Saat Ijab Qabul Telah Terucap

ijab-qabul

Menikah adalah sunnah Rasulullah, pastinya semua tahu itu. Menikah dengan orang yang telah diberikan oleh Allah melalui usaha meraih ridho Allah akan membuat hidup menjadi tentram dan bahagia. Oleh sebab itu, ketika ijab dan qabul terjadi, saat itu pula janji bukan lagi milik kamu tapi telah berada dalam genggaman Allah SWT. Oleh sebab itu, dalam artikel ini akan membahas tentang tanggung jawab kita setelah menikah. Berikut Ulasanya.

1. Jadilah pasangan yang sempurna untuk pasangannya.

Pasangan-sempurna
image. via poetrafoto.wordpress.com

Memang tidak ada yang sempurna, namun ketika telah bersatu, maka anggaplah kekurangan pasangan itu sebagai pelengkap puzzle kesempurnaannya. Seorang suami bertanggung jawab penuh terhadap arah kehidupan keluarganya, mau dibawa kemana dan akan bagaimananya, maka suamilah yang menentukan. Kalau begitu, kepada siapakah sang suami mesti bergantung? Kebanyakan orang pasti akan menjawab kepada sang istri yang tentu saja akan menjadi orang paling setia dalam mendukung dan menyertai suami. Benarkah? Tentu saja tidak. Si suami akan tidak mampu menjalankan tanggung jawab sebagai kepala keluarga jika istri yang menjadi tempat ia bergantung. Hanyalah Allah dan semestinya memang hanya Allah tempat sang suami menancapkan akar kehidupannya.

2. Setelah menikah, maka tanggung jawab terbesar kita adalah menjadi orang tua.

pasangan-penuh-tanggung-jawab
image. via alienco.net

Anak yang diberikan Allah adalah amanah yang menjadi saksi sejauh mana seseorang mampu mengarahkan dan menjaga amanah sebagai pasangan yang telah menikah. Akan kita bentuk seperti apa dan jadi apa anak, sepenuhnya telah Allah limpahkan hak veto itu kepada kita. Makanya, tidak gampang menjadi orang tua itu.

Anak bagaikan kertas putih yang bersih, maka kelak kertas itu mau seperti apa warnanya, lukisan atau coretan apa yang terbentuk disana, orang tua yang akan mengendalikannya, tentu saja semua itu tetap dalam ketetapan dan ketentuan Allah. Hal pertama kelak yang harus ditanam kepada anak adalah pemahaman agama. Memahami Islam secara kaffah. Mengajarkan Alquran. Mengenal sejarah Rasul dan pejuang Islam.

Semoga bermanfaat….

Artikel Terkait