Persiapan Mental Inilah Yang Perlu Kamu siapkan Sebelum Menikah, Pastikan Kamu Memahaminya!

persiapin-mental-sebelum-nikah

Dalam Pernikahan, segala sesuatu terasa indah dan bahagia jika sudah kamu persiapkan, salah satu yang kamu persiapkan adalah mentalmu, sebab segala sesuatu saat pernikahan nanti, semua hal baru bakal menjadi hal pertama yang akan kamu alami. Nah, persiapan mental inilah yang kamu butuhkan agar senantiasa jalinan kasih sayang tercurah antara suami istri. Mari pahami ulasanya di bawah ini.

1. Intropeksi, evaluasi, dan jalin komunikasi supaya kamu dan dia bisa siap bersama-sama menuju bahtera cinta.

intropeksi-diri

Intropeksi merupakan langkah pertama untuk mempersiapkan mental supaya mengetahui letak kekurangan dan kelebihan agar bisa mengatasi apa yang akan dihadapi nantinya, selanjutnya evaluasi diri masing-masing, dari intropeksi diri tadi kamu sudah tahu letak kekurangan yang paling berpengaruh dalam rumah tangga nantinya.

Setelah intropeksi dan evaluasi selesai, barulah menjalin komunikasi yang elegan tanpa mementingkan perasaan diri sendiri dengan membicarakan apa saja yang menjadi unek-unek dan menyatakan apa saja yang masi terpendam di hati, ungkapkan isi hatimu tanpa ragu, toh jikalau kamu terus terang itu akan lebih baik dibanding kamu pendam.

“Bahwasanya kebahagiaan pasangan adalah kebahagiaan kamu juga.”

Pada akhirnya semua kegelisahan dan kekhawatiran sirna menjadi kebahagiaan yang nyata dirasakan setelah persiapan pertama ini di lakukan. Coba deh!

2. Hargai perbedaan yang ada dan menerima segala kekurangan.

menghargai-pendapat

Setelah menjalin pernikahan pastinya akan menemukan perbedaan, dari perbedaan cara berpikir, sampai hal- hal kecilpun akan berbeda. Sebagai sepasang kekasih yang sudah siap menempuh hidup baru, haruslah mempersiapkan diri bagaimana caranya menghargai perbedaan. Untuk mengatasi perbedaan itu, seharusnyalah kita bersyukur sebab perbedaan yang ada akan jadi warna tersendiri dalam hidup kita dan membuat kejenuhan kamu dalam menjalin rumah tangga akan sirna, karena perbadaan akan menjadi variasi kehidupan yang akan dirasakan lebih bermakna.

Tak cukup dengan menghargai perbedaan saja, namun kamu  juga perlu menerima semua kekurangan dari masing-masing pasangan apapun kekuranganya. Pastinya di antara kamu dan dia, pasti mempunyai kekurangan yang berbeda. Tapi yakinlah di balik kekurangan pasti ada anugrah atau kelebihan yang luar biasa.

“Jadikanlah kekurangan sebagai anugrah yang harus disyukuri.”

Ingatlah, kekurangan hadir bukan karena untuk menjadi penghambat kebahagian. Tapi kekurangan hadir untuk melengkapi kebahagiaanmu, menjadi penumbuh keharmonisan rumah tangga.

3. Harus siap menerima segala keadaan, suka senang tetap bersama.

menerima-segala-keadaan

Sebelum kamu memutuskan untuk menikah, kamu harus memahami tentang kehidupan yang serba berubah-rubah, dimana semua keadaan bakal dirasakan baik itu susah, senang pasti akan dijalani.

Semua masalah akan datang silih berganti, semua musibah akan menghampiri. Karena alasan itulah, kamu harus saling menguatkan, saling menyemangati. Disaat si dia terjatuh, siapa lagi yang bakal menolong-nya? kalau bukan kamu, disaat dia sedih siapa yang akan menghiburnya? Kalau bukan kamu. Pada akhirnya hidupmu bersamanya akan bahagia.

4. Buang ego dan emosi, jaga keharmonisan dan keutuhan rumah tangga.

membuang-ego

Setiap kita adalah manusia biasa, mempunyai nurani dan sifat yang berbeda. Namun, setelah menjalin pernikahan semua nurani dan sifat yang berpengaruh terhadap keretakan rumah tangga harus di buang demi kebahagiaan bersama.

Apabila itu sudah kita lakukan, nantinya bisa dipastikan rintangan apapun, hanya akan menjadi bumbu-bumbu rumah tangga yang berpengaruh pada keharmonisan dan keutuhan rumah tangga.

5. Kesejahteraan rumah tangga harus disiapkan sebelum menikah, sebab cinta saja tak cukup untuk menghidupi keluarga.

harmonis

Memang cinta adalah nomor satu, namun hal yang materi juga tak bisa kita pungkiri untuk diperhitungkan, karena selain kebutuhan batin, kebutuhan lahir juga harus terpenuhi dan menjadi faktor kebahagiaan rumah tangga.

Bagi kamu yang sudah kepingin menikah, tak salah jika kamu memperhitungkan kesejahteraan keluargamu sejak sekarang, tentunya agar semua kebutuhan rumah tanggamu terpenuhi dan bahagia.

6. Pandai- pandai membagi waktu dan siap menjadi orang tua yang baik.

keluarga-bahagia

Setelah engkau menempuh hidup baru, pastinya kebiasaan masa mudamu tak akan lagi bisa dinikmati sepenuhnya, kini waktumu lebih ke keluarga. Oleh karena itu semakin kita pandai menggunakan waktu dengan baik, maka dengan begitu kamu akan menjadi orang tua yang baik pula.

Di saat kamu sudah memiliki anak, dia sangat membutuhkan kasih sayangmu. Sebagai orangtu yang baik akan lebih mudah membagi waktu untuk anakmu, jika kamu sudah pandai membagi waktu untuk keluarga di sela- sela kesibukanmu.

Beberapal hal diatas inilah yang perlu dipahami supaya kesiapan mentalmu bisa diandalkan untuk kebahagiaan keluargamu nanti. Karena apabila anda siap menikah berarti anda siap untuk bahagia, dan bahagia itu bukan hanya untuk anda sendiri, namun orang- orang disekitar anda juga harus bahagia.

Semoga bermanfaat…

 

Artikel Terkait