Melalui 7 Cara Ini Para Istri Harus Bisa Mengatur Waktu Sebaik Mungkin

Menjadi-istri-yang-baik

Para suami mungkin sering merasa istri mereka bertambah sibuk setiap harinya, maka otomatis waktu mereka berduaan semakin berkurang saat buah hati mulai lahir. Sedangkan istri sendiri kurang menyadari apa yang dirasakan suaminya itu. Karena pada dasarnya saat seorang wanita yang sudah menikah dan sudah punya anak, maka statusnya pun menjadi istri serta seorang ibu bagi anak-anaknya. Jadi selain mengurus anak, ia pun harus tetap memperhatikan, mengurus dan meladeni segala kebutuhan sang suami tercintanya. Dan, seorang wanita yang baik akan selalu berusaha menyeimbangkan perhatiannya terhadap seluruh anggota keluarga agar tidak ada yang merasa diabaikan.

Jadi, kesibukan itulah yang kadang membuat istri mengabaikan hal sepele yang ternyata penting. Semisal saja istri haru mengurus sarapan si kecil, lalu ia lupa menyetrika kemeja suami yang akan dikenakan. Hal seperti ini sebenarnya sepele, hanya saja akan menjadi masalah jika seorang suami tidak pengertian terhadap istrinya. Oleh karena itu, seorang istri harus bisa mengatur waktu dengan baik, berikut caranya:

1. Memiliki Jadwal Rutinitas

agenda-sang-istri
image. via www.sebelumtidur.com

Jadwal memang membuat segalanya lebih teratur. Jadi, ada baiknya seorang istri memiliki susunan agenda harian, pekanan, bulanan, dan seterusnya yang memang rutin dilakukan. Selain itu, harus ada target dan tujuan juga yang ingin dicapai agar semua yang dilakukannya bermanfaat.

Semisalnya saja ibu terbiasa menulis kapan jadwal membersihkan dapur, kapan jadwal belanja bulanan, kebutuhan apa saja yang sudah habis, lalu menempelkannya di kulkas atau tempat yang mudah dilihat. Hal ini juga akan mengajarkan anak-anak untuk meniru bagaimana teraturnya ibu mereka, dan memberikan kode pada suami bahwa ada hal lain yang harus dilakukan istri disela kesibukannya melayani suami.

2. Ada Prioritas Dalam Aktivitasnya

melaksanakan-kewajiban
image. via pusatmuslimah.com

Salah satu hal yang membantu dalam penentuan prioritas adalah `status hukum` aktivitas tersebut dalam ajaran agama Islam. Status hukum di sini maksudnya wajib, sunah, atau mungkin mubah, dan seterusnya. Jadi, seorang istri harus memprioritaskan hal yang wajib dulu untuk dilakukan, sebelum ia melangkah ke hal-hal yang sunah.

Dan seorang istri juga harus tahu mana prioritas ketaatan mereka yang utama adalah taat kepada Allah dan Rasul, taat kepada suami, dan terakhir taat kepada orang tua. Jadi ketahuilah urutan ini agar prioritasmu tidak keliru. Karena kini banyak juga yang memprioritaskan suami di atas Allah, atau bahkan orang tua di atas suami.

3. Tanamkan Kebiasaan Baik

mendidik-anak
image. via www.tipspendidikananak.com

Kebiasaan yang baik harus dilakukan oleh seorang istri, karena seorang istri kelak akan menjadi seorang ibu, seorang yang menjadi guru bagi anak-anaknya, dan tentu saja tempat belajar pertama bagi generasi keluarga masa depan. Maka mulailah dengan membiasakan bagun pagi, mengisi ibadah wajib jangan sampai terlupakan, menjaga kebersihan, dll. Ada banyak kebiasaan baik yang harus ditanamkan baik didalam dirinya sendiri, atau untuk anggota keluarga.

4. Bisa Memanfaatkan Teknologi

menggunakan-teknologi
image. via www.vemale.com

Bagi yang memiliki kemampuan lebih, tak ada salahnya memanfaatkan teknologi untuk membantu pekerjaan rumah tangga, agar bisa dilakukan dengan lebih praktis. Misalnya untuk menanak nasi gunakan magic com, dan tidak menanak secara manual, karena ini akan membuat istri tidak lelah, dan juga bisa mengerjakan hal lainnya.

5. Mampu Bekerja Sama Dengan Orang Lain

bekerja-sama
image. via kaltim.tribunnews.com

Seorang istri sama halnya dengan seorang pimpinan dalam pekerjaan rumah tangga, jadi cobalah  untuk mampu bekerjasama dengan anggota keluarga lainnya agar tidak merasa lelah sendiri. Coba untuk mendelegasikan tugas, membagi beberapa tanggung jawab kepada setiap anggota keluarga untuk menyelesaikan tugas rumah. Ini  akan sangat membantu, terlebih bagi ibu yang juga memiliki aktivitas di luar rumah. Ingat, tidak semua pekerjaan rumah tangga tidak harus dilakukan oleh istri. Lihat saja bahwa Rasulullah juga menjahit sepatunya sendiri. Karena setiap anggota keluarga dapat berbagi tugas dan tanggungjawab untuk keharmonisan keluarga.

6. Selalu Menikmati Peran dan Bersyukur

bersyukur
image. via yunibonsai.blogspot.com

Penting bagi setiap orang untuk dapat menikmati segala perannya, agar dapat selalu bersyukur akan apa yang diterimanya. Karena setiap peran yang kita jalani adalah sebuah anugerah dari Allah yang tidak diberikan pada semua orang. Terlebih menjalani peran-peran dengan penuh rasa syukur akan membantu kita menemukan kebahagiaan. Nikmati setiap waktu tidur, nikmati waktu memasak, nikmati juga waktu belajar, nikmati waktu bekerja, dan nikmati waktu shalat, semuanya akan menambah keindahan hidup kita.

7. Jangan Pernah Lupakan Diri Sendiri dan Juga Suami

saling-menyayangi
image. via beautifulnara.com

Ingatlah, sesibuk apapun seorang istri dalam mengurus rumah tangga, seorang istri tetap harus bisa memperhatikan penampilannya di rumah, khususnya di depan suami. Jangan lupa untuk memperhatikan kebersihan badan dan pakaian, jadi istri harus berusaha selalu berpenampilan menarik dan ceria di hadapan suami. Karena sesibuk apapun merawat anak, jangan lupa bila status kamu juga seorang istri.

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait