Meneladani Kebijaksanaan Umar Bin Khattab Dalam Membangun Rumah Tangga

rumah-tangga

Dalam membangun rumah tangga, kita sering menghadapi berbagai macam masalah yang menguji kesabaran, termasuk menyikapi keadaan istri dalam berbagai macam kondisi. Perasaan sedih, marah, dan kecewa, dan kondisi lain membuatnya bersikap tidak sesuai dengan sewajarnya.

Hal ini juga dialami oleh khalifah yang ke-2 yaitu Umar bin khattab yang pernah dimarah oleh istrinya. Namun, dia bijaksana menyikapi perlakuan istrinya yang tidak wajar walaupun dia adalah seorang khalifah. Dan kisah di bawah ini bisa kita jadikan sebagai teladan untuk membangun rumah tangga yang bahagia. Sebab sebagai pemimpin rumah tangga, dalam keadaan apapun, siapapun kita. Kita tetap harus bijaksana jangan sampai menyakiti hati istri.

Pada waktu itu, seorang pria yang hendak meminta solusi atas masalah rumah tangganya memergoki Ummar Bin Khattab yang sedang dimarahi istrinya.

Umar menghadapi kemarahan istrinya dengan begitu sabar. Ia tidak menghardik atau balik memarahi istrinya. Apakah yang membuat Umar begitu sabar menghadapi istrinya? Lelaki itu bertanya,

“Wahai Amirul Mukminin, tadinya aku bermaksud mengadu kepadamu tentang perlakuan istriku terhadapku. Tetapi setelah aku mendengar suara istrimu yang keras sedang kamu tidak memarahinya maka aku mengurungkan niatku itu. Dan, dalam hati aku berkata, ‘Jika seorang Amirul Mukminin saja mampu menahan marah menghadapi perilaku istrinya maka tentu aku harus bisa sabar menghadapi perilaku istriku’.”

Kemudian Umar menjawab, “Bagaimana aku tidak sabar terhadap istriku, ia yang memelihara anak-anakku, mempersiapkan kebutuhanku dan mencuci pakaianku?” mendengar komentar Umar tersebut, laki-laki itu menyadari kebaikan-kebaikan yang telah diberikan istrinya kepada dirinya. Dari kisah tersebut, kita dapat mengambil sebuah pelajaran. Hendaknya suami bersikap sabar atas segala perlakuan kurang baik istrinya, sebab banyak juga perlakuan baik istri yang telah dilakukannya yang mungkin para suami lupakan.

Abu Hurairah ra mengabarkan, Rasulullah SAW bersabda, “Janganlah seorang mukminah membenci seorang mukminah. Jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya, maka (bisa jadi) ia ridha (senang) dengan tabiat/perangainya yang lain.” [HR Muslim]

Semoga bermanfaat…

 

Artikel Terkait