Melamar Mantan Pasangan Ta’aruf Sahabat Sendiri, Kenapa Tidak?

Menikah dengan mantan ta'aruf sahabat

Dalam artikel kali ini, kita kembali menegaskan bahwa pernikahan adalah hak seluruh umat manusia.

“Kita semua berhak memilih siapa yang akan kita lamar dan siapa yang akan kita nikahi, hanya saja dengan syarat-syarat tertentu, agar kita memperoleh hak kita, namun kita juga tidak melanggar hak orang lain.”

Lalu bagaimana jika kita melamar seorang mantan pasangan ta’aruf dari sahabat kita sendiri. Pasalnya sahabat kita sudah ditolak namun masih memiliki harapan besar bahwa si wanita akan menerimanya kembali, sedangkan si wanita sudah enggan untuk melanjutkan prosesi ta’aruf mereka. Apakah itu akan melanggar hak sahabat kita, atau melanggar hak wanita yang akan kita lamar untuk menjadi pasangan ta’aruf kita?

Berikut sedikit kita bahas, sebenarnya seperti apa sih aturan memilih pasangan ta’aruf, dan semoga semakin memantapkan langkahmu melanjutkan ta’aruf dengan wanita idamanmu. Karena berdasarkan hadis dan beberapa keterangan dari ulama, seorang lelaki dibolehkan melamar wanita yang telah dilamar lelaki lain dengan syarat:

1. Pelamar pertama tidak ingin melanjutkan proses ta’aruf dengan wanita yang dilamar.

istri-sendiri

Jika sahabatmu memang sudah tidak ingin melanjutkan ta’aruf dengan wanita yang kini akan kamu ajak untuk berta’aruf, maka jelas sekali kamu tidak melanggar hak orang lain, dan kamu jelas dibolehkan untuk melakukan ta’aruf dengan wanita itu.

2. Pelamar pertama mengizinkan orang lain untuk melamarnya.

khitbah

Mengingat sahabatmu pernah terlebih dahulu mengajak si wanita berta’aruf, untuk sedikit menghargai sahabatmu, cobalah sedikit bertanya, apakah sahabatmu sudah ikhlas jika kamu mengkhitbah wanita itu. Jika memang sahabatmu memberikan lampu hijau, maka jelas kamu bisa langsung melanjutkannya.

3. Si pelamar pertama adalah lelaki kafir.

melamar-wanita-shaleh

Hal ini sangat jelas, jika si pelamar pertama adalah kafir, maka kamu tidak melanggar hak orang dan kamu memiliki hak untuk mengkhitbah wanita idamanmu. Karena yang terlarang untuk dilangkahi lamarannya adalah lamaran dari seorang lelaki muslim.

4. Si pelamar pertama telah ditolak oleh wanita yang dilamar atau walinya.

melamar-nikah

Jika pelamar pertama sudah ditolak oleh wanita yang dilamar atau mungkin sudah ditolak oleh walinya, maka kamu boleh melamarnya. Karena sahabatmu sudah jelas-jelas ditolak, maka tak ada hambatan kamu untuk melamar wanita itu.

Semoga bermanfaat…

 

Artikel Terkait