Masihkah Menunda Pernikahan?

menunda-pernikahan

Kondisi pemuda dan pemudi hari ini, sebagian besar banyak memutuskan untuk  menunda pernikahan mereka dengan berbagai alasan. Untuk laki-laki, banyak yang menunggu kehidupannya mapan dulu baru merencanakan pernikahan. Tapi rencana utamanya menyelesaikan kuliah dulu, kemudian cari kerja dan berkarier di perusahaan kira-kira 3-5 tahun. Selanjutnya pelan-pelan mengumpulkan biaya nikah dan rumah tangga. Sehingga sebagian besar menikah di atas usia 25 tahun bahkan sampai usia 30 tahun baru mulai berencana pernikahan. Sedangkan dalam sabda nabi yang berbunyi.

“Wahai generasi muda! Bila diantaramu sudah mampu menikah hendaklah ia nikah, karena mata akan lebih terjaga, kemaluan akan lebih terpelihara.”  [HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud]

Dalam hadits di atas nabi Muhammad menyeru supaya diantara kita yang mampu segera menikah  agar diri lebih terjaga dari perbuatan yang keji. Pastinya kata “mampu” pada hadits di atas bukanlah berarti harus mapan. Penekanan kata mampu pada hadits tersebut adalah kesiapan dengan penuh tanggung jawab untuk memikul beban berumah tangga, siap secara konsisten berikhtiar dalam memenuhi kewajiban dalam mensejahterakan keluarga.

Para pemuda-pemuda perlu diingatkan lagi tentang bahaya keragu-raguan sehingga menunda untuk nikah. Padahal Allah telah berfirman.

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”  [QS. An Nur (24) : 32]

Tepiskan semua keraguan yang menggangu dari urusan duniawi, karena firman Allah diatas telah dengan tegas memberikan jaminan pada mereka yang dengan ikhlas menikah.

Janganlah kekayaan dijadikan sebagai barometer untuk menikah. Karena banyak kita temui di lapangan setelah awalnya berniat mengumpulkan harta yang cukup dulu baru menikah, akhirnya terlalu asyik bekerja malah lupa mencari calon istri sehingga membuat diri semakin terjerumus ke lembah dosa. Allah telah berfirman.

“Dan diantara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. “ [Qs. Ar. Ruum (30) : 21]

Efek negatif menunda pernikahan akan merusak mental. Namun, tidak jarang para pemuda dan pemudi  yang menunda pernikahan mereka, akibatnya di kemudian hari setelah semua dijalani dan akhirnya merasa sudah terlambat dan mulai  menyimpulkan bahwa jodoh mereka jauh. Padahal Allah berulang kali telah menunjukkan kesempatan dan peluang dihadapan mereka, namun sering diabaikan. Akhirnya tidak sedikit diantara mereka yang frustasi , depresi dan kehilangan percaya diri.

“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” [Al-A’raf 189]

Bahkan perbandingan pahala yang diraih dari seorang yang sudah berkeluarga sangat jauh berbeda dari orang yang masih belum menikah. Sebagaimana dalam sabda nabi Muhammad Saw.

“Shalat 2 rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga lebih baik, daripada 70 rakaat yang diamalkan oleh jejaka (atau perawan).” HR. Ibnu Adiy dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah]

Setelah menikah yang perlu dilakukan adalah terus meng-upgrade kemampuan untuk terus meningkatkan kualitas kehidupan rumah tangga, dan menambah penghasilan. Rejeki Allah yang menjamin.

Rasulullah SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, barangsiapa yang tidak suka, bukan golonganku !”  [HR. Ibnu Majah, dari Aisyah r.a]

Kalau kata seorang kawan : “jika masih muda belum menikah dan malas puasa, lalu siapa nabinya tuh?“

Rasulullah SAW. bersabda : “Seburuk-buruk kalian, adalah yang tidak menikah, dan sehina-hina mayat kalian, adalah yang tidak menikah”  [HR. Bukhari]

Dalam riwayat lain :

Diantara kamu semua yang paling buruk adalah yang hidup membujang, dan kematian kamu semua yang paling hina adalah kematian orang yang memilih hidup membujang “ [HR. Abu Ya’la dan Thabrani]

Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita untuk senantiasa berada di jalan keridhoan-Nya. Memilih sesuatu hanya karena Dia, siap menanggung sesuatu yang telah digariskan-Nya. Mari senantiasa kita puji kebesaran Allah dengan indahnya cara yang Allah berikan untuk menenteramkan hidup kita, dan semoga kita tidak termasuk orang orang yang dikelabui oleh tipu daya dunia.

Simak juga —> “Sudah Ta’aruf, Tapi Kok Masih Gagal Nikah

Simak juga —> “5 Pertanyaan Mengenai Ta’aruf Yang Sering Muncul Di Benak Kita

Simak juga —> “3 Tips Berinteraksi Aman Selama Proses Ta’aruf Hingga Hari Pernikahan

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait