Proses Administrasi Menuju KUA Ini Wajib Diketahui Calon Pengantin

nikah-di-masjid

Bagi kamu yang belum menikah, mungkin akan merasa ribet jika memikirkan mengenai proses pernikahan, terutama proses administrasinya. Namun tak ada salahnya mengetahui bagaimana prosedur proses administrasi menuju KUA bagi calon pengantin, karena ini akan membantumu terhindar dari “keribetan” yang banyak dialami pasangan calon pengantin yang enggan meriset dulu seputar administrasi menuju KUA.

Memang harus ada sebuah perjuangan yang dilakuan untuk mengesahkan hubungan, baik secara hukum dan agama. Sepasang calon pengantin harus mengurus administrasi di KUA atau di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dan, bagaimana sih langkah-langkah menuju KUA mulai dari tahap awal hingga akhir, berikut tahapannya.

Tahap I: Kelengkapan Berkas Pengantar Nikah

berkas-pernikahan

Masalah domisili memang sangat erat kaitannya dengan prosedur administrasi apapun, termasuk juga prosedur administrasi menuju KUA. Maka kalian harus memiliki berkas domisili yang sah untuk kemudian menentukan dimana kalian akan melangsungkan pernikahan. Jika kalian sebagai calon pengantin berdomisili di kota yang berbeda, maka harus ditentukan dikota mana kalian akan menikah, apakah di kota domisili calon mempelai wanita atau kota domisili mempelai pria. Untuk kemudian kalian membuat surat pengantar dari kota masing-masing.

Tahukah kamu bahwa dalam surat pengantar nikah yang terdiri atas 4 buah berkas yang penting. Adapun surat yang harus kamu miliki sebelum menginjakkan kaki di KUA adalah Surat Pengantar Nikah. Lalu bawalah 4 berkas penting ini ke pengurus RT tempat tinggalmu yang terdiri dari:

  • Pas foto ukuran 2×3 sebanyak 3 lembar dan ukuran 4×3 sebanyak 2 lembar dengan latar belakang biru
  • KTP asli beserta fotokopinya
  • Kartu Keluarga C1, asli dan fotokopinya
  • Akte Kelahiran dan Ijazah pendidikan terakhir asli dan fotokopinya

Calon suami dan istri harus menyiapkan hal ini bersama dan datang ke RT masing-masing untuk meminta pengesahan stempel. Proses selanjutnya, kamu perlu datang ke kantor Kelurahan untuk mendapatkan berkas lanjutan yang harus kamu lengkapi sebelum dibawa ke KUA kecamatan tempatmu berdomisili. Di KUA, berkas N1, N2, N3 dan N4 itu harus kamu selesaikan yang meliputi:

  • N1 = Surat Keterangan Nikah
  • N2 = Surat Keterangan asal-usul
  • N3 = Surat Keterangan Persetujuan Mempelai
  • N4 = Surat Keterangan orang tua

Berkas ini harus diisi oleh kedua calon mempelai. Bedanya, untuk calon istri ada beberapa form yang harus dipenuhi. Diantaranya adalah:

  • N5 = Surat Keterangan Izin orang tua, bagi yang umurnya kurang dari 21 tahun
  • Fotokopi imunisasi Tetanus Toksoid

Semua berkas ini akan diproses di KUA kecamatan tempat tinggalmu. Jika lokasi akad dan domisili calonmu berbeda, Surat Rekomendasi Menikah akan diberikan. Setelah semua beres, berkas dari calon suami akan diberikan ke pihak keluarga calon istri. Mereka yang akan mengurus semuanya.

Tahap II: Mengajukan Berkas Pengantar Ke KUA

berkas

Saat mengurus berkas pengantar ke KUA ini, kamu juga harus sudah menentukan tanggal penikahanmu ya. Berbekal berkas domisili yang sudah dimiliki dan menentukan di kota siapa kalian akan menikah, maka kamu siap membuat surat pengantar menuju KUA. Karena proses pengurusan surat ini tidak mungkin langsung selesai, maka kamu bisa melakukan pengajuan berkas 6 bulan sebelum kamu dan pasangan melangsungkan akad pernikahan.

Jangan menunda-nunda memenuhi kelengkapan berkas ya, karena semakin cepat berkas lengkap, maka kamu dan pasangan juga akan cepat mendapatkan penghulu untuk mengesahkan pernikahan. Karena kita tahu, dalam sehari saja akan banyak yang mendaftarkan pernikahan, dan dalam sehari itu juga akan terjadi beberapa pernikahan, jadi jadwal penghulu pun harus disesuaikan.

Tahap III: Tes Kesehatan

cekup

Surat keterangan sehat memang sangat penting dan sangat dibutuhkan, sebagai calon pengantin wanita harus mengumpulkan sebuah berkas berisikan fotokopi kartu imunisasi. Jadi, para perempuan harus melakukan tes kesehatan terlebih dahulu di Puskesmas. Imunisasi ini, diharapkan supaya ketika hamil dan melahirkan akan terhindar dari penyakit Tetanus.

Tahap IV: Penentuan Tempat Pernikahan

tempat-nikah

Ada banyak pilihan dimana kamu akan melangsungkan pernikahan, bisa di KUA, bisa di Masjid, bisa di Rumah, Gereja, atau tempat lain yang bisa dipilih.

Dan, perlu kamu ketahui bahwa saat ini, menikah itu gratis kalau kamu melangsungkan akad nikahnya di KUA. Berbeda lagi jika kamu melangsungkan akad di rumah, kamu perlu mengeluarkan uang sebesar 600 ribu rupiah. Tidak ada biaya tambahan, karena kamu akan menyetor uang tersebut dari Bank yang ditunjuk lalu melampirkan slipnya sebagi bukti pembayaran.

Bagaimana ni? Uda siap nikah?

Semoga bermanfaat…

 

Artikel Terkait