Resiko Persalinan Caesar Jika Dilakukan Berulang Kali

operasi-sesar

Hingga saat ini memang belum ada penelitian yang menetapkan secara pasti berapa kali seorang ibu hamil dapat dan diijinkan melahirkan dengan melakukan prosedur operasi caesar yang aman. Namun yang pasti adalah operasi caesar semakin berisiko buruk ketika dilakukan lebih dari sekali atau bahkan berulang kali.

Karena pada dasarnya melahirkan dengan prosedur operasi caesar ini berarti mengeluarkan bayi melalui sayatan yang dibuat di perut, bukan dari vagina. Adapun penyayatan ini jelas menghasilkan jaringan luka di kulit. Meski secara keseluruhan prosedur operasi caesar termasuk aman, namun tetap saja cara melahirkan seperti ini dapat meningkatkan risiko buruk, terlebih jika ibu hamil mengalami komplikasi adhesi saat proses penyembuhan.

Adhesi yaitu perlekatan antar organ oleh jaringan parut. Nah, jaringan parut ini tak lain merupakan jaringan bekas luka yang dihasilkan dari operasi caesar. Saat dalam proses penyembuhan luka, jaringan yang terbuka ini menempel dengan organ lain di sekitarnya. Hal ini jelas bisa membuat seseorang yang pernah melakukan operasi caesar merasa kesakitan sekaligus dapat membatasi pergerakan organ internal lain dan gangguan buang air besar dan memicu gangguan kesuburan. Dan ini akan sangat mungkin terjadi jika ibu hamil berulang kali melakukan operasi Caesar dalam proses persalinannya. Atau lebih meningkat setelah tiga kali melahirkan dengan jalan ini. Risiko lain yang bisa terjadi karena menjalani operasi caesar berulang kali antara lain adalah

1. Perdarahan

resiko-operasi-sesar
image. via www.voa-islam.com

Makin sering seorang ibu hamil menjalani operasi caesar, maka makin meningkat pula risiko ibu hamil akan mengalami perdarahan. Risiko pengangkatan rahim untuk menghentikan perdarahan juga meningkat seiring meningkatnya jumlah operasi caesar yang dijalani.

2. Masalah Pada Plasenta

resiko-sesar
image. via dealuvidho.blogspot.com

Operasi caesar yang dilakukan berulang kali bisa meningkatkan risiko ibu hamil mengalami masalah pada plasenta di kehamilan berikutnya. Masalah yang bisa terjadi pada plasenta adalah saat plasenta melekat terlalu dalam pada otot di sekitar bekas luka caesar atau mungkin plasenta menutupi jalan lahir bayi.

3. Gangguan Pernapasan Pada Bayi

bayi
image. via www.aliexpress.com

Masalah ini umum terjadi setelah bayi dilahirkan melalui operasi caesar, khususnya jika dilahirkan sebelum berusia 39 minggu. Bayi lebih mungkin lagi mengalami gangguan pernapasan apabila ibu hamil sudah pernah menjalani prosedur operasi caesar sebelumnya.

Intinya, jika ibu hamil pernah melahirkan melalui jalan operasi caesar, maka yang kedua kali dan seterusnya akan makin rumit dan memakan waktu yang lebih lama. Ibu hamil juga tidak direkomendasikan melahirkan secara normal setelah tiga kali menjalani operasi caesar.

Jadi, sebenarnya ibu hamil bebas saja dan berhak memilih ingin menjalani metode persalinan jenis apa pun. Namun, disarankan untuk menghindari operasi caesar, mengingat risiko yang bisa terjadi dalam operasi ini. Jadi sebaiknya operasi caesar adalah jalan terakhir saat persalinan normal memang benar-benar tidak memungkinkan untuk ditempuh.

Simak juga

5 Posisi Ini Bisa Membantu Dalam Proses Persalinan

3 Cara Ini Bisa Membuat Wanita Langsing Kembali Setelah Melahirkan

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait