Menjalani Ta’aruf Online di Group Facebook, Seharusnya Bagaimana Ya?

Menjalani taaruf secara online di Facebook Group

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum wr wb

Saya mau bertanya, saya sedang menjalani proses ta’aruf dengan seseorang, namun proses ta’aruf ini melewati grup ta’aruf yg ada di fb. Seharusnya bagaimana ya? Saya bingung nanti jika nadzor apa yg harus saya jelaskan dengan orang tua saya, jika saya jujur saya malu dan takut tetangga jg tau. Tapi jika tidak jujur saya bingung tidak tahu apa yang harus saya jawab

Jawaban:

Wa alaikumus salam wa rahmatullah

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du,

Ketika facebook digunakan sebagai sarana ta’aruf ada banyak hal yang dikhawatirkan dan rawan maksiat, beberapa diantaranya sebagai berikut:

1. Rawan penipuan, karena biodata, foto, dan data lainnya tidak bisa dijamin kebenarannya. Begitu juga dengan kebenaran dan ketulusan niat mereka dalam ber-ta’aruf tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sekarang cukup banyak kejadian penipuan dengan menggunakan sarana facebook, seperti seorang laki-laki yang hanya berniat untuk mempermainkan wanita, ia gunakan foto palsu, bahkan ada juga laki-laki yang menyamar sebagai wanita.

2. Rentan berkhalwat, niat hati ingin saling mengenal tapi karena tidak adanya perantara ataupun karena terlalu mudahnya berkomunikasi lewat facebook, mereka sering berkirim pesan, atau bahkan mungkin memanfaatkan video call facebook yang isinya bisa lebih berbahaya daripada komunikasi langsung.

3. Rentan zina. Zina banyak macamnya, zina mata dengan memandang, dengan facebook mudah untuk kita mengirimkan foto dan video, zina telinga dengan mendengar, dengan facebook kita bisa memanfaatkan layanan video call untuk saling mendengarkan suara tanpa didengar oleh orang lain. Zina lidah dengan berbicara, padahal facebook juga memberikan fasiltas untuk saling berbicara. Kalaupun semua zina yang disebutkan di atas tidak terjadi, hal yang paling sulit dihindari adalah zina hati, karena sudah berandai-andai dengan terus memikirkannya.

Jadi, ta’aruf seperti ini lebih baik dihindari bagi yang belum melakukan.
Nah sementara bagi kamu yang sudah terlanjur, sebaiknya luruskan niat dan hindari ketiga hal yang sudah kami sebutkan di atas. Ketika tiba waktu nadzor, kamu harus ditemani mahrommu, adakan perantara untuk melanjutkan ke proses ta’aruf selanjutnya yaitu ta’aruf offline, perantara yang dipilih bisa dari keluargamu ataupun sahabatmu dan ingat sebaiknya yang sudah menikah. Jika dia ingin segera menemui orang tuamu, itu pertanda yang baik karena menunjukkan keseriusannya untuk menikahimu.
Kamu bisa jujur kepada kedua orang tuamu bahwa kamu mengenalnya dari facebook dan akan melanjutkan ta’aruf secara offline dengan bantuan perantaramu (sebutkan siapa) agar bisa lebih mengetahui pribadi laki-laki itu yang sesungguhnya.
Jika kami sudah melakukan ta’aruf offline dulu baru mempertemukannya dengan orang tuamu, kamu bisa lebih mudah lagi untuk bilang ke orang tuamu bahwa kamu pertama kenal dia dari facebook tapi saat ini kamu sudah cukup mengenalnya dan cukup yakin dengannya, ceritakan dengan orang tuamu perihal proses ta’arufmu dengannya dan ceritakan pula tentang pribadinya yang kamu kenal.

Saran dari kami, sebaiknya kamu lakukan ta’aruf offline dengan bantuan perantara, jangan hanya cukup dengan ta’aruf online saja karena beberapa alasan yang kami sebutkan di atas dan selalu libatkan Allah dalam setiap prosesnya, minta petunjuk kepadanya dan luruskan niatmu untuk menjemput jodoh dengan cara yang diridhoi-Nya.
Kamu bisa simak ulasan kami soal ta’aruf, berikut ini:

Tantangan 7 Minggu Sukses Ta’aruf? Berani Coba?

4 Hal yang Wajib Dilakukan Ketika Masa Ta’aruf

Saat Melakukan Ta’aruf Jangan Lupa Mengajukan 7 Pertanyaan Ini

Semoga jawabannya bisa membantu.

Artikel Terkait