Saat Merasa Menyesal Dalam Membangun Rumah Tangga. Hal Ini Yang Harus Kamu Lakukan!

rumah-tangga

Penyesalan adalah sesuatu yang tidak perlu di rasakan ketika merasakan sesuatu yang tidak diinginkan, tapi perubahanlah yang pantas dilakukan. Sebab apa yang kita miliki semuanya sudah di tentukan oleh Allah SWT dan di balik itu semua ada kebaikan untuk kita. Rasulullah Sallallahualaihi wasallam bersabda,

“Amat mengherankan sekali keadaan orang mu’min itu, sesungguhnya semua keadaannya itu adalah merupakan kebaikan baginya dan kebaikan yang sedemikian itu tidak akan ada lagi seorangpun melainkan hanya untuk orang mu’min itu belaka, yaitu apabila ia mendapatkan kelapangan hidup, ia pun bersyukur, maka hal itu adalah kebaikan baginya, sedang apabila ia ditimpa oleh kesukaran -yakni yang merupakan bencana- iapun bersabar dan hal inipun adalah merupakan kebaikan baginya.” [Riwayat Muslim]

Sebagaimana dalam hadits di atas, dalam keadaan apapun, bagaimanapun itu adalah kebaiakan bagi kita. Kita hendaknya senantiasa bersyukur dengan apa yang dimiliki. Demikian juga dengan membangun rumah tangga.

Ada humor seorang yang sudah menikah, yang menyesali pernikahanya.

“Saya merasa menyesal setelah menikah”
“Mengapa menyesal?”
“Menyesal… Kenapa nggak nikah dari dulu!” tapi ini adalah candaan belaka. Kenyataanya masih ada yang merasa menyesal sungguhan dengan berbagai macam alasan setelah menikah.

Menyesalah karena kurangnya maksimal akan perubahan yang lebih baik pada diri kita, karena penyesalan adalah langkah awal untuk berubah lebih baik. Kita harus yakin bahwa semua yang terjadi adalah kehendak Allah, disetiap kehendaknya pasti mengandung kebaikan untuk kita.

Jika kita masih melihat dan merasakan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan, bukan berarti itu buruk. Malah kita harus bersyukur! Karena kita harus memaknai bahwa di balik itu pasti ada hikmahnya dan kebaikan untuk diri kita.

Semua bencana, kecelakaan, bahkan setelah menikah merasa menyesal, dan semua terasa buruk bisa jadi itu merupakan hal yang baik untuk hidup kita. Sebagamana firman Allah.

“Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu…” [QS. Al-Hadid:22-23]

Hentikan rasa penyesalan yang terjadi setelah membangun rumah tangga, gantilah dengan rasa iklas, sabar, serta berprasangka baik bahwa Allah hanya memberi hal yang terbaik.

Hentikan angan-angan atau berandai-andai untuk mundur berumah tangga, karena hal itu membuka setan untuk menjerumuskan kita pada lembah yang hina.

“Bersemangatlah terhadap sesuatu yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah pertolongan kepada Allah, dan janganlah merasa lemah, jika engkau tertimpa sesuatu, maka janganlah engkau berkata: “Seandainya aku melakukan itu, maka tentu akan seperti ini”, akan tetapi katakanlah: “Allah telah mentakdirkan, dan apa yang Ia kehendaki, ia akan lakukan, dan sesungguhnya kalimat seandainya membuka perbuatan setan.”

Syukuri hari-harimu, bersabar dan lakukan perubahan yang lebih baik jika merasa menyesal. Sungguh, Allah tidak mengubah nasib seseorang hingga ia mengubah terlebih dahulu apa yang ada pada dirinya.

Semoga bermanfaat…

Artikel Terkait