Mom, Perhatikan 5 Hal Ini Saat Memberikan Stimulus Untuk Si Kecil

memberikan-stimulus

Sebagai orang tua, kita pasti ingin memiliki anak yang cerdas dan aktif. Dan kecerdasan seorang anak tidak bisa datang begitu saja, karena semua hal jelas membutuhkan sebuah usaha. Maka itulah tugas orang tua, membantu anak untuk mengembangkan kemampuannya dengan baik. Misalnya saja orang tua memberikan stimulus atau rangsangan yang merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan si kecil, baik itu dari segi fisik ataupun perkembangan psikologis anak. Karena pada dasarnya setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kecerdasan anak seperti faktor genetik dan juga nutrisi. Disamping itu, stimulasi juga berperan penting dalam upaya meningkatkan dan mendukung perkembangan otak anak.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan loh mom pada saat kita memberikan stimulus pada si kecil, terutama jika masih berumur batita. Berikut 5 hal penting yang jangan sampai lupa untuk diperhatikan saat memberikan stimulus atau rangsangan pada si kecil yang masih batita.

1. Selalu Menjaga Perhatian Si Kecil

sayang-si-kaka
image. via www.merdeka.com

Mom, saat memberikan stimulasi untuk si kecil, penting sekali bagi kita untuk menjaga perhatian atau konsentrasi si kecil ya. Karena hal ini dilakukan agar ia bisa merekam dan mengingat apa yang kita berikan sehingga bisa kembali mengingatnya di kemudian hari. Hal ini sangat erat kaitannya untuk kemampuan memori anak yang masih batita. Satu hal yang perlu diperhatikan yaitu jangan memaksa si kecil karena hal tersebut beresiko menyebabkan stress.

2. Lingkungan Berpengaruh Terhadap Perkembangan Si Kecil

perilaku-positif
image. via www.menshealth.co.id

Nah, hal selanjutnya yang perlu kita ketahui sebagai orang tua, hal yang harus mom perhatikan saat memberikan stimulasi untuk si kecil yaitu lingkungan sekitar. Karena lingkungan menjadi salah satu faktor penting yang akan berpengaruh terhadap perkembangan anak. Kita dan keluarga sebaiknya tidak berperilaku aneh yang dapat membuat bayi stress, ingatlah bahwa bayi mampu merekam semua yang dilihat dan didengarnya. Oleh karena itu, berikanlah lingkungan yang nyaman dan baik agar menjadi stimulasi yang bersifat positif bagi anak.

3. Lakukan Pengulangan Rangsangan

menepati-janji
image. via nfxgaul.blogspot.com

Si kecil dalam usia dibawah dua tahun biasanya sangat memerlukan pengulangan ketika mempelajari hal yang baru dalam hidupnya. Dalam hal ini kesabaran mom sebagai orang tua akan sangat diperlukan untuk memberikan rangsangan secara perlahan. Namun perlu diingat bahwa pengulangan tidak boleh menjadi kebiasaan, karena hal tersebut justru akan berpengaruh buruk bagi perkembangan buah hati kita.

4. Lakukan Interaksi

menyediakan-waktu-bersama-anak
image. via www.katasaya.net

Ingatlah bahwa interaksi adalah salah satu faktor penting dalam memberikan stimulasi untuk perkembangan anak. Pada sebagian kasus banyak orangtua yang memberikan mainan sebagai alat untuk menstimulasi perkembangan anak tanpa mau terlibat di dalamnya. Hal ini tentu saja tidak akan memberikan pengaruh yang berarti terhadap tumbuh kembang si kecil. Karena mainan hanyalah benda mati yang tidak sepenuhnya dapat membantu bayi untuk berkembang. Peran serta orangtua untuk berinteraksi dengan si kecil adalah hal utama yang sangat penting untuk merangsang anak supaya tumbuh dengan baik. Jadi, lakukanlah interaksi yang baik dan ajaklah si kecil untuk berbicara dengan kita.

5. Meningkatkan Rasa Ingin Tahu Pada Si Kecil

mengajari-anak-berhitung
image. via tribratanewskendal.com

Batita yang masih sudah berusia 10 bulan ataupun satu tahun biasanya mereka memiliki rasa ingin tahu yang cukup tinggi. Maka, untuk mengoptimalkan perkembangannya, mom bisa mengeksplorasi setiap hal yang membuatnya tertarik. Jangan lupa, kita juga harus menjaga komunikasi dan interaksi dengan buah hati. Selain itu, kita juga bisa mengajak bayi bermain untuk memaksimalkan dan memenuhi rasa ingin tahunya akan hal baru.

Simak juga

5 Cara Anak Mengungkapkan Cinta Untuk Orangtua

Lakukan 5 tips ini agar si kakak lebih menyayangi adiknya

5 Cara Membangun Perilaku Positif Pada Anak Sejak Dini

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait