Mau Pernikahan Yang Barokah, Hilangkan 4 Sifat Ini!



Setiap pasangan di dunia ini pasti menginginkan sebuah rumah tangga yang sakinah mawaddah warahmah dan juga memperoleh pernikahan yang penuh anugerah dan barokah dari Allah SWT. Tetapi ingat, untuk memperoleh sebuah pernikahan yang barokah dan penuh anugerah kita punwajib mengusahakannya dengan sangat keras. Karena untuk sampai ke titik itu, ada sebuah ikhtiar yang perlu diupayakan, salah satu caranya adalah dengan berani menghilangkan beberapa sifat yang menghambat terhadap pencapaian tujuan tersebut.

Jadi, apabila kamu dan pasangan menginginkan pernikahan yang barokah, maka hilangkanlah sifat-sifat berikut, atau minimalnya bisa menguranginya.

1. Malas Yang Menghambat Produktivitas

lakukan-hal-bermanfaat
image. via www.ummi-online.com

Saat liburan tiba, apa sih kegiatan yang biasanya dilakukan? Menonton TV? Tiduran seharian? Menonton Drama Korea?

Wah wah, sangat tidak produktif sekali ya jika setelah kita menikah masih mengisi hari libur dengan hal ini. Jika masih single mungkin hal itu biasa-biasa saja, tapi jika setelah menikah masih juga begitu, maka hampir bisa dipastikan hal itu akan membuat kamu dan pasangan menjalani pernikahan yang tidak enteng rejeki. Padahal untuk mendapat pernikahan yang sangat penuh keberkahan, kita perlu action, melakukan sesuatu yang memiliki manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri tapi juga orang lain di sekitar kita.

2. Selalu Menjadi Perfeksionis

wanita penyayang
image. via www.thevocket.com

Kalau pekerjaan kita adalah seorang arsitektur, menjadi seorang perfeksionis itu hukumnya wajib, karena jangan sampai bangunan yang kita rancang roboh dalam kurun waktu beberapa tahun. Tapi saat kita telah menikah, dan memutuskan sebuah hidup berumah tangga dengan orang lain, maka hilangkanlah sifat perfeksionis itu. Ingat, saat kita memutuskan untuk menikah, maka kita siap menerima segala kekurangan pasangan kita, ingatlah bahwa taka da manusia yang sempurna di dunia ini, bahkan Anda sekalipun di mata pasangan.

Jadi, cobalah untuk berpikir bahwa kalian akan saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing, bukan menuntut kesempurnaan dari orang lain. Karena tak sedikit orang yang terlalu perfeksionis berakhir pada sebuah perceraian, karena ia tak bisa menerima kekurangan orang lain dan merasa lebih bahagia jika menjalani hidup sendirian saja.

3. Mudah Tersinggung dan Mendendam

wanita-tegar
image. via www.flickr.com

Seorang wanita biasanya selalu sensitive dalam hal apapun jika dibandingkan pria, tapi cobalah untuk berpikir logis dan tak perlu sensitive untuk hal-hal yang tidak perlu. Semisalnya saja saat dibilang cucian kurang bersih, atau mungkin masakan kurang enak, jangan dimasukan ke hati ucapan seperti itu, apalagi sampai mendendam.

Hal ini biasanya ini terjadi dalam konflik antara istri dan ibu mertua, itu kalau masih tinggal bersama mertua ya. Bahkan istri merasa semua yang dilakukan istri selalu dikomentari, tidak ada yang benar, tidak ada yang beres, maka sebisa mungkin sebagai seorang istri yang bijak baiknya mengabaikan masalah-masalah yang bisa bikin kamu stress tersebut. Jadilah sosok yang kebals dan tetaplah berbuat baik sekalipun pasangan atau mertua atau ipar ekalipun bersikap menyebalkan. Percayalah bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar saja, fokus pada ridho Allah insyaa Allah beres dan semua dapat dilalui.

“Menikah adalah soal pembelajaran dalam hidup, jadi buatlah semua hal yang terjadi padamu sebuah pelajaran hidup yang akan memberikan hikmah terbaik dan lading ibadah dengan amalan yang baik.”

4. Kurangi Sifat Egois

hilangkan-sifat-egois
image. via blogs-mangmul.blogspot.com

Sifat yang paling perlu untuk dimusnahkan dalam pernikahan adalah rasa egois. Akan tetapi kamu harus tetap focus untuk menghilangkan sifat egois pada diri sendiri, bukan sifat egois pada pasangan. Karena bukan orang lain yang akan melengkapi diri kita, melainkan kita yang akan berusaha untuk melengkapi kekurangan yang ada dalam diri kita sendiri. Dan tahukah kamu bahwa terlalu melelahkan mengurusi sifat egois orang lain.

Ingat bahwa salah satu konsekuensi kita menikah adalah kita harus menghilangkan sifat egois kita, karena hidup ke depan adalah tentang kita, bukan aku atau kamu lagi. Jadi, jika belum bisa meredam sifat egois ini, alangkah baiknya kalian jangan menikah dulu ketimbang rumah tangga kalian berisi keributan setiap detiknya.

Semoga bermanfaat….

Artikel Terkait