan, ia sudah mulai bisa bercanda. Bahkan ia akan berulangkali melakukan apa pun yang membuat kita tertawa. Di usia ini ketertarikannya akan buku akan semakin terasah, terutama jika kita terbiasa membacakannya buku sejak dini. Dan ia juga akan menggelengkan kepala untuk melakukan penolakan, hal ini menunjukkan kemampuan si kecil untuk berekspresi yang semakin baik. Bayi di usia ini senang membuat kebisingan dan akan menggoyangkan atau mungkin akan memukul apa pun yang menimbulkan bunyi-bunyian. Jadi jangan heran jika ciluk ba menjadi mainan favorit hampir semua bayi.

6. Bayi usia 12 bulan

bayi-berbicara
image. via koreaselatan.club

Memasuki usia 12 bulan, si kecil mulai bisa mengucapkan dua tiga kata yang memiliki makna. Dan bayi sudah mulai bisa mengambil mainan dan memberikannya kepada kita, serta menunjuk benda-benda yang dikenalinya secara spontan. Ia juga sudah bisa untuk memahami pertanyaan sederhana dan mulai menikmati buku-buku bergambar. Saat berganti pakaian, ia refleks akan mengangkat kedua tangan untuk membantu kita melepaskan bajunya. Biasakan menunjuk sembari menyebutkan nama-nama benda di sekitarnya.

7. Bayi usia 15 bulan

bayi-nangis
image. via nyolong-news.blogspot.com

Di usia 15 bulan biasanya bayi sudah bisa berjalan, dan ia akan sangat senang membantu pekerjaan rumah tangga seperti menyapu, mengelap, dan mengepel. Meski pun ia belum sepenuhnya mengerti arti setiap kata yang diucapkan, tapi bayi di usia ini sudah mengerti kalimat-kalimat yang lebih kompleks.

8. Bayi usia 18 bulan

jangan-membandingkan
image. via kumpulankhotbahalkitabiah.blogspot.com

Saat memasuki usia 18 bulan ini, si kecil sudah mampu diajak berkomunikasi dengan lebih mantap dan sudah mengerti prinsip sebab akibat. Kita juga mulai bisa menilai gaya persepsi mana yang paling mendekati karakteristik anak.

Jadi, cobalah untuk menunjukkan sebuah kartu bergambar, dengan beberapa kartu bergambar lain di bawahnya. Minta ia tentu akan memilih gambar yang paling serupa dengan gambar di kartu pertama. Bayi yang reflektif akan memperhatikan seluruh gambar dengan teliti sebelum ia membuat pilihan, dan biasanya pilihannya benar. Sementara bayi impulsif akan melihat sekilas semua gambar, lalu mengambil keputusan dengan lebih cepat, yang meski kadang sering salah. Anak reflektif biasanya akan lebih bisa mengikuti pelajaran dengan baik saat bersekolah kelak, terutama di kemampuan membaca. Namun bukan berarti reflektif selalu baik, karena dalam beberapa kesempatan seperti saat melakukan permainan, anak impulsif akan lebih cepat mengambil keputusan dalam waktu singkat. Ajarkan bayi untuk merangkai kata-kata ke dalam kalimat sederhana.

Simak juga “7 Alasan Ini Hidup Seorang Pria Menjadi Jauh Lebih Baik Saat Menjadi Ayah

Simak juga “4 Alasan Ini Bahwa Anak Itu Bukan Sebagai Sarana Investasi

Semoga bermanfaat…

denizli escort
izmit escort
izmit escort
denizli escort
izmit escort